Nusantaraterkini.co, MEDAN - Setahun masa kepemimpinan Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas, sejumlah catatan evaluasi disampaikan pengamat terhadap kinerja Pemerintah Kota (Pemko) Medan.
Mulai dari konsolidasi awal pemerintahan hingga penyelesaian persoalan klasik perkotaan.
Baca Juga : Rico Waas Dorong Pengawasan Harian Infrastruktur: OPD Tak Aktif Siap-Siap Dapat Warning
Pengamat politik asal Universitas Sumatera Utara (USU), Indra Fauzan menilai, pada tiga bulan pertama masa jabatan Rico Waas, terlihat masih beradaptasi dengan ritme birokrasi dan kompleksitas persoalan di Kota Medan.
Baca Juga : Medan Bidik Status Tuan Rumah AFF U-20, Rico Waas Instruksikan Percepatan Renovasi Stadion Teladan
“Di awal-awal kepemimpinan, sekitar 100 hari pertama, terlihat masih ada kebingungan dalam menentukan langkah dan koordinasi. Tapi setelah itu mulai terlihat lebih stabil,” ujarnya kepada Nusantaraterkini.co, Jum'at (20/2/2026).
Menurutnya, tantangan yang dihadapi tidak ringan. Sejumlah proyek infrastruktur yang merupakan warisan pemerintahan sebelumnya belum rampung dan kini menjadi tanggung jawab wali kota saat ini.
Baca Juga : Pemko Medan Absen, 10 Ribu Massa Semarakkan Pawai Obor Ramadan 1447 H
Di antaranya penyelesaian Lapangan Merdeka, Stadion Teladan, hingga pembangunan Islamic Center yang progresnya dinilai belum optimal.
Baca Juga : Bantah Tudingan Kebocoran PAD Medan, PT Sumo Klaim Bayar Pajak Reklame Melebihi Izin
Selain itu, aspek administrasi pemerintahan juga menjadi sorotan, termasuk pelantikan sejumlah pejabat dan isu meritokrasi. Meski pengangkatan jabatan tinggi pratama disebut telah melalui mekanisme yang berlaku, publik masih mempertanyakan transparansi dan objektivitas dalam promosi jabatan.
Di sisi lain, komunikasi wali kota dengan masyarakat dinilai cukup baik. Namun, persoalan klasik Kota Medan seperti banjir, kemacetan, penataan parkir, hingga retribusi daerah dinilai belum menunjukkan perubahan signifikan dalam satu tahun terakhir.
Baca Juga : Percantik Wajah Kota, Pemko Medan Tertibkan Kabel Udara di 12 Ruas Jalan Utama
“Visi ‘Medan untuk Semua’ harus diterjemahkan dalam program konkret yang progresnya bisa dilihat masyarakat. OPD harus lebih agresif dan progresif dalam menjalankan program,” kata Indra.
Baca Juga : Jangan Sekedar Bekerja, Wali Kota Rico Waas Ajak OPD Medan Bangun Kota Berbasis Karya
Sorotan khusus juga diarahkan pada kawasan Medan Utara, terutama Belawan, yang dinilai memiliki persoalan sosial kompleks dan sudah berlangsung sejak periode sebelumnya.
"Pemko harus memperkuat koordinasi lintas OPD serta meningkatkan sinergi dengan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) untuk memastikan stabilitas sosial dan percepatan pembangunan di wilayah tersebut," ucapnya.
Meski demikian, pengamat menilai Rico Waas dan wakilnya masih memiliki waktu untuk mempercepat realisasi janji politik yang disampaikan saat kampanye, dengan catatan konsolidasi birokrasi dan penajaman prioritas pembangunan harus segera dituntaskan.
(Cw2/Nusantaraterkini.co)
