Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Cegah Kemacetan, Ini Skema Contra Flow-One Way Mudik Idul Fitri 2024 di Tol Trans Jawa

Editor :  Rozie Winata
Reporter :  Ilham Al Banjari
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Kakorlantas Polri Irjen Pol Aan Suhanan. (Foto: Istimewa)

Cegah Kemacetan, Ini Skema Contra Flow-One Way Mudik Idul Fitri 2024 di Tol Trans Jawa

Nusantaraterkini.co, JAKARTA - Korps Lalulintas (Korlantas) Polri bakal memberlakukan sejumlah rekayasa lalulintas di ruas Tol Trans Jawa selama masa mudik Idul Fitri 1445 H/2024 guna mencegah terjadinya kemacetan.

Baca Juga : Atasi Kemacetan Jelang Nataru, Jalur Alternatif Saribudolok-Parapat Resmi Dibuka

Kepala Korlantas Polri Irjen Pol Aan Suhanan mengungkapkan, beberapa skema yang akan diterapkan, yakni Contra Flow, One Way dan ganjil-genap yang bakal mulai diterapkan pada 5 April 2024 mendatang.

Baca Juga : Apresiasi Mudik 2024, Komisi V Desak Perbaikan Fasilitas Pemudik Roda Dua

“Itu akan kita berlakukan untuk Contra Flow, kemudian One Way, kemudian pembatasan angkutan barang tertentu. Itu akan mulai. Berlaku tanggal 5 April 2024 pukul 14.00 WIB,” katanya dalam keterangannya, Selasa (5/3/2024).

Aan menjelaskan, penerapan Contra Flow akan diberlakukan pada KM 36 hingga KM 72 Tol Jakarta-Cikampek.

Baca Juga : Muhammadiyah Tetapkan Ramadan 1447 H Tanggal 18 Februari dan Idul Fitri 20 Maret 2026

“Lalu (Kilometer) 72 sampai dengan (kilometer) 414 Kalikangkung kita akan melakukan One Way,” sambungnya.

Baca Juga : Harapan Ekonomi Sumut Tumbuh 5 Persen Sirna Meski Ada Perayaan Keagamaan

Sementara untuk skema ganjil genap, Aan menyebut, penerapannya akan diberlakukan secara situasional. Bergantung pada kepadatan arus kendaraan yang melintas.

“Kemudian pengaturan lainnya, adalah pengaturan ganjil-genap, ini akan diberlakukan sesuai dengan situasi yang ada,” jelasnya.

Baca Juga : Unik dan Langka, Acara Halal Bihalal di Pemalang Digelar Tengah Malam: Kenakan Baju Serba Hitam

Namun Aan belum dapat merinci jadwal pemberlakuan skema tersebut. Dia menyebut upaya ini dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya kemacetan parah saat masa mudik Lebaran 2024.

“Apabila tidak ada mengatur ini, ini arus lalu lintas akan terjadi stagnasi,” pungkasnya.

(HAM/nusantaraterkini.co)