Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

MSCI Perpanjang Evaluasi Status Pasar Indonesia, CELIOS: Momentum Percepat Reformasi Pasar Modal

MSCI memperpanjang evaluasi status pasar Indonesia hingga November 2026. CELIOS menilai hal ini menjadi momentum reformasi pasar modal.

Bagikan:
Pengamat Ekonomi CELIOS, Nailul Huda, menilai perpanjangan evaluasi MSCI tidak semestinya dipandang sebagai sentimen negatif, Jumat (26/6/2026).(foto: istimewa)
Pengamat Ekonomi CELIOS, Nailul Huda, menilai perpanjangan evaluasi MSCI tidak semestinya dipandang sebagai sentimen negatif, Jumat (26/6/2026).(foto: istimewa)
A A

Nusantaraterkini.co, JAKARTA – Keputusan perusahaan penyedia indeks pasar saham dan layanan analisis investasi Morgan Stanley Capital International () memperpanjang evaluasi status pasar saham Indonesia sebagai hingga November 2026 dinilai menjadi peluang bagi Indonesia untuk mempercepat reformasi pasar modal.

Pengamat Ekonomi dari Center of Economic and Law Studies (), , menilai keputusan tersebut tidak semestinya dipandang sebagai sentimen negatif.  Menurutnya, perpanjangan evaluasi justru memberikan ruang bagi pemerintah dan otoritas pasar modal untuk menyelesaikan berbagai pembenahan yang selama ini menjadi perhatian investor global.

"Perpanjangan evaluasi ini harus dimanfaatkan sebagai momentum mempercepat reformasi pasar modal. Yang paling penting bukan sekadar mempertahankan status, tetapi memastikan memiliki transparansi, tata kelola, dan perlindungan investor yang semakin baik sehingga mampu meningkatkan kepercayaan investor dalam jangka panjang," ujar Nailul, Jumat (26/6/2026).

Ia menilai sejumlah aspek, mulai dari transparansi kepemilikan saham, keterbukaan informasi emiten, likuiditas pasar, hingga kepastian regulasi perlu menjadi prioritas. Menurutnya, konsistensi implementasi kebijakan akan menjadi indikator penting dalam penilaian investor internasional.

"Reformasi yang dilakukan harus nyata dan terukur. Investor tidak hanya melihat regulasi yang diterbitkan, tetapi juga bagaimana implementasinya di lapangan. Semakin baik kualitas tata kelola pasar modal, semakin besar peluang Indonesia menarik arus investasi," katanya.

Sementara itu, anggota Komisi XI DPR, , mengatakan keputusan MSCI harus menjadi pengingat bagi seluruh pemangku kepentingan untuk mempercepat pembenahan pasar modal.

Menurut Marwan, Otoritas Jasa Keuangan (), (BEI), dan Kustodian Sentral Efek Indonesia () perlu mempercepat implementasi reformasi yang telah dirancang, mulai dari peningkatan transparansi struktur kepemilikan saham, penguatan ketentuan free float, penyempurnaan sistem pelaporan transaksi, hingga penguatan pengawasan terhadap praktik manipulasi pasar.

Ia juga mendorong agar regulator menyampaikan perkembangan reformasi secara berkala sehingga investor dapat menilai komitmen Indonesia dalam meningkatkan kualitas pasar modal menjelang evaluasi akhir pada November 2026.

Selain itu, Komisi XI DPR akan melakukan evaluasi bersama pemerintah dan regulator terhadap efektivitas regulasi pasar modal, termasuk aspek keterbukaan informasi, tata kelola emiten, serta harmonisasi kebijakan dengan standar pasar keuangan global.

Dengan masih tersedianya waktu hingga evaluasi akhir, kalangan ekonom dan legislatif berharap Indonesia dapat memanfaatkan momentum tersebut untuk memperkuat fondasi pasar modal agar semakin kredibel, efisien, dan memiliki daya saing yang lebih tinggi di tingkat internasional. 

(LS/Nusantaraterkini.co)

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait

Berita Terbaru