nusantaraterkini.co, Jakarta - Kurs rupiah diperkirakan menguat awal pekan depan seiring indeks dolar (DXY) yang masih berada dalam tren pelemahan. Meski penguatannya cenderung terbatas, penurunan Greenback masih menjadi salah satu katalis positif rupiah.
Rupiah spot menguat 0,16% ke Rp 16.796 per dolar Amerika Serikat (AS) pada Jumat (11/4). Sementara DXY turun 1,10% ke level 99,75, berdasarkan Trading Economics.
Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong mengatakan penurunan DXY menjadi katalis penguatan rupiah, yang masih akan berlanjut pada awal pekan ini.
Baca Juga : Rupiah Lanjutkan Tren Penguatan, Dolar AS Tertekan di Level Rp16.760
Namun memang, penguatannya akan cenderung terbatas karena investor masih berfokus pada perkembangan seputar tarif.
"Investor juga menantikan data cadangan devisa Indonesia untuk gambaran efek intervensi," ujarnya.
Dus, rupiah diperkirakan lanjut menguat kendati terbatas mengingat sentimen baik dari dalam maupun luar masih lemah.
Baca Juga : Rupiah Menguat di Awal Pekan, Dolar AS Tertekan ke Rp16.770
Lukman memperkirakan rupiah akan bergerak dengan kisaran Rp 16.700 - Rp 16.850 per dolar AS.
Sementara pengamat mata uang, Ibrahim Assuaibi juga memproyeksikan penguatan rupiah akan berlanjut.
Meskipun ada kekhawatiran terkait tarif, tetapi Indonesia memiliki mitra dagang yang strategis dengan beberapa negara.
Terdapat enam perjanjian perdagangan yang sedang diupayakan untuk selesai yakni diantaranya, Indonesia-Canada CEPA, Indonesia-Peru CEPA, Indonesia-EU CEPA, Iran PTA.
Dan protokol amandemen Indonesia-Jepang (IJEPA) dan Trade & Investment Framework Agreement (TIFA) antara Indonesia dengan Amerika Serikat (AS).
Diharapkan, mitra ini akan bisa meningkatkan pasar ekspor Indonesia melalui penyelesaian beberapa perjanjian perdagangan bebas (FTA).
"Ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang Indonesia untuk memperluas akses pasar, meningkatkan ketahanan dagang, dan membuka lapangan kerja baru," terangnya.
Ibrahim memperkirakan rupiah akan bergerak fluktuatif, tetapi ditutup menguat direntang Rp 16.740 - Rp 16.800 per dolar AS.
(wiwin/Nusantaraterkini.co)
