Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Setahun Pemerintahan Prabowo–Gibran, IHSG Dibuka Menguat 0,76% ke 7.975: Sektor Perbankan Pimpin Kenaikan

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat pada awal perdagangan Senin (20/10/2025), bertepatan dengan satu tahun pemerintahan Presiden Prabowo

Pelajar memfoto layar indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (21/10/2024). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Pelajar memfoto layar indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (21/10/2024). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
A A

nusantaraterkini.co, JAKARTA — (IHSG) dibuka menguat pada awal perdagangan Senin (20/10/2025), bertepatan dengan satu tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Berdasarkan data (BEI), IHSG naik 0,76% ke posisi 7.975,77 pada pukul 09.02 WIB, setelah dibuka di level 7.988,45. Pada awal sesi, indeks sempat bergerak di rentang 7.969,76–8.001,88 dengan kapitalisasi pasar mencapai Rp14.830 triliun.

Kenaikan IHSG turut ditopang oleh pergerakan positif sejumlah , terutama di sektor perbankan. Saham PT Bank Central Asia Tbk. () naik 2%, PT Bank Mandiri Tbk. () menguat 1,23%, dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk. () melonjak 1,43%. Sementara itu, saham-saham dari sektor lain seperti PT Solusi Sinergi Digital Tbk. (WIFI) naik 6,86% dan PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk. (PANI) menguat 4,63%.

Adapun pada perdagangan sebelumnya, Jumat (17/10/2025), IHSG ditutup melemah 2,57% ke posisi 7.915,66. Kembalinya IHSG ke zona hijau kali ini menjadi sinyal positif di tengah optimisme pasar terhadap kinerja ekonomi pada tahun pertama pemerintahan Prabowo–Gibran.

Analis Ritel Ekuitas PT (IPOT), Indri Liftiany Travelin Yunus, memperkirakan IHSG berpotensi melanjutkan penguatan pada pekan ini (20–24 Oktober 2025). Ia menilai, penguatan tersebut ditopang oleh serta rilis data ekonomi Amerika Serikat yang positif.

“Pasar saham Indonesia juga masih akan dipengaruhi oleh dinamika global seperti ketegangan AS–China dan rencana Kementerian Keuangan menurunkan tarif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) menjadi 8% untuk memperkuat daya beli masyarakat,” ujar Indri dalam keterangan tertulis, Senin (20/10/2025).

Menurutnya, pelaku pasar berpeluang melakukan bottom fishing atau akumulasi saham-saham berfundamental kuat setelah koreksi pekan lalu.

“Fokus investor kemungkinan akan diarahkan pada diversifikasi portofolio dengan porsi lebih besar di sektor sensitif terhadap suku bunga seperti perbankan, properti, dan infrastruktur, sambil memanfaatkan momentum pada saham komoditas serta konglomerasi besar,” jelasnya.

Secara teknikal, Indri memperkirakan IHSG akan bergerak variatif cenderung menguat dengan kisaran support di 7.730 dan resistance di 8.100 sepanjang pekan ini.

(Dra/nusantaraterkini.co)

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait