BMKG Resmikan HF Radar Array di Ujong Batee Aceh
Pantau Permukaan Laut Real-Time
BMKG meresmikan HF Radar Array di Ujong Batee, Aceh Besar, untuk memantau kondisi laut real-time dan memperkuat mitigasi bencana pesisir.
Nusantaraterkini.co, ACEH BESAR — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) meresmikan pengoperasian High Frequency (HF) Radar Array di Ujong Batee, Kabupaten Aceh Besar, Provinsi Aceh. Langkah ini diambil untuk memperkuat sistem observasi kelautan, meningkatkan kualitas informasi meteorologi maritim, serta memperkokoh mitigasi bencana di wilayah pesisir.
Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, menjelaskan, peresmian alat modern ini melengkapi radar sejenis yang sebelumnya telah terpasang di Lam Teungoh, Aceh Besar. Penggabungan dua titik ini memungkinkan pemantauan arus permukaan laut, gelombang, hingga arah angin di perairan pantai utara Aceh berjalan lebih terintegrasi. HF Radar Array merupakan jaringan antena radio yang beroperasi pada frekuensi tinggi (3 hingga 30 MHz) untuk memantau permukaan laut dari daratan secara near real-time.
“BMKG memasang HF Radar Array di Ujong Batee untuk memperkuat pemantauan dinamika laut hingga jangkauan hingga 150 kilometer. Teknologi ini mampu menyediakan informasi arus permukaan laut secara berkelanjutan dan mendukung pemantauan perubahan kondisi laut, termasuk sebagai salah satu sumber data pendukung dalam sistem deteksi dini tsunami,” ujar Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, dalam siaran persnya, Kamis (8/10/2026).
Faisal menambahkan, penyediaan data real-time ini sangat vital untuk meminimalisasi risiko bencana hidrometeorologi serta mendukung keselamatan pelayaran para nelayan lokal. Perangkat modern ini terhubung langsung ke pusat pengolahan data BMKG di Jakarta dan didukung sistem pemanduan (backup) dari pusat data BMKG Bali.
Pengadaan HF Radar Array Ujong Batee merupakan bagian dari jaringan 10 titik lokasi HF Radar hasil kerja sama bilateral antara Pemerintah Indonesia dan Prancis.
Wakil Duta Besar Prancis untuk Indonesia, Timor-Leste, dan ASEAN, Fabien Penone, mengapresiasi peresmian teknologi observasi maritim ini. Ia menilai kerja sama teknis ini menjadi bukti konkret penguatan hubungan diplomatik kedua negara.
“Kemitraan jangka panjang antara AFD dan BMKG mencerminkan semakin eratnya hubungan antara Prancis dan Indonesia, menyusul peningkatan hubungan bilateral menjadi Kemitraan Strategis Komprehensif oleh Presiden Emmanuel Macron dan Presiden Prabowo Subianto di Paris pada 28 Mei 2026,” kata Fabien Penone.
Senada dengan hal itu, Country Director Agence Française de Développement (AFD) untuk Indonesia, Sandrine Boucher, menegaskan komitmen lembaganya dalam mendukung upaya mitigasi bencana dan perlindungan masyarakat pesisir di Indonesia secara berkelanjutan.
Sementara itu, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Aceh, Robby Irza, yang hadir mewakili Wakil Gubernur Aceh, menyambut positif operasionalisasi radar maritim tersebut. Menurutnya, mata pencaharian dan moda transportasi warga Aceh sangat bergantung pada sektor kelautan.
"Pemerintah Aceh menekankan bahwa keberadaan HF Radar Array bukan sekadar penghasil data teknis atau statistik, melainkan sarana untuk menyelamatkan nyawa dan penghidupan masyarakat," tegas Robby Irza.
(Emn/Nusantaraterkini.co)
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
POLITIKPolitikus PDIP: Gibran Mundur atau Hadapi Pemakzulan
Herman Saleh Harahap·19 menit yang lalu -
KRIMINALPemuda di Palembang Tewas usai Dikeroyok, Seorang Pelajar Terluka
Herman Saleh Harahap·28 menit yang lalu -
-
-
-
-
EKONOMIRico Waas Jamin Kemudahan Investasi Pengusaha India di Medan
Herman Saleh Harahap·1 jam yang lalu -
NEWSDPD Dorong Temuan BPK Ditindaklanjuti hingga ke Daerah, Soroti Persoalan yang Berulang
hendra·1 jam yang lalu -
KRIMINALKoper Berisi 2 Kg Sabu Gagal Lolos, 2 Pemuda Aceh Diciduk di Bandara Kualanamu
hendra·1 jam yang lalu -
Semua berita sudah ditampilkan