Gaya Komunikasi Gibran Dinilai Makin Cair dan Strategis, Pakar: Mulai Punya Narasi Sendiri
Pakar komunikasi politik Hendri Satrio atau Hensa menyoroti perubahan gaya komunikasi Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang dinilai semakin cair
Nusantaraterkini.co, JAKARTA – Pakar komunikasi politik Hendri Satrio atau Hensa menyoroti perubahan gaya komunikasi Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang dinilai semakin cair, terukur, dan sarat makna dibandingkan sebelumnya.
Menurut Hensa, perubahan tersebut tampak dari sejumlah pernyataan Gibran dalam beberapa waktu terakhir. Salah satunya ketika merespons klaim Jusuf Kalla yang menyebut dirinya berjasa dalam mengantarkan Joko Widodo menjadi presiden.
Alih-alih membantah, Gibran memilih merespons dengan memuji JK sebagai sosok “senior, mentor, sekaligus idola”.
“Oke lah sekarang Mas Gibran ini mulai menemukan ritme komunikasinya sendiri, mulai tidak kaku, tapi juga tidak asal bicara. Ada pesan tersirat di balik setiap pernyataannya,” ujar Hensa, Sabtu (25/4/2026).
Founder KedaiKOPI itu menilai respons Gibran bukan tanpa perhitungan. Di satu sisi, langkah tersebut menjaga hubungan dengan tokoh senior yang memiliki jaringan luas. Di sisi lain, Gibran dinilai mampu menghindari potensi polemik tanpa harus masuk ke perdebatan sejarah politik keluarganya.
“Yang dilakukan Gibran itu cerdas secara komunikasi. Dia tidak membantah, tidak juga membenarkan sepenuhnya. Dengan memuji JK, dia keluar dari jebakan narasi itu secara elegan,” kata Hensa.
Hensa juga menyoroti pola komunikasi Gibran yang kerap menegaskan dukungan terhadap program Presiden Prabowo Subianto. Menurutnya, hal tersebut dapat dibaca sebagai bentuk loyalitas, namun juga mencerminkan upaya membangun citra politik secara bertahap.
“Ketika seorang wakil presiden terus memposisikan diri sebagai eksekutor agenda presiden, itu bisa dibaca sebagai konsolidasi citra. Gibran sedang membangun rekam jejaknya sendiri, pelan tapi konsisten,” jelasnya.
Lebih lanjut, Hensa menilai perubahan gaya komunikasi ini menunjukkan proses pendewasaan politik Gibran. Dari yang sebelumnya dianggap hanya mengandalkan efek figur keluarga, kini ia mulai aktif membentuk narasi politiknya sendiri tanpa bersikap konfrontatif.
“Gibran sekarang tidak lagi sekadar hadir di panggung politik, tapi mulai mengisi panggung itu dengan caranya sendiri. Ini yang menarik untuk kita pantau ke depan,” ujarnya.
Ia juga menilai Gibran mampu menjaga keseimbangan antara merawat relasi dengan tokoh lama dan memperkuat posisi dalam pemerintahan saat ini.
“Pujian kepada JK diikuti dengan penguatan narasi pro-Prabowo menunjukkan bahwa ini bukan komunikasi yang polos. Ada strategi di baliknya,” pungkas Hensa.
(LS/Nusantaraterkini.co).
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
RELIGIRico Waas menyerahkan rekomendasi rumah ibadah di Medan dan meminta semua pihak menjaga kerukunan serta mencegah konflik
Herman Saleh Harahap·Beberapa detik yang lalu -
PENDIDIKANDishub Sumut Operasionalkan 33 Bus Perintis Gratis untuk Pelajar
Herman Saleh Harahap·7 menit yang lalu -
SUMATERA TERKINIMenaker Dukung Penciptaan Lapangan Kerja Sektor Perikanan
Herman Saleh Harahap·18 menit yang lalu -
SUMSELOperasi Sikat I Musi, Polda Sumsel Ungkap Puluhan Kasus Kejahatan
Herman Saleh Harahap·25 menit yang lalu -
NEWSSeniman dan Politikus Guruh Soekarnoputra Meninggal Dunia
Herman Saleh Harahap·32 menit yang lalu -
PENDIDIKANNono Sampono: Kampus Harus Jadi Ruang Tumbuh Generasi Masa Depan Indonesia
Herman Saleh Harahap·43 menit yang lalu -
NASIONALAnggota DPR Bantah Laporan BNPB Soal Karhutla Kalteng dan Kalbar Normal
Herman Saleh Harahap·48 menit yang lalu -
SUMSELHerman Deru Kaji Program Pemutihan Pajak Kendaraan di Sumsel
Herman Saleh Harahap·1 jam yang lalu -
NASIONALKetua DPD Dorong Bali Jadi Pelopor Gerakan Pilah Sampah Nasional
Herman Saleh Harahap·1 jam yang lalu -
POLITIKSyarat Pendidikan Gibran Digugat, Hensa Sebut Jawaban KPU Kunci MK
Herman Saleh Harahap·1 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan