Nusantaraterkini.co, MEDAN - Kabupaten Deliserdang akan menjadi satu-satunya daerah di Sumatera Utara (Sumut) yang sulit mendapat kesehatan gratis melalui KTP dengan program Universal Health Coverage atau Jangkauan Kesahatan Universal (UHC).
Hal itu jika Pemerintah Kabupaten Deliserdang belum juga memaksimalkan untuk memenuhi syarat mencapai standar dari program UHC yang diterapkan Provinsi Sumatera Utara.
Pasalnya, Pemprov Sumut akan segera meluncurkan program Probis Sumut Berkah (Program Berobat Gratis Sumut Berkah) pada akhir September 2025.
Mulai 1 Oktober 2025, masyarakat ber-KTP Sumut dapat langsung mengakses layanan kesehatan di Puskesmas maupun rumah sakit cukup dengan menunjukkan KTP tanpa dipungut biaya.
Baca Juga : Program Berobat di Sumut hanya Pakai KTP, Kata Bobby Nasution Ada 3 Kabupaten jadi Catatan Khusus
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara Muhammad Faisal Hasrimy mengatakan, Provinsi Sumut saat ini kesiapannya sudah mencapai di atas 90 persen dalam program kesehatan UHC, namun ada satu Kabupaten yang saat ini masih sulit diterapkan.
“Sumatera Utara kita sudah UHC artinya UHC provinsi, UHC itu kan ada dua macam UJC cakupan dan UHC keaktifan, jadi UHC keaktifan Sumatera Utara itu sudah di atas 98,6 persen, untuk keaktifan itu harus mencapai 80 persen. Hari ini, dari 33 kabupaten/kota sudah 32 kita yang UHC kualitas, satu yang belum, itu tinggal Kabupaten Deliserdang,” ungkapnya, Selasa (16/9/2025).
Salah satu hal yang menjadi kendala di Kabupaten Deliserdang ini adalah pembiayaan, jadi pihaknya menghimbau agar masyarakat menengah ke atas agar membayar asuransi BPJS nya, guna mempermudah program ini.
“Pembiayaan, jadi keaktifan. Jadi kembali lagi kami menghimbau kepada seluruh masyarakat Sumatera Utara. Yang hari ini memang, kalau dia peserta mandiri atau orang yang punya kemampuan, aktif melakukan pembayaran ataupun kewajiban pembayaran BPJS asuransinya,” harapnya.
Baca Juga : Terus Berbenah, Pemko Medan Bersiap Menuju UHC Premium
Sebelumnya ada tiga daerah yakni Labura, Asahan dan Deliserdang yang menjadi catatan khusus program dalam Universal Health Coverage atau Jangkauan Kesahatan Universal (UHC) diU Sumatera Utara.
Namun dua daerah sudah tuntas kendalanya perlahan, tinggal Kabupaten Deliserdang.
Meski begitu pihaknya akan terus mendorong agar program ini berjalan lancar ke semua daerah yang ada di Sumut sehingga tidak kesulitan lagi untuk mendapatkan kesehatan.
“Sembari menunggu launcing kita, kita dorong terus ini, karena kita kan sudah sharing dengan kabupaten/kota untuk cakupan kita, sharing-nya 28 persen menjadi bebannya provinsi, 80 persen menjadi bebannya kabupaten/kota. Untuk keaktifan kita dorong kabupaten/kota untuk memaksimalkan masyarakatnya khususnya yang mandiri untuk memenuhi kewajibannya membayar,” pungkasnya.
(cw3/nusantaraterkini.co)
