Wamenag: Peran Keluarga Fondasi Utama Cegah Budaya LGBTQ
Wamenag tegaskan pentingnya peran keluarga dan pendidikan dini untuk cegah budaya LGBTQ demi ketahanan bangsa
Nusantaraterkini.co, BOGOR - Wakil Menteri Agama (Wamenag) Romo Muhammad Syafi'i menegaskan peran penting keluarga bagi ketahanan bangsa, termasuk dalam mencegah penyebaran budaya Lesbian, Gay, Biseksual, Transgender, dan Queer (LGBTQ).
Pesan ini disampaikannya saat nikah massal 50 pasangan pengantin di Masjid Agung Baitul Faizin, Bogor, Sabtu (18/7/2026).
Romo mengatakan, saat ini Kementerian Agama tangah melakukan insersi kurikulum melalui penyusunan materi edukasi mengenai pencegahan penyebaran budaya LGBTQ. Langkah ini juga sekaligus menjadi upaya penguatan ketahanan keluarga dan karakter bangsa.
Menurutnya, pernikahan adalah mitsaqan ghalizha ikatan yang suci, luhur, dan kokoh dalam ajaran Islam. Penguatan pendidikan mengenai nilai-nilai keluarga menjadi salah satu langkah preventif menghadapi berbagai tantangan sosial yang berkembang di masyarakat.
"Kementerian Agama sedang menyusun kurikulum agar anak-anak dari SD, SMP, SMA diperkenalkan bagaimana bahayanya LGBTQ," ujarnya.
Ia menyebut penyusunan kurikulum tersebut menjadi bagian dari upaya membangun ketahanan bangsa sejak usia dini melalui jalur pendidikan. Menurutnya, keluarga merupakan fondasi utama yang menentukan kokohnya kehidupan masyarakat hingga negara.
Selain kurikulum pendidikan, Majelis Ulama Indonesia (MUI) juga sedang menyusun naskah akademik sebagai dasar pembentukan regulasi mengenai pelarangan LGBTQ.
"Majelis Ulama Indonesia sedang menyusun naskah akademik membuat undang-undang pelarangan LGBTQ sehingga kegiatan LGBTQ yang terbuka, ketika undang-undang ini lahir, bisa dikenakan hukuman pidana karena berpotensi menghancurkan kehidupan bangsa Indonesia," ujarnya.
Menurut Romo, penguatan keluarga tidak berhenti pada prosesi akad nikah. Ia menilai pernikahan merupakan ibadah terpanjang dalam kehidupan seorang muslim sekaligus fondasi bagi lahirnya generasi yang kuat.
Di hadapan 50 pasangan pengantin, ia menggambarkan pernikahan sebagai ikatan yang bukan hanya menyatukan dua individu, tetapi juga menghadirkan ketenteraman, menjaga martabat manusia, serta melahirkan generasi penerus bangsa.
Pada penghujung kegiatan, Romo menegaskan bahwa pembangunan bangsa tidak hanya ditentukan oleh pembangunan fisik dan ekonomi, tetapi juga oleh kualitas keluarga sebagai unit terkecil masyarakat. Karena itu, menurutnya, penguatan pendidikan, pembinaan keluarga, dan layanan pernikahan harus menjadi satu kesatuan dalam membangun ketahanan nasional.
"Pernikahan ini membuat ketenteraman. Pada akhirnya, ia menguatkan fondasi kehidupan masyarakat dan mengukuhkan fondasi kehidupan bangsa dan negara," pungkasnya.
(zie/Nusantaraterkini.co)
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
NEWS VIDEOSultan B. Najamudin Dorong Kolaborasi TNI dan Pemda Percepat Pembangunan di Daerah
Fadli Tara·5 menit yang lalu -
NEWS VIDEOGubernur Herman Deru Tegaskan Banpres Karhutla Rp100 Miliar Digunakan Sesuai Prosedur
Fadli Tara·12 menit yang lalu -
KESEHATANCegah HIV/AIDS, Rutan Kabanjahe Skrining Kesehatan Warga Binaan
Rozie Winata·13 menit yang lalu -
NASIONALPrabowo Takziah ke Rumah Megawati, Sampaikan Duka Cita atas Wafatnya Guruh Soekarnoputera
Rozie Winata·24 menit yang lalu -
KESEHATANRS Adam Malik Perkuat Layanan Jantung dengan Teknologi PFA untuk Tangani Pasien Aritmia
Rozie Winata·36 menit yang lalu -
E-SportTimnas MLBB Indonesia Takluk 0-2 dari Malaysia di Asian Games 2026
Herman Saleh Harahap·40 menit yang lalu -
KRIMINALBelum Jera, Residivis Narkoba di Medan Kota Kembali Diringkus Polisi, 7 Paket Sabu Siap Edar Diamankan
Rozie Winata·56 menit yang lalu -
NASIONALFilep Wamafma Usulkan Pembentukan Dinas Khusus Masyarakat Adat untuk Perkuat Otsus Papua
Rozie Winata·1 jam yang lalu -
EKONOMIRupiah Kembali Tembus Rp18.000 per Dolar AS, Tekanan Global Jadi Sorotan
hendra·1 jam yang lalu -
EKONOMIHarga Emas Antam Anjlok ke Rp2.580.000 Per Gram, Buyback Ikut Turun Tajam
Rozie Winata·1 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan