DPD IMM Sumut Gelar Simposium Perkaderan Nasional di Medan: Bergerak Memajukan Indonesia
Kami tidak ingin kader IMM hanya duduk dalam ruang-ruang diskusi yang stagnan. Hari ini, IMM harus hadir di tengah persoalan bangsa, berdiri, bersuara
Nusantaraterkini.co, MEDAN - Dewan Pimpinan Daerah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (DPD IMM) Sumatera Utara sukses menggelar Simposium Perkaderan Nasional di Kota Medan, 11-13 Juli di Kampus UMSU dengan mengusung tema “Bergerak Memajukan Indonesia”.
Kegiatan strategis ini menjadi momentum konsolidasi nasional dalam memperkuat arah perkaderan IMM sebagai kekuatan transformasi sosial yang berkemajuan dan berpihak pada kepentingan umat, bangsa, dan negara.
Simposium yang dihadiri ratusan kader IMM dari seluruh Indonesia ini turut menghadirkan berbagai tokoh penting, termasuk, Ketua Umum DPP IMM Riyan Betra Delza, Rektor Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) yang diwakili oleh Wakil Rektor III UMSU Prof. Dr. Rudianto, Wakil Menteri Pendidikan Dasar & Menengah yang diwakili oleh Staf Khusus Kemendikdasmen Arif Jamali Muis, dan DPD IMM Se-Indonesia.
Dalam sambutannya, Ketua Umum DPD IMM Sumut, Rahmat Taufiq Pardede, menegaskan bahwa IMM hari ini harus tampil sebagai pelopor gerakan intelektual dan sosial yang berkeadaban.
“Kami tidak ingin kader IMM hanya duduk dalam ruang-ruang diskusi yang stagnan. Hari ini, IMM harus hadir di tengah persoalan bangsa, berdiri, bersuara, dan bergerak. Simposium ini bukan sekadar seremoni, tetapi bentuk konsolidasi nasional bahwa kader IMM siap menjadi pelaku perubahan,” ujarnya tegas, seperti dalam rilis yang diterima Nusantaraterkini.co, Senin (14/7/2025).
Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat IMM, Riyan Betra Delza, menekankan pentingnya memperkuat kualitas kaderisasi sebagai fondasi perubahan bangsa. Dalam pandangannya, IMM harus mampu membangun kader yang tidak hanya loyal secara struktural, tetapi juga memiliki visi kebangsaan dan keberpihakan terhadap rakyat kecil.
“Perkaderan kita harus melahirkan manusia progresif, bukan kader pasif. IMM harus menjadi kawah candradimuka pemimpin masa depan Indonesia. Mampun menjadi mitra kritis dan mitra strategis pemerintah,” ujarnya dalam sambutan yang penuh semangat.
Rektor Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara, Prof. Dr. Agussani, MAP, yang diwakili Wakil Rektor 3 UMSU Assoc. Prof. Dr. Rudianto, M.Si, menyampaikan bahwa IMM sebagai gerakan mahasiswa Islam harus mampu membaca arah zaman. Menurutnya, era disrupsi digital dan krisis multidimensi saat ini menuntut mahasiswa untuk tidak hanya cakap secara akademik, tetapi juga mampu membangun jejaring gerakan yang solutif dan inklusif.
“Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara mendukung IMM dalam membangun gerakan keilmuan dan aksi nyata. IMM harus mengambil peran strategis di sektor pendidikan, sosial, dan kebijakan publik,” katanya.
Sementara, Wakil Menteri Pendidikan Dasar & Menengah yang diwakili Stafsus Kemendikdasmen, Arif Jamali Muis, menyampaikan apresiasi atas kontribusi IMM dalam membangun kesadaran intelektual dan sosial di kalangan generasi muda. Ia menegaskan pentingnya sinergi antara gerakan mahasiswa dan pemerintah dalam menyelesaikan berbagai tantangan pendidikan dan kebudayaan di Indonesia.
“IMM harus tetap kritis namun konstruktif. Pemerintah butuh mitra dari kalangan mahasiswa yang mampu mengingatkan dan memberi solusi. Kita butuh gerakan mahasiswa yang mampu menjadi pionir perubahan,” tegasnya.
Dari Sumut untuk Indonesia
Simposium ini menjadi titik tolak gerakan baru IMM dalam merancang sistem pengkaderan nasional yang lebih terstruktur, inklusif, dan adaptif terhadap dinamika zaman. Dengan mengusung tema “Bergerak Memajukan Indonesia”, IMM menegaskan bahwa proses kaderisasi bukan hanya soal internalisasi nilai, tetapi juga keberanian bertindak di tengah krisis moral, demokrasi, dan keadilan sosial yang membelenggu bangsa ini.
Baca Juga: Sah, Bobby Nasution Lantik Togap Simangunsong jadi Sekda Sumut juga Enam Pejabat Eselon II
Kegiatan ini diakhiri dengan perumusan rekomendasi strategis yang akan menjadi pijakan Kader IMM Se-indonesia dalam menjalankan proses kaderisasi Ikatan yang dinamakan Sistem Perkaderan Ikatan (SPI).
“IMM bukan organisasi elitis yang hanya sibuk menatap ke dalam, tetapi gerakan rakyat yang bergerak ke luar, membebaskan, mencerahkan, dan memajukan Indonesia,” pungkas Ketua Panitia Simposium, Ihya Rizki Ketua DPP IMM Bidang Kader.
(fer/nusantaraterkini.co)
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
SUMSELPolda Sumsel Ungkap 18 Kasus 3C dan Tindak 40 Pelaku Premanisme Selama Operasi Sikat I Musi 2026
hendra·Beberapa detik yang lalu -
-
NEWSArizal Azis Desak Pejabat Lapas Cibinong Dicopot: Soroti Jual Beli Kamar
hendra·22 menit yang lalu -
KRIMINALSidang Korupsi Proyek DEK Padangsidimpuan, Hakim Dalami Dugaan Fee 25 Persen
hendra·46 menit yang lalu -
SUMSELHeboh di Medsos, Penampakan Satwa Diduga Beruang Hitam Gegerkan Warga Sungai Rambang Muara Enim
hendra·1 jam yang lalu -
NEWSFrederik Kalalembang Sentil Dirjen Pas soal Lapas Mewah: Kejadian Luar Biasa Kok Utus Staf?
hendra·1 jam yang lalu -
-
NEWSMahasiswa Poltekpel Aceh Meninggal Saat Ospek, Keluarga Soroti Lebam di Tubuh
hendra·3 jam yang lalu -
NEWS VIDEOPolda Sumsel Musnahkan Ribuan Gram Sabu dan Ekstasi Hasil Tangkapan September 2026
Fadli Tara·3 jam yang lalu -
SUMSELPolda Sumsel Siap Dukung Keterbukaan Informasi SPMB SMA Kemala Taruna Bhayangkara
hendra·3 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan