Inggris Kirim Kapal Perang HMS Dragon ke Timur Tengah, Siap Amankan Selat Hormuz
Inggris kirim kapal perang HMS Dragon ke Timur Tengah untuk mengamankan Selat Hormuz di tengah meningkatnya konflik kawasan Teluk.
Nusantaraterkini.co, LONDON – Pemerintah Inggris bersiap memperkuat pengamanan jalur perdagangan global dengan mengirim kapal perang HMS Dragon ke kawasan Timur Tengah. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari misi internasional untuk menjaga kebebasan pelayaran di Selat Hormuz yang menjadi jalur utama distribusi minyak dunia.
HMS Dragon merupakan kapal penghancur Type 45 yang sebelumnya ditempatkan di wilayah Laut Mediterania timur dekat Siprus.
Kementerian Pertahanan Inggris menyebut pengerahan kapal perang tersebut menjadi bagian dari rencana koalisi multinasional yang dipimpin bersama oleh Inggris dan Prancis.
“Pra-penempatan HMS Dragon merupakan bagian dari langkah antisipatif untuk memastikan Inggris siap mendukung koalisi internasional dalam mengamankan Selat Hormuz ketika situasi memungkinkan,” kata juru bicara Kementerian Pertahanan Inggris dikutip dari AFP, Minggu (10/5/2026).
Misi tersebut difokuskan untuk menjaga kebebasan navigasi di Selat Hormuz yang selama ini menjadi jalur vital perdagangan energi dunia.
Sebelumnya, Perdana Menteri Inggris Keir Starmer bersama Presiden Prancis Emmanuel Macron telah menyatakan dukungan terhadap operasi pengamanan bersama guna memulihkan stabilitas perdagangan di kawasan tersebut.
Selain menjaga jalur pelayaran, pengerahan HMS Dragon juga ditujukan untuk meningkatkan rasa aman kapal-kapal dagang internasional serta mendukung operasi pembersihan ranjau laut pascakonflik.
Rencana pengamanan Selat Hormuz ini dibahas dalam forum militer internasional yang berlangsung selama dua hari di London pada April lalu. Pertemuan tersebut dihadiri lebih dari 44 negara dan sekitar 40 negara dilaporkan siap bergabung dalam misi pengamanan navigasi di kawasan Teluk.
Situasi di Selat Hormuz memanas setelah pecahnya konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran pada 28 Februari lalu. Sebelum konflik berlangsung, hampir seperlima perdagangan minyak dunia melintasi selat tersebut.
Namun ketegangan meningkat setelah Iran memperketat akses pelayaran di kawasan itu yang berdampak pada terganggunya arus perdagangan global dan memicu gejolak harga energi dunia.
Amerika Serikat kemudian memberlakukan blokade terhadap sejumlah pelabuhan Iran. Ketegangan kembali memuncak ketika jet tempur AS menyerang dua kapal tanker berbendera Iran yang dianggap melanggar blokade maritim Washington.
Insiden tersebut memicu respons balasan dari Iran dan memperbesar kekhawatiran dunia terhadap potensi konflik terbuka di kawasan Teluk.
(Dra/musantaraterkini.co)
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
KOTA MEDANPemko Medan Kembangkan Layanan Publik Berbasis WhatsApp-AI
Herman Saleh Harahap·1 jam yang lalu -
SEPAKBOLALiga 2: Sumsel United Raih Poin Penuh di Kandang Persiraja Banda Aceh 2-1
Herman Saleh Harahap·2 jam yang lalu -
SUMUTPemprov Sumut dan DPR RI Komitmen Tingkatkan Pelayanan Haji 2027
Herman Saleh Harahap·2 jam yang lalu -
KESEHATANMuara Enim Jadi Lokasi Uji Coba Reformasi JKN Kemenkes
Herman Saleh Harahap·2 jam yang lalu -
NASIONALWamenaker: Pelindungan Peserta Pemagangan Luar Negeri Jadi Prioritas
Herman Saleh Harahap·3 jam yang lalu -
PAPUA TERKINIMRP Minta Dukungan DPD Percepat Pembentukan Provinsi Papua Utara
Herman Saleh Harahap·3 jam yang lalu -
-
EKONOMIEkspor Naik, Neraca Perdagangan Sumut Surplus US$731 Juta
Herman Saleh Harahap·4 jam yang lalu -
SUMUTDinsos Sumut Salurkan Bantuan Pascabencana ke 13.702 Keluarga
Herman Saleh Harahap·4 jam yang lalu -
NEWS VIDEOKejagung Bongkar Dugaan Korupsi Pengadaan Motor MBG Rp1,2 Triliun
Fadli Tara·4 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan