Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Firman Soebagyo Usul 5 Juli Sebagai Hari Ekonomi Pancasila

Editor:  Rozie Winata
Reporter: Luki Setiawan
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Anggota DPR RI sekaligus Wakil Ketua Umum KADIN Indonesia, Firman Soebagyo. (Foto: dok Fraksi Golkar)

Nusantaraterkini.co, JAKARTA - Anggota DPR RI sekaligus Wakil Ketua Umum KADIN Indonesia, Firman Soebagyo, mengusulkan agar 5 Juli ditetapkan sebagai Hari Ekonomi Pancasila.

Usulan ini dimaksudkan untuk mengenang serta memperkuat semangat ekonomi nasional yang berlandaskan pada nilai-nilai Pancasila.

Penetapan Hari Ekonomi Pancasila penting agar bangsa Indonesia tidak hanya mengingat Pancasila sebagai ideologi politik dan kenegaraan, tetapi juga sebagai pedoman dalam membangun kemandirian dan keadilan ekonomi.

Baca Juga : Prabowo Kenang Kwik Kian Gie: Beliau Pertahankan Pasal 33 UUD 1945, Ekonomi Pancasila

“Hari Ekonomi Pancasila akan menjadi momentum untuk mengingatkan seluruh elemen bangsa bahwa pembangunan ekonomi harus selalu mengedepankan gotong royong, keadilan sosial, dan kemakmuran bersama,” ujarnya, Jumat (22/8/2025).

Ia menekankan, nilai-nilai Pancasila menjadi fondasi yang tidak bisa dipisahkan dari pembangunan ekonomi nasional. Sila Ketuhanan Yang Maha Esa menuntun agar ekonomi dikelola dengan etika dan moralitas.

Sila Kemanusiaan yang Adil dan Beradab menegaskan bahwa pembangunan ekonomi harus menghargai martabat manusia serta menjunjung keadilan. Sila Persatuan Indonesia mengingatkan agar pengelolaan ekonomi tidak menimbulkan kesenjangan yang berpotensi memecah belah bangsa.

Lebih lanjut, Sila Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan menegaskan pentingnya kebijakan ekonomi yang lahir dari musyawarah serta berpihak pada kepentingan rakyat.

Sedangkan Sila Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia menegaskan tujuan akhir pembangunan ekonomi, yakni terciptanya kesejahteraan yang merata.

Baca Juga : Koperasi Desa Merah Putih, Langkah Tepat dari Prabowo Bangun Ekonomi Pedesaan

“Melalui peringatan Hari Ekonomi Pancasila, kita diingatkan kembali bahwa Pancasila bukan hanya dasar negara, tetapi juga landasan etik dan moral dalam membangun perekonomian yang berkeadilan dan berkelanjutan,” tambah anggota Komisi IV DPR RI ini.

Ia menjelaskan, penetapan 5 Juli sebagai Hari Ekonomi Pancasila diharapkan mampu mendorong kesadaran masyarakat tentang pentingnya membangun ekonomi yang kuat dan mandiri.

Kesadaran tersebut akan mengurangi ketergantungan Indonesia pada faktor eksternal yang penuh dinamika, seperti gejolak perdagangan internasional, perubahan iklim, dan ketidakstabilan politik global.

Di sisi lain, perekonomian nasional juga menghadapi tantangan domestik, mulai dari inflasi, pertumbuhan ekonomi, hingga neraca perdagangan. Menurut Firman, momentum Hari Ekonomi Pancasila akan memperkuat kesadaran kolektif untuk mengatasi tantangan tersebut dengan nilai kebersamaan dan gotong royong.

“Hari Ekonomi Pancasila bukan hanya peringatan seremonial, tetapi harus menjadi refleksi bersama bagaimana kita membangun sistem ekonomi yang berpijak pada nilai-nilai Pancasila, mandiri, dan berpihak pada kesejahteraan rakyat,” pungkas Wakil Ketua Fraksi Golkar di MPR ini. 

(cw1/Nusantaraterkini.co)