Nusantaraterkini.co,MEDAN-Bencana banjir dan longsor yang terjadi di sejumlah daearah di Pulau Sumatera masih menyisakan sejumlah persoalan. Di Sumut sendiri, hingga Kamis (4/12/2025), sepuluh kabupaten/kota masih dalam status tanggap darurat.
Berdasarkan info kebencanaan yang dirilis Pusdalops PB Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumut, Kamis (4/12/2025), daerah yang masih dalam tanggap darurat, yakni Kabupaten Tapanuli Utara, Kabupaten Tapanuli Selatan, Kota Sibolga, Kabupaten Humbang Hasundutan, Kabupaten Pak Pak Bharat, Kabupaten Mandailing Natal, Kota Medan, Kabupaten Langkat, Kabupaten Deliserdang dan Kabupaten Batubara.
Baca Juga : BNPB: Korban Bencana Banjir Longsor Sumatera Capai 835 Jiwa Meninggal, 518 Orang Masih Hilang
Sementara itu sejumlah daerah yang sebelumnya menetapkan tanggap darurat sudah ditangani, sehingga tidak lagi dalam status tanggap darurat. Daerah tersebut yakni Kota Padangsidimpuan, Kota Binjai, Kabupaten Nias, Kota Tebingtinggi dan Kabupaten Asahan.
"Sementara Kabupaten Tapanuli Tengah yang merupakan daerah paling terdampak hingga saat ini masih terus dilakukan penanganan lebih intensif. Diharapkan segera ada pemulihan," kata Kepala Bidang Penanganan Darurat, Peralatan, dan Logistik BPBD Sumut Sri Wahyuni Pancasilawati, di Medan.
Pusdalops PB BPBD mencatat total 392.290 jiwa terdampak dan 12.964 jiwa mengungsi akibat serangkaian kejadian bencana. Kejadian didominasi oleh banjir, tanah longsor, dan banjir bandang yang terjadi di 17 kabupaten/kota. Tapanuli Tengah mencatat jumlah terdampak tertinggi dengan 296.454 jiwa. Sementara itu, Kabupaten Deli Serdang memiliki jumlah rumah tangga (KK) terdampak paling tinggi, yakni 77.759 KK, meskipun jumlah terdampak jiwa sedikit lebih rendah dibandingkan Tapanuli Tengah. Langkat, Deli Serdang, dan Tapanuli Tengah juga mencatatkan angka pengungsi yang tinggi, masing-masing 5.067, 816, dan 2.193 jiwa.
Baca Juga : Update Bencana Pasaman Barat: Akses Membaik, Empat Korban Masih Dicari
Korban jiwa dilaporkan mencapai 309 orang meninggal dunia dan 652 orang mengalami luka-luka di seluruh wilayah yang terkena dampak. Tapanuli Tengah menjadi daerah dengan korban meninggal dunia tertinggi, yaitu 88 jiwa. Selain itu, 165 orang dilaporkan masih hilang.
"Pengungsi di Asahan dan Batubara sudah kembali ke rumah masing-masing. Secara keseluruhan, total rumah tangga (KK) yang terdampak adalah 1.473.173, dengan 50.375 rumah tangga (KK) yang mengungsi," pungkasnya.
(Emn/Nusantaraterkini.co)
