Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Terisolir Pascabencana, Warga Desa Sibio Bio Tapteng Bertaruh Nyawa untuk Seberangi Sungai

Editor :  Rozie Winata
Reporter :  Redaksi
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Warga harus menyeberangi sungai karena tiga jembatan yang menjadi akses jalan penghubung Desa Sibio-Bio dan Desa Muara Sibuntuon masih rusak usai diterjang bencana banjir pada akhir November 2025 lalu. (Foto: dok nusantaratetkini.co)

Nusantaraterkini.co, TAPTENG - Warga Desa Sibiobio, Kecamatan Sibabangun, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) harus pasrah dan mempertaruhkan nyawanya saat melintasi arus sungai untuk pulang dan pergi dari dan menuju kampung halaman mereka.

Derasnya arus Sungai Muara Sibuntuon memaksa warga harus melewatinya untuk membawa logistik makanan menuju Desa Sibiobio.

Baca Juga : Terisolir Pascabencana, Warga Sibio-bio Tetap Panggul Hasil Bumi Demi Bertahan Hidup

Pascabencana, akses menuju desa tersebut hanya dapat ditempuh dengan berjalan kaki dan menyeberangi sungai dengan jarak tempuh 3 - 4 jam.

Baca Juga : Jurnalis Sibolga-Tapteng Gelar Tabur Bunga untuk Keluarganya yang Meninggal dalam Bencana Banjir Bandang

Namun, setelah melewati arus sungai deras di mana kendaraan roda 2 dipanggul bersama- sama untuk menyebrang menuju jalur yang masih memerlukan kewaspadaan tinggi.

Kepala Desa Sibiobio, Damianus Zendrato mengatakan, desanya memiliki empat dusun yang dihuni sekitar 200 Kepala Keluarga (KK). Dia berharap, pasca 3 bulan bencana, jalur infrastruktur, jaringan listrik harus menjadi prioritas yang mereka sampaikan.

Baca Juga : Pastikan Siswa Masuk Sekolah, TNI Gercep Bersihkan Lumpur Susulan di SDN Lopian 2 Tapteng

"Desa kami hingga saat ini masih terisolir pascabencana 25 November 2025 lalu. Warga terpaksa harus bertarung nyawa membawa logistik ke desa ini," tuturnya, Sabtu (21/2/2026). 

Baca Juga : Sibolga Dihantam Penjarahan Usai Banjir, Polisi Amankan 16 Warga dan Perketat Pengamanan

Damianus menyebut, sebelumnya warga tidak bisa melewati sungai itu saat hujan dengan intensitas tinggi mengguyur Desa Muara Sibuntuon dan Desa Sibiobio.

Seorang warga, Harisman Zebua mengatakan, kondisi tersebut menunjukkan perlunya perhatian serius pemerintah terhadap infrastruktur penghubung kedua desa.

Harisman berharap jembatan permanen menjadi kebutuhan mendesak, karena selama ini sungai yang diseberangi menjadi satu-satunya akses utama masyarakat untuk beraktivitas, termasuk kegiatan ekonomi dan pendidikan.

"Berharap kami pemerintah itu hadir dan segera merealisasikan pembangunan jembatan serta meningkatkan sistem mitigasi bencana untuk mencegah risiko korban jiwa kemudian hari, jika tidak ya resiko jumlah kematian juga akan meningkat,” katanya.

(Tim/nusantaratetkini.co)