Nusantaraterkini.co, JAKARTA - Bulan Ramadan identik dengan perubahan pola makan dan aktivitas. Banyak orang bertanya-tanya, apakah tetap bisa olahraga saat berpuasa? Atau justru berbahaya karena tubuh tidak mendapat asupan makanan dan minuman selama lebih dari 12 jam?
Pertanyaan tentang waktu olahraga saat puasa menjadi topik yang paling sering dibahas setiap bulan Suci Ramadan tiba. Apalagi bagi remaja, pekerja kantoran, sampai orangtua yang ingin tetap sehat tanpa mengganggu ibadah.
Lalu, kapan waktu terbaik olahraga saat puasa? Apakah puasa benar-benar bisa menurunkan kolesterol? Dan bagaimana cara berolahraga yang aman dalam kondisi perut kosong?
Baca Juga : Polri Sarankan Pemudik Titip Kendaraan dan Barang Berharga ke Kantor Polisi
Maka dari itu, nusantaraterkini.co mencoba untuk memberikan penjelasan perihal waktu yang tepat untuk berolahraga saat berada di Bulan Suci Ramadan.
Kapan Waktu Olahraga yang Baik saat Puasa?
Menentukan waktu olahraga saat puasa sangat penting agar tubuh tidak kelelahan dan tetap aman. Secara umum, ada tiga waktu yang direkomendasikan:
1. Menjelang Berbuka Puasa (30–60 Menit Sebelum Maghrib)
Baca Juga : Lailatul Qadar, Malam Penuh Rahmat yang Lebih Baik dari Seribu Bulan
Ini adalah waktu favorit banyak orang untuk berolahraga. Alasannya;
*Saat itu tubuh sudah hampir menyelesaikan waktu puasa
*Setelah olahraga, kalian bisa langsung berbuka untuk mengganti energi
Baca Juga : Gelar Buka Puasa Bersama, Kapolres Soroti SItuasi Kamtibmas di Batubara
*Risiko dehidrasi bisa segera diatasi.
Olahraga yang cocok dilakukan saat berada di Bulan Suci Ramadan yakni; jalan santai, jogging ringan, bersepeda santai, stretching atau yoga ringan.
Namun, hindari olahraga intensitas tinggi karena kadar gula darah sedang rendah.
Baca Juga : Awal Ramadhan dan Nyepi 2024 Berdekatan, Menag Yaqut: Mari Saling Hormati, Momentum Introspeksi
2. Setelah Berbuka Puasa (1–2 Jam Setelah Makan)
Ini juga termasuk waktu olahraga saat puasa yang paling aman. Apabila memilih waktu setelah berbuka untuk berolahraga juga mempunyai keunggulan, yakni;
*Tubuh sudah mendapatkan energi dari makanan
Baca Juga : Tradisi Ziarah Jelang Ramadan 2026: Penjual Bunga di TPU Sei Batu Gingging Medan Panen Rezeki
*Risiko pusing atau lemas lebih kecil, dan
*Bisa melakukan olahraga dengan intensitas sedang
Pastikan, kalian tidak langsung olahraga setelah makan berat. Minimal 60-90 menit setelah makan. Tujuannya, agar makanan tercerna dengan baik.
Baca Juga : Cegah Dehidrasi Selama Bulan Puasa, Berikut Tips Jaga Pola Minum
Saran olahraga yang cocok dilakukan setelah berbuka puasa, yakni; Gym ringan, latihan beban, dan berenang.
3. Setelah Tarawih
Bagi yang memiliki waktu luang di malam hari, olahraga setelah salat Tarawih juga pilihan yang baik. Tubuh sudah mendapat asupan makanan dan cairan.
Namun, jangan terlalu larut malam agar waktu istirahat tetap cukup.
Apakah Puasa Bisa Menurunkan Kolesterol?
Pertanyaan ini sering muncul, terutama bagi mereka yang tengah berusia 30 tahun ke atas.
Secara umum, puasa bisa membantu menurunkan kadar kolesterol jika dilakukan dengan pola makan yang sehat. Karena, saat berpuasa;
*Tubuh menggunakan cadangan lemak sebagai sumber energi
*Proses metabolisme mengalami penyesuaian
*Kadar trigliserida bisa menurun jika tidak berlebihan saat berbuka
Namun, efek ini sangat tergantung pada pola makan saat sahur dan berbuka.
Jika berbuka dengan gorengan berlebihan, makanan tinggi lemak jenuh, minuman manis berlebihan, maka manfaat puasa terhadap kolesterol bisa hilang.
Namun, apabila saat sahur dan berbuka mengonsumsi; buah dan sayur, protein tanpa lemak, karbohidrat kompleks, air putih yang cukup. Puasa dengan menu seperti ini berpotensi membantu memperbaiki kolesterol. Dan hasilnya akan lebih optimal apabila ditambah dengan olahraga ringan secara rutin.
Bolehkah Olahraga saat Perut Kosong?
Olahraga saat perut kosong atau fasted cardio sebenarnya aman dilakukan, selama:
*Intensitas ringan hingga sedang
*Tidak memiliki riwayat penyakit tertentu
*Tidak merasa pusing atau lemas berlebihan
Bagi usia remaja hingga dewasa muda (14–30 tahun), biasanya tubuh masih cukup kuat melakukan aktivitas ringan menjelang berbuka.
Namun bagi penderita diabetes, punya riwayat tekanan darah rendah dan masalah lambung akut, sebaiknya konsultasi dengan dokter sebelum rutin berolahraga saat puasa.
Jangan memaksakan diri. Ingat, tujuan olahraga saat puasa adalah menjaga kebugaran, bukan mengejar performa maksimal.
Bagaimana Cara Berolahraga dalam Keadaan Puasa?
Agar aman dan tetap efektif, berikut panduan cara berolahraga saat puasa:
1. Pilih Intensitas Ringan hingga Sedang
Saat sedang berpuasa, sebaiknya kalian melakukan olahraga dengan intensitas ringan hingga sedang. Misalnya, kalian bisa melakukan olahraga seperti jalan cepat (20-30 menit), Yoga, Pilates, Bodyweight ringan.
Hindari latihan ekstrem yang menguras tenaga.
2. Perhatikan Durasi
Durasi ideal saat puasa adalah 20–40 menit. Tidak perlu terlalu lama.
3. Cukupi Cairan saat Sahur dan Berbuka
Gunakan pola 2-4-2 dengan rincian seperti berikut;
* 2 gelas saat berbuka
* 4 gelas malam hari
* 2 gelas saat sahur
Dengan melakukan hal seperti ini, kalian akan terhindar dari dehidrasi. Mengingat, dehidrasi adalah risiko terbesar olahraga saat puasa.
4. Konsumsi Nutrisi Seimbang
Saat sahur ada baiknya kalian untuk mengonsumsi nutrisi seimbang seperti karbohidrat kompleks (nasi merah, oatmeal), protein (telur, ayam, tahu), serta serat.
Nah, saat berbuka ada baiknya kalian bisa mengonsumsi kurma secukupnya, air putih, dan hindari langsung makanan berat berlemak.
5. Dengarkan Tubuh Anda
Setiap orang memiliki kondisi fisik berbeda. Jangan bandingkan diri dengan orang lain. Jika merasa sangat lelah, lebih baik istirahat.
Jika dilakukan dengan benar, olahraga saat puasa memberikan banyak manfaat, seperti;
*Menjaga berat badan tetap stabil
*Membantu mengontrol kolesterol
*Meningkatkan metabolisme
*Menjaga kebugaran jantung
*Mengurangi stres
Kombinasi puasa dan olahraga ringan bahkan bisa membantu proses pembakaran lemak lebih efektif.
Waktu olahraga saat puasa yang paling direkomendasikan adalah menjelang berbuka atau 1–2 jam setelah berbuka. Keduanya aman selama dilakukan dengan intensitas ringan hingga sedang.
Puasa juga berpotensi menurunkan kolesterol, terutama jika diimbangi pola makan sehat dan olahraga rutin.
Olahraga dalam keadaan perut kosong diperbolehkan, tetapi harus disesuaikan dengan kondisi tubuh masing-masing.
Yang terpenting, jangan memaksakan diri. Ramadan adalah bulan ibadah sekaligus momen menjaga kesehatan secara seimbang. Tetap aktif, tetap sehat, dan tetap fokus beribadah. Semoga bermanfaat!!!
(Akb/nusantaraterkini.co)
