Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Desa Ujung Batu Porak-poranda, Warga Mengungsi, Rumah Hanyut Hingga Tanggul Jebol

Desa Ujung Batu Porak-poranda, Warga Mengungsi, Rumah Hanyut Hingga Tanggul Jebol

A A

Nusantaraterkini.co, TAPTENG - bandang yang menerjang Desa , Kecamatan , Kabupaten Tapanuli Tengah, pada Selasa (25/11/2025), menyisakan kerusakan luas dan cerita duka dari para warga yang kehilangan rumah, harta benda, dan rasa aman.

Menurut penuturan para penduduk, hujan mulai turun sejak Selasa malam. Namun tidak ada yang menduga air deras dari hulu menghantam desa. Beberapa warga mengatakan material yang terbawa arus adalah balok. Sehingga menghantam rumah yang menyebabkan kerusakan.

Baca Juga : Alumni Akmil 2011 Salurkan Bantuan Logistik Korban Banjir di Wilayah Sumut

Saat-saat air telah menyentuh pemukiman dan perlahan-lahan meninggi. Tingginya cukup untuk membuat orang dewasa tenggelam. Saat yang bersamaan, warga mulai melarikan diri ke desa tetangga.

Umi, warga desa sebelah, menyaksikan kejadian tersebut. Saat menceritakan perjuangan warga menyelamatkan diri, Umi menangis.

"Walaupun desa saya tak kebanjiran, kasihan saya, sedih menyaksikannya. Gak pernah sejarahnya, udah tua umur kita gak pernah sampai ke sini air sungainya," kata Umi saat diwawancarai Nusantaraterkini.co, Kamis (11/12/2025).

Warga desa Ujung Batu, yang tinggal lebih dekat ke tepi sungai, mengatakan, jika kejadian ini adalah yang pertama dan yang paling dahsyat. Sebelumnya tidak pernah sampai merusak rumah dan pemukiman. Namun, kali ini berbeda, material kayu besar juga terbawa arus deras.

Nasruddin Tanjung (71), tak punya rumah lagi setelah surut. Dia tak menyangka akan kehilangan rumah yang ia bangun sendiri. Kini, dia terpaksa menumpang di rumah tentangga. Dan bertahan hidup dari bantuan sembako dari relawan.

"Banjir menghanyutkan rumah kami. Satu kilo gula pun tak bisa saya selamatkan dari rumah," kata Nasruddin.

Di bagian tengah desa, rumah-rumah tidak seluruhnya terbawa arus, tetapi terendam lumpur setinggi pinggang. Ketika siang, sejumlah warga kembali ke lokasi hanya untuk menemukan perabotan hancur dan pakaian bercampur lumpur pekat. Sebagian lainnya, turun dari desa tetangga.

Baca Juga : Pujian Mengalir untuk Menteri Imipas: Pelepasan WBP Lapas Kuala Simpang Saat Banjir Dinilai Tindakan Heroik Berlandaskan Kemanusiaan

Beberapa warga memilih tetap bertahan di dekat reruntuhan rumah mereka, menempati rumah tetangga. Ditengah-tengah kondisi saat ini, mereka meminta alat berat serta perbaikan tanggul yang sudah jebol akibat terjangan air.

Warga yang tinggal di kawasan lebih tinggi menjadi penopang bagi para korban. Mereka menyediakan makanan, tempat tinggal sementara, dan tenaga untuk membersihkan lumpur. Meski demikian, banyak warga mengaku bantuan masih bergantung pada solidaritas sesama penduduk desa, dan relawan.

Sebagian besar warga mengungkapkan kecemasan tentang masa depan mereka. Tidak ada yang tahu apakah mereka akan direlokasi atau diminta membangun kembali rumah di lokasi yang sama.

Baca Juga : Kapolri Tinjau Posko Kesehatan Serta Kantor Polisi Yang Terdampak Banjir Bandang di Aceh Tamiang

Hingga lebih dari dua pekan setelah banjir, desa itu masih dipenuhi lumpur, kayu besar, dan puing bangunan. Warga mengatakan ini adalah banjir terburuk yang pernah mereka alami.

Bagi penduduk Ujung Batu, yang kini terpecah antara mereka yang mengungsi dan yang bertahan, banjir bandang ini bukan hanya tetapi juga titik balik yang mengguncang rasa aman mereka di desa yang selama ini dianggap tenang.

(Cw7/Nusantaraterkini.co)

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait

Berita Terbaru