Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Ungkap Motif Pembacokan Jaksa Kejari Deliserdang, Kuasa Hukum: Kepot Kesal Dimintai Uang hingga Burung

Editor :  Rozie Winata
Reporter :  Redaksi
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Dedi Pranoto Kuasa Hukum Kepot di Polda Sumut, Senin (25/5/2025). (Foto: dok ist)

Nusantaraterkini.co, MEDAN - Kuasa Hukum dari tersangka Alpa Patria Lubis alias Kepot, Dedi Pranoto mengungkap motif pembacokan yang dilakukan pihak kliennya kepada Jaksa Kejari Deliserdang Jhon Wesly Sinaga (53) dan Staf TU Kejari bernama Acsensio Hutabarat (25).

Dedi menyebutkan, pembacokan itu lantaran Kepot merasa kesal dimintai uang hingga burung oleh korban.

"Dia (Kepot) merasa kesal, seolah dimanfaatkan saja, disitu (kemarahannya) memuncak," katanya kepada wartawan di Polda Sumut, Senin (26/5/2025).

Baca Juga: Polda Sumut Tangkap Dua Pelaku Pembacokan Jaksa dan Staf Kejari Deliserdang di Kotarih Sergai

Dedi menjelaskan, dari pernyataan Kepot, masalah ini bermula dari tahun 2024. Saat itu Kepot tersangkut masalah hukum, yakni penganiayaan dan pengrusakan.

Kepot menjelaskan, sambung Dedi, dimintai uang beberapa kali dari Rp30-60 juta. Namun terakhir, korban meminta diberikan burung oleh Kepot.

"Dari situlah bahwasanya Kepot sampai sekarang merasa kesal kepada oknum tersebut. Disitulah masalah memuncak. Jadi dia (Kepot) mau ngasi pelajaran aja kepada korban," tandasnya.

Baca Juga: Pembacokan Jaksa dan Pegawai Kejari Deliserdang Diduga Ada Kaitan dengan Penanganan Perkara

Seperti diketahui, dalam kasus ini Kepot menjadi otak pelaku dan sebagai eksekutornya (pelaku pembacokan) adalah Surya Darma alias Gallo.

Direktur Reskimum Polda Sumut Brigjen Pol Sumaryono sebelumnya mengatakan, penangkapan terhadap dua pelaku dilakukan di dua lokasi yang berbeda. Untuk Kepot penangkapan dilakukan di sekitar Jalan Pancing Medan pada, Sabtu (24/5/2025) pukul 23.00 WIB dan Gallo ditangkap pada Minggu (25/5/2025) di Binjai pukul 04.30 WIB.

"Kedua tersangka juga merupakan residivis kasus 365 (pencurian dengan kekerasan/perampokan)," sebutnya.

(Zie/Nusantaraterkini.co)