Baznas Sumsel Kejar Target Rp50 Miliar, Optimalkan 30 Persen Potensi Zakat OPD dan BUMN
Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) menargetkan optimalisasi zakat dari kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN)
Nusantaraterkini.co, PALEMBANG — Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) menargetkan optimalisasi zakat dari kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN) dan perusahaan BUMN untuk mengejar target penghimpunan dana sebesar Rp50 miliar sepanjang tahun 2026.
"Hingga saat ini, sekitar 70 persen ASN di lingkungan Pemprov Sumsel telah rutin menyalurkan Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS), sehingga masih ada 30 persen potensi yang terus kami dorong untuk dioptimalkan," ujar Kepala Baznas Sumsel, Darami, Rabu (4/3/2026).
Darami menekankan bahwa zakat profesi dari para ASN bukan sekadar pemenuhan kewajiban agama, melainkan wujud kepedulian sosial yang berdampak langsung pada pengentasan kemiskinan di Bumi Sriwijaya.
Bagi pegawai yang belum mencapai nisab zakat, pihak Baznas tetap membuka ruang kontribusi melalui skema infak dan sedekah sebagai sarana pembersihan harta sekaligus pemberdayaan masyarakat.
Selain sektor pemerintahan, Baznas Sumsel kini tengah memperkuat koordinasi dengan unit pengumpul zakat di perusahaan skala nasional dan BUMN, seperti PT Semen Baturaja dan PT Bukit Asam (PTBA).
Langkah ini diambil agar pengelolaan zakat dari perusahaan yang beroperasi di wilayah Sumatera Selatan dapat tersalurkan secara lokal dan tidak tersentralisasi di tingkat pusat.
"Kami ingin dampak sosial dari keberadaan perusahaan-perusahaan besar ini dirasakan langsung oleh masyarakat sekitar melalui program bantuan pendidikan, kesehatan, dan ekonomi yang kami kelola," imbuhnya.
Dengan didukung oleh 75 unit pengumpul zakat yang sudah terbentuk, Baznas optimistis target tahunan tersebut dapat tercapai melalui penguatan tata kelola dan transparansi penyaluran.
Dana yang terhimpun nantinya akan diprioritaskan untuk program-program yang mampu menggerakkan kemandirian umat secara berkelanjutan.
“Setiap rupiah yang terkumpul akan kembali kepada masyarakat dalam bentuk pemberdayaan nyata. Zakat bukan hanya soal memberi, tetapi menjadi instrumen penting untuk menggerakkan perubahan sosial ke arah yang lebih baik,” pungkasnya.
(Tia/Nusantarerkini.co)
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
NEWS VIDEOHerman Deru Prihatin Asap Karhutla Masih Selimuti Palembang
Fadli Tara·23 menit yang lalu -
NEWSIsu OTT di Sumut Bikin Geger, Ketua DPRD Labura Disebut Ditangkap, Ini Kata KPK
hendra·36 menit yang lalu -
KRIMINALHendak Terbang ke Kuala Lumpur, Penumpang Bawa 700 Gram Emas Digagalkan Bea Cukai
hendra·59 menit yang lalu -
NEWSFilep Wamafma Soroti DTSEN KIP Kuliah 2026: Jangan Sampai Mahasiswa Putus Kuliah
hendra·1 jam yang lalu -
NEWSKasus Lapas Cibinong, Pangeran Khairul Saleh Minta Pengunduran Diri Dirjenpas Ditangguhkan
hendra·1 jam yang lalu -
SUMSELGubernur Sumsel Bakal Perluas Kolam Retensi untuk Atasi Banjir Simpang Polda Jelang Musim Hujan
hendra·2 jam yang lalu -
NEWSFormappi Soroti Reshuffle Kabinet Prabowo-Gibran: Kini Lebih Tepat Disebut Kabinet Kompromi
hendra·2 jam yang lalu -
KRIMINALDitawar Rp300 Ribu untuk Seks, Pria di Labura Bunuh Pasangan Sesama Jenis: Satu Pelaku di Bawah Umur
hendra·3 jam yang lalu -
NEWSTak Banyak yang Tahu, Kapolri Suyudi Ario Seto Pernah Pamer Aksi Debus Bengkokkan Golok
hendra·3 jam yang lalu -
EKONOMIHarga Emas Turun Tipis ke Rp2.576.000 Per Gram, Perak Naik Menjadi Rp40.750
Rozie Winata·4 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan