Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

FAM Bawa Kasus Pemalsuan Dokumen Naturalisasi Malaysia usai Banding Ditolak FIFA

Kami akan meminta penjelasan tertulis dari FIFA sebelum mengajukan banding ke CAS

Kantor FAM Malaysia. (Foto: dok x/@FAM_Malaysia)
Kantor FAM Malaysia. (Foto: dok x/@FAM_Malaysia)
A A

, KUALA LUMPUR - Federasi Sepak Bola () mengaku akan memperjuangkan nasib tujuh pemain mereka yang dijatuhi sanksi karena diduga menggunakan dokumen palsu saat tampil di Kualifikasi Piala Asia 2027 ke Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS).

Sebelumnya, telah menolak banding dan tetap menjatuhkan larangan bermain selama 12 bulan kepada ketujuh pemain tersebut, berlaku sejak 26 September 2025, pada Senin (3/11/2025).

Ketujuh pemain itu sempat memperkuat dalam kemenangan 4-0 atas Vietnam di Stadion Bukit Jalil pada Juni lalu.

Baca Juga : Pemalsuan Dokumen 7 Pemain Naturalisasi Malaysia, FIFA Jatuhkan Sanksi ke FAM

“FAM menerima keputusan FIFA yang menolak banding kami. Kami akan meminta penjelasan tertulis dari FIFA sebelum mengajukan banding ke CAS,” ujar Presiden FAM, Datuk Yusoff Mahadi seperti dilaporkan New Straits Times, Selasa (4/11/2025).

FAM sendiri memiliki waktu 10 hari untuk meminta laporan lengkap keputusan FIFA dan 21 hari setelahnya untuk mengajukan banding resmi ke CAS.

Baca Juga : Kasus Pemalsuan Naturalisasi Malaysia Diminta Selesai Sebelum Maret 2026

Kasus ini membuat posisi Malaysia di Kualifikasi Piala Asia 2027 terancam. Tim Harimau Malaya yang kini memimpin grup dengan 12 poin dari empat laga bisa saja dijatuhi kekalahan 0-3 pada pertandingan yang melibatkan pemain tak sah termasuk saat melawan Nepal dan Vietnam atau bahkan didiskualifikasi.

Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) menyatakan akan menunggu hasil akhir proses hukum sebelum menentukan nasib Malaysia.

AFC menargetkan seluruh proses selesai paling lambat 31 Maret 2026, bertepatan dengan berakhirnya babak kualifikasi untuk menentukan peserta final Piala Asia 2027.

(*/)

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait

Berita Terbaru