DBD di Sumsel Capai 1.426 Kasus per Mei 2026: Palembang Tertinggi, Tren Menurun
Dinkes Sumsel mencatat 1.426 kasus DBD hingga Mei 2026 dengan 11 kematian. Palembang penyumbang kasus tertinggi
Nusantaraterkini.co, PALEMBANG — Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) mencatat sebanyak 1.426 kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) dengan 11 angka kematian terjadi sepanjang periode 1 Januari hingga 21 Mei 2026.
Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Sumsel Ira Primadesa Ogatiyah menyebut, Kota Palembang menjadi daerah dengan temuan kasus tertinggi mencapai 413 laporan.
Penurunan tren kasus yang terjadi sejak Januari hingga Mei ini dipengaruhi oleh berkurangnya curah hujan serta masifnya program vaksinasi dan langkah pencegahan yang digencarkan pemerintah sejak akhir tahun lalu.
"Sepanjang 2026 (hingga 21 Mei), tercatat ada 1.426 kasus DBD di Sumsel. Kasus DBD tertinggi terjadi pada Januari yang mencapai 444 kasus, Februari 402 kasus, Maret 305 kasus, April 239 kasus, dan Mei 36 kasus. Sementara angka kematian sebanyak 11 orang. Kasus tertinggi terjadi di Palembang," ujar Ira, Sabtu (30/5/2026).
Ira merinci persebaran kasus di berbagai wilayah kabupaten dan kota secara mendetail tanpa ada data yang terlewat.
Setelah Palembang dengan 413 kasus (1 kematian), disusul Muara Enim sebanyak 281 kasus (2 kematian), Ogan Ilir 141 kasus (1 kematian), Lubuklinggau 109 kasus (2 kematian), serta Banyuasin 85 kasus (2 kematian).
Selanjutnya terdapat OKU Timur 82 kasus, Lahat 80 kasus, Muba 53 kasus (1 kematian), OKI 44 kasus, PALI 34 kasus (1 kematian), Muratara 35 kasus, Mura 34 kasus, Prabumulih 14 kasus, OKU 11 kasus, Pagar Alam 5 kasus (1 kematian), Empat Lawang 4 kasus, dan OKU Selatan 1 kasus.
Meskipun angka kematian mencapai belas jiwa, Dinkes Sumsel menyebutkan bahwa secara akumulatif jumlah kasus pada tahun ini mengalami penurunan yang cukup signifikan dibandingkan periode yang sama pada tahun-tahun sebelumnya.
Pada 2025 tercatat sebanyak 2.084 kasus, sementara pada 2024 angka temuan sempat melonjak hingga mencapai 4.430 kasus.
"Sedangkan angka kematian pada 2024 (Januari-Desember) sebanyak 37 orang dan 2025 turun menjadi 20 orang," katanya.
Penurunan ini diklaim sebagai hasil dari sinergi antara faktor alam dan upaya intervensi medis yang dilakukan oleh otoritas kesehatan setempat.
“Selain faktor cuaca, penurunan kasus DBD pada tahun ini juga karena berbagai kegiatan pencegahan yang dilakukan dan program vaksinasi yang digencarkan sejak akhir tahun lalu guna penyebaran nyamuk Aedes aegypti,” tutupnya.
(Tia/Nusantaraterkini.co)
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
-
-
EKONOMITiga Perusahaan Otomotif Mengakui Dugaan Diskriminasi KPPU
Herman Saleh Harahap·7 jam yang lalu -
KESEHATANKampanye Germas Ceria, Kahiyang Ajak Siswa Hidup Sehat
Herman Saleh Harahap·7 jam yang lalu -
KRIMINALPolda Sumsel Tangkap Tersangka Pembobol Rumah Guru Agama
Herman Saleh Harahap·8 jam yang lalu -
-
KOTA MEDANPemko Medan Raih Penghargaan TP2DD Terbaik Se-Sumatera
Herman Saleh Harahap·8 jam yang lalu -
SUMUTPemprov Sumut Kebut Pembangunan Infrastruktur dan Realisasi APBD 2026
Herman Saleh Harahap·8 jam yang lalu -
KESEHATANRico Waas Tegaskan Pembangunan Puskesmas Tuntungan Harus Rampung Tepat Waktu
Herman Saleh Harahap·9 jam yang lalu -
KRIMINALKasus Penganiayaan Tokoh Pers di Sidimpuan: Polisi Reka 30 Adegan
Herman Saleh Harahap·9 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan