Tindakan "Pembersihan Etnis" Presiden Palestina Mahmoud Abbas Kecam Operasi Militer Israel
Kantor Presiden Palestina Mahmoud Abbas pada Senin (3/2/2025) mengecam operasi militer Israel di Tepi Barat sebagai tindakan "pembersihan etnis".
Nusantaraterkini.co, JAKARTA - Kantor Presiden Palestina Mahmoud Abbas pada Senin (3/2/2025) mengecam operasi militer Israel di Tepi Barat sebagai tindakan "pembersihan etnis".
Tindakan tersebut direspons setelah diketahui pasukan Israel telah menewaskan 70 orang di wilayah tersebut sepanjang tahun ini.
Juru Bicara Abbas, Nabil Abu Rudeineh, dalam sebuah pernyataan menyatakan, presiden Palestina mengecam perluasan perang oleh otoritas pendudukan terhadap warga Palestina di Tepi Barat.
Dia menekankan, operasi tersebut merupakan bagian dari rencana Israel untuk menggusur warga dan melakukan pembersihan etnis.
"Kami telah mencatat 70 martir di Tepi Barat sejak awal tahun ini, termasuk 10 anak-anak, satu wanita, dan dua orang tua di antara yang tewas," ungkap Kementerian Kesehatan Palestina di Ramallah.
Baca Juga : Terbukti Langgar Kode Etik, DKPP RI Berikan Peringatan Keras ke KPU Madina
Kementerian tersebut mengonfirmasi kepada AFP, mereka dibunuh oleh pasukan pendudukan Israel.
Data yang diperoleh menunjukkan, 38 orang tewas di Jenin dan 15 di Tubas, keduanya terletak di utara Tepi Barat. Satu orang juga dilaporkan tewas di Yerusalem Timur yang dianeksasi oleh Israel.
Militer Israel melancarkan serangan besar-besaran di Tepi Barat pada 21 Januari, yang ditujukan untuk membasmi kelompok bersenjata Palestina di wilayah Jenin.
"Kami menuntut campur tangan pemerintah AS sebelum terlambat, untuk menghentikan agresi Israel yang sedang berlangsung terhadap rakyat dan tanah kami," kata Rudeineh kepada kantor berita resmi Palestina, WAFA, dilansir dari Kompas.com.
Baca Juga : Banjir Bandang Terjang Kabupaten Bima, Enam Orang Hanyut, Dua Meninggal
Pernyataan ini disampaikan bertepatan dengan kunjungan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu ke Washington.
Pada Minggu, militer Israel melaporkan bahwa lebih dari 50 orang dari kelompok bersenjata telah tewas selama operasi yang dimulai pada 21 Januari dan dalam serangan udara yang dilakukan pada minggu sebelumnya.
Di AS, Netanyahu diharapkan memulai pembicaraan mengenai fase kedua gencatan senjata Israel dengan Hamas di Gaza pada Senin. Untuk tahap selanjutnya diharapkan mencakup pembebasan tawanan yang tersisa dan diskusi mengenai penyelesaian perang yang lebih permanen. (rsy/nusantaraterkini.co)
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
KOTA MEDANPemko Medan Kembangkan Layanan Publik Berbasis WhatsApp-AI
Herman Saleh Harahap·1 jam yang lalu -
SEPAKBOLALiga 2: Sumsel United Raih Poin Penuh di Kandang Persiraja Banda Aceh 2-1
Herman Saleh Harahap·1 jam yang lalu -
SUMUTPemprov Sumut dan DPR RI Komitmen Tingkatkan Pelayanan Haji 2027
Herman Saleh Harahap·1 jam yang lalu -
KESEHATANMuara Enim Jadi Lokasi Uji Coba Reformasi JKN Kemenkes
Herman Saleh Harahap·2 jam yang lalu -
NASIONALWamenaker: Pelindungan Peserta Pemagangan Luar Negeri Jadi Prioritas
Herman Saleh Harahap·2 jam yang lalu -
PAPUA TERKINIMRP Minta Dukungan DPD Percepat Pembentukan Provinsi Papua Utara
Herman Saleh Harahap·3 jam yang lalu -
-
EKONOMIEkspor Naik, Neraca Perdagangan Sumut Surplus US$731 Juta
Herman Saleh Harahap·3 jam yang lalu -
SUMUTDinsos Sumut Salurkan Bantuan Pascabencana ke 13.702 Keluarga
Herman Saleh Harahap·4 jam yang lalu -
NEWS VIDEOKejagung Bongkar Dugaan Korupsi Pengadaan Motor MBG Rp1,2 Triliun
Fadli Tara·4 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan