Susu Ikan pada Program Makan Bergizi Gratis Bagus untuk Otak Anak, Tak Perlu Diperdebatkan
Seharusnya enggak perlu ada perdebatan ya di sini, karena dua-duanya mengandung nutrisi yang baik untuk perkembangan otak anak
Nusantaraterkini.co, JAKARTA - Program makan gratis pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka terus menuai sorotan.
Setelah pergantian nama dari makan siang gratis menjadi makan bergizi gratis serta penurunan anggaran per porsinya dari Rp15.000 menjadi Rp7.500, kini muncul wacana penggunaan susu ikan, bukan susu sapi.
Anggota Komisi IX DPR Irma Suryani Chaniago, menilai program makan gizi gratis dan wacana penggunaan susu ikan tidak perlu dijadikan polemik. Pasalnya, kata Irma, ikan mengandung nutrisi omega 3 yang bermanfaat bagi otak anak.
“Susu dan susu ikan itu akan di-combine, akan disubstitusikan, seharusnya enggak perlu ada perdebatan ya di sini, karena dua-duanya mengandung nutrisi yang baik untuk perkembangan otak anak,” kata Irma Suryani, Rabu (18/9/2024).
Apalagi, ungkap Irma, Indonesia memiliki sumber daya laut dan ikan yang melimpah dan sudah sewajarnya digunakan secara maksimal bagi masyarakat.
“Apalagi kita negara kepulauan dan ikan kita melimpah, harusnya enggak perlu ada pro-kontra. Jangan seolah-olah pemerintah enggak siap. Ini bukannya enggak siap, tapi memang produk ikan kita melimpah, kenapa enggak dimanfaatkan,” ungkap Irma.
Selain itu, politkus NasDem itu mencontohkan negara Jepang yang lebih dulu menerapkan makan siang gratis. Selain itu, Jepang juga menerapkan konsumsi ikan bagi rakyatnya karena banyak kandungan nutrisi di ikan.
“Di Jepang (makan bergizi gratis) lebih banyak memberikan konsumsi ikan-ikanan, mereka tidak memberikan susu sebagaimana kita sekarang menyiapkan. Karena menurut Jepang, satu memiliki pantai luas dan olahan ikan begitu banyak. Kedua, susu ikan itu punya omega 3 yang justru membantu mencerdaskan pengembangan otak,” jelas yang juga legislator dapil Sumsel ini.
Sebelumnya, Ketua Harian DPP Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad, menyatakan, penggunaan susu ikan baru sebatas alternatif dan belum final.
“Jadi begini, alternatif. Alternatif itu adalah aspirasi juga dari masyarakat, kemudian hasil simulasi yang ada dan belum final,” kata Dasco.
Menurut Dasco, hasil final nantinya akan diumumkan. Namun, semua wacana susu saat ini menurutnya baru semacam usulan saja.
“Kita akan umumkan ke publik mengenai masalah pengganti susu makan bergizi itu pada saatnya nanti. Jadi kalau sekarang ya itu kita anggap sebagai aspirasi ataupun kemudian langsung simulasi,” kata Wakil Ketua DPR itu. (cw1/nusantaraterkini.co)
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
NEWSMayat Pria Ditemukan Membusuk di Bangunan Kosong Tebingtinggi, Polisi Sebut Tak Ada Tanda Kekerasan
hendra·6 menit yang lalu -
-
EKONOMIHutama Karya Genjot JTTS Tembus 1.160 Kilometer, BAKN DPR RI Sorot Dampak Ekonomi
Rozie Winata·20 menit yang lalu -
EKONOMIPasar Kripto Hari Ini: Bitcoin Naik Tipis ke $84 Ribu, LayerZero Meroket 14 Persen
Rozie Winata·1 jam yang lalu -
SUMSELOperasi Sikat Musi 2026: 20 Personel Brimob Gencarkan Patroli Keamanan di Palembang
Rozie Winata·2 jam yang lalu -
PERISTIWAGempa Bumi Magnitudo 6.1 di Sumba Barat Daya, Guncangan Kuat Dirasakan Selama 1 Menit
Rozie Winata·3 jam yang lalu -
PERISTIWAGempa M5.9 Guncang Aceh Jaya, Getaran Kuat Dirasakan Warga hingga Meulaboh
Rozie Winata·4 jam yang lalu -
SEPAKBOLAHead to Head FIFA ASEAN Cup 2026: Rekor Pertemuan dan Duel Sengit Indonesia vs Thailand
Rozie Winata·5 jam yang lalu -
EKONOMIHarga Pangan Global Melonjak ke Level Tertinggi dalam Empat Tahun Akibat Gangguan Logistik dan Cuaca
Rozie Winata·6 jam yang lalu -
SUMUTGangguan Kamtib KA di Sumut Turun 75 Persen, KAI Ajak Warga Jaga Jalur Rel
Rozie Winata·7 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan