Wisuda Periode IV USU, Rektor: Dunia Kerja Kini Lebih Utamakan Skill Ketimbang Gelar
Rektor USU sebut dunia kerja kini lebih utamakan skill daripada gelar. Simak 4 tips penting bagi lulusan baru!
Nusantaraterkini.co, MEDAN - Rektor Universitas Sumatera Utara (USU), Prof. Dr. Muryanto Amin, S.Sos., M.Si., mengingatkan para lulusan, bahwa dunia kerja global tengah mengalami perubahan dalam pola perekrutan tenaga kerja.
Pesan tersebut disampaikan Muryanto dalam pidatonya pada Wisuda USU Periode IV Tahun Akademik 2025/2026 yang diikuti 5.263 wisudawan di Auditorium USU, Medan, Jumat (28/8/2026).
Menurutnya, gelar akademik tidak lagi menjadi satu-satunya ukuran utama, karena perusahaan semakin menitikberatkan penilaian pada kompetensi, pengalaman dan keterampilan nyata.
Muryanto memaparkan terjadi perubahan tren perekrutan tenaga kerja di tingkat global berdasarkan Future of Jobs Report 2025 yang diterbitkan World Economic Forum (WEF). Di mana, sebanyak 84 persen perusahaan memperkirakan pengalaman kerja akan tetap menjadi mekanisme utama dalam menilai keterampilan calon pekerja.
Sementara itu, hanya sekitar 43 persen perusahaan yang memperkirakan tingkat pendidikan tinggi masih menjadi mekanisme utama dalam menilai kemampuan kandidat.
“Data ini tidak berarti perusahaan tidak lagi membutuhkan lulusan perguruan tinggi. Data ini menjelaskan bahwa pemberi kerja kini semakin berhati-hati dan tidak lagi menjadikan gelar sebagai satu-satunya ukuran kemampuan,” ujar Muryanto.
Ia mengatakan, perusahaan saat ini semakin membutuhkan bukti konkret mengenai kemampuan seorang calon pekerja. Pengalaman dalam menyelesaikan persoalan, penggunaan teknologi, kemampuan beradaptasi, hingga kontribusi yang mampu diberikan menjadi faktor penting dalam proses perekrutan.
Dalam pidatonya, Muryanto juga mengajak para wisudawan meneladani kepemimpinan CEO Microsoft, Satya Nadella, dalam menghadapi perubahan.
Menurut dia, sejak memimpin Microsoft pada 2014, Nadella mendorong perubahan budaya organisasi dari pola pikir know-it-all atau merasa telah mengetahui segalanya menjadi learn-it-all, yakni sikap untuk terus belajar dan terbuka terhadap pengetahuan baru.
Muryanto menilai, prinsip tersebut relevan dengan tantangan yang akan dihadapi para lulusan USU setelah memasuki dunia profesional.
“Pendidikan tinggi dan gelar akademik memang menjadi sarana pembuka jalan untuk masuk ke dunia industri. Namun, keberlanjutan karier seseorang ditentukan oleh skills, kemampuan belajar, kemampuan beradaptasi, empati kemanusiaan (human sensitivity), serta kepemimpinan,” katanya.
Muryanto juga mengingatkan para lulusan terhadap perubahan kebutuhan kompetensi di masa mendatang. Berdasarkan proyeksi WEF, sekitar 39 persen keterampilan inti dalam pekerjaan diperkirakan mengalami perubahan hingga 2030 seiring perkembangan teknologi dan semakin kompleksnya persoalan di dunia industri.
Karena itu, ia menekankan pentingnya reskilling dan upskilling agar lulusan tidak berhenti belajar setelah memperoleh ijazah.
“Ijazah yang Saudara pegang tentu tidak memiliki tanggal kedaluwarsa secara administratif. Namun, pengetahuan dan keterampilan di dalamnya akan kehilangan relevansi jika tidak terus diperbarui,” tegasnya.
Ia menegaskan, gelar akademik seharusnya tidak dimaknai sebagai tanda bahwa seseorang telah selesai belajar. Sebaliknya, gelar merupakan fondasi untuk melanjutkan proses belajar sepanjang hayat.
Di hadapan ribuan lulusan, Muryanto menyampaikan empat hal penting yang perlu diperhatikan agar kompetensi mereka tetap relevan di tengah perubahan dunia kerja.
Pertama, mengubah pengetahuan menjadi kemampuan memecahkan masalah. Lulusan tidak cukup hanya mampu memahami dan menjelaskan teori. Pengetahuan tersebut harus digunakan untuk membaca situasi, menemukan akar persoalan, menyusun solusi, hingga menghasilkan tindakan nyata.
Kedua, membangun bukti kompetensi melalui portofolio. Berbagai pengalaman selama kuliah, mulai dari penelitian, analisis, kegiatan organisasi, hingga proyek sosial, perlu didokumentasikan sebagai bukti kemampuan dan kontribusi.
Ketiga, memperbarui keterampilan secara berkelanjutan. Lulusan didorong untuk mengikuti perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dan berbagai perangkat digital, sekaligus memperkuat kemampuan bahasa dan mengikuti sertifikasi yang relevan dengan bidang masing-masing.
Keempat, menjaga karakter, reputasi, dan integritas. Menurut Muryanto, keterampilan memang memungkinkan seseorang menyelesaikan pekerjaan, tetapi karakter, kejujuran, dan integritas menentukan apakah seseorang dapat dipercaya dan membangun reputasi dalam jangka panjang.
Mengakhiri pidatonya, Muryanto mengingatkan wisudawan bahwa perjalanan setelah memperoleh gelar justru merupakan awal dari proses pembelajaran yang lebih panjang.
Ia menekankan reputasi seorang sarjana tidak ditentukan oleh seberapa sering gelar akademik dicantumkan di belakang nama, tetapi oleh konsistensi dalam menggunakan ilmu, keterampilan, dan pengalaman untuk memberikan solusi serta menciptakan manfaat bagi masyarakat.
(Cw2/Nusantaraterkini.co)
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
POLITIKRUU Pemilu, Hensa Ingatkan Threshold Jangan Mengabaikan Suara Pemilih
Herman Saleh Harahap·21 menit yang lalu -
-
POLITIKVideo Call Saat Rapat, Formappi Minta MKD Panggil Moreno Soeprapto
Herman Saleh Harahap·54 menit yang lalu -
SUMUTAktivis Madina Soroti Kinerja Sagtas PETI, Minta Segera Tindak Aktor Intelektual dan Pendana
Herman Saleh Harahap·1 jam yang lalu -
EKONOMISertifikasi Halal DIminta Tak Jadi Beban Baru bagi UMKM
Herman Saleh Harahap·1 jam yang lalu -
NEWSTNI Raih Empat Rekor MURI Melalui Kegiatan Bersama Masyarakat
Herman Saleh Harahap·4 jam yang lalu -
NEWSMagangHub Batch 2 Dimulai Hari Ini, Peserta Diminta Bersiap
Herman Saleh Harahap·4 jam yang lalu -
E-SportKlasemen MPL ID S18: TLID Kokoh di Puncak, EVOS Beri Kejutan, Peluang RRQ Menipis
Herman Saleh Harahap·5 jam yang lalu -
NEWSWorld Cleanup Day 2026, Wali Kota Binjai Ajak Warga Jadikan Gotong Royong Budaya
hendra·11 jam yang lalu -
E-SportKejar Peningkatan Prestasi Nasional, ESI Sumut Gelar Kejurprov Esport 2026
Herman Saleh Harahap·12 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan