Nusantaraterkini.co, JAKARTA – Ketua MPR RI Ahmad Muzani menerima kunjungan resmi Ketua Majelis Nasional Korea Selatan, Woo Won-shik, di Kompleks Parlemen, Senayan, Kamis (22/1/2026). Selain menegaskan komitmen penguatan investasi dan perdagangan, pertemuan tersebut diwarnai apresiasi tinggi terhadap aksi heroik seorang WNI yang menyelamatkan warga lansia Korea Selatan dari musibah kebakaran.
Ahmad Muzani mengungkapkan bahwa pertemuan berlangsung penuh keakraban sebagai cerminan eratnya hubungan bilateral kedua negara di berbagai sektor strategis.
Baca Juga : MPR Dorong Percepatan Pembahasan RUU Perubahan Iklim
“Pertemuan berlangsung penuh keakraban, bahkan diselingi canda. Ini menandakan hubungan Indonesia dan Korea Selatan sudah sangat baik dan bersahabat,” ujar Muzani.
Salah satu momen berkesan dalam diskusi tersebut adalah saat Woo Won-shik menceritakan kisah Sugianto, seorang warga negara Indonesia yang menjadi sorotan publik Korea Selatan. Sugianto dinilai menunjukkan keberanian luar biasa saat menyelamatkan sejumlah lansia dalam sebuah insiden kebakaran.
“Tindakan Sugianto sangat mengesankan masyarakat Korea Selatan. Bahkan Presiden Korea Selatan mengundangnya secara khusus ke Istana Biru di Seoul untuk memberikan penghormatan,” kata Muzani.
Menurutnya, peristiwa ini membuktikan bahwa keberadaan WNI di Korea Selatan telah menjadi jembatan persahabatan sejati antarbangsa.
Di sisi ekonomi, Ketua Parlemen Korea Selatan menyampaikan komitmen investasi berkelanjutan, namun juga menitipkan catatan terkait beberapa kendala operasional yang dihadapi investor Korea di Tanah Air.
Menanggapi hal itu, Muzani menegaskan komitmen MPR RI untuk mendorong terciptanya iklim investasi yang lebih kondusif dan lancar melalui komunikasi dengan para pemangku kepentingan.
Baca Juga : Tindak Kekerasan Meningkat, MPR Desak Ciptakan Ruang Aman di Sektor Pendidikan
“Harapannya, berbagai persoalan tersebut dapat dikomunikasikan dengan baik, sehingga iklim investasi kedua negara semakin lancar,” tambah politikus Gerindra tersebut.
Pertemuan ini ditutup dengan kesepahaman untuk terus mendukung kepastian hukum dan kenyamanan bagi investor asing yang berkontribusi nyata terhadap stabilitas ekonomi nasional kedua negara.
(Cw1/Nusantaraterkini.co)
