Rupiah Melemah ke Rp16.923 per Dolar AS, Analis Prediksi Bergerak di Kisaran Rp16.900–Rp16.940
Rupiah dibuka melemah ke Rp16.923 per dolar AS. Analis memprediksi kurs bergerak fluktuatif di kisaran Rp16.900–Rp16.940 dipicu konflik global.
Nusantaraterkini.co, JAKARTA – Nilai tukar rupiah kembali dibuka melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Jumat (6/3/2026). Tekanan eksternal dari konflik geopolitik global hingga sentimen kebijakan moneter AS masih membayangi pergerakan mata uang Garuda.
Pada awal perdagangan, rupiah tercatat turun sekitar 18 poin atau 0,11 persen ke posisi Rp16.923 per dolar AS, dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp16.905 per dolar AS.
Pengamat ekonomi, mata uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi memprediksi pergerakan rupiah sepanjang hari ini cenderung fluktuatif namun masih berada dalam tekanan.
Menurutnya, rupiah berpotensi ditutup di kisaran Rp16.900 hingga Rp16.940 per dolar AS pada akhir perdagangan hari ini.
“Pergerakan rupiah diperkirakan fluktuatif, tetapi berpeluang ditutup melemah di rentang Rp16.900 sampai Rp16.940,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (6/3/2026).
Pada perdagangan sebelumnya, Kamis (5/3/2026), rupiah juga ditutup melemah mendekati level psikologis Rp17.000 per dolar AS, tepatnya di posisi sekitar Rp16.903.
Ibrahim menjelaskan, tekanan terhadap rupiah masih dipicu meningkatnya tensi geopolitik di kawasan Timur Tengah. Ketegangan memuncak setelah Iran meluncurkan gelombang serangan rudal ke Israel pada Kamis pagi.
Serangan tersebut memicu kepanikan warga di sejumlah wilayah Israel yang terpaksa berlindung di bunker saat konflik memasuki hari keenam. Situasi memanas hanya beberapa jam setelah upaya penghentian serangan udara oleh Amerika Serikat diblokir di Washington.
Ketegangan semakin meningkat setelah kapal selam AS dilaporkan menenggelamkan kapal perang Iran di perairan dekat Sri Lanka, yang menewaskan sedikitnya 80 orang. Sementara itu, sistem pertahanan udara NATO juga dilaporkan berhasil menghancurkan rudal balistik Iran yang mengarah ke Turki.
Di sisi lain, insiden serangan terhadap kapal tanker minyak di sekitar Selat Hormuz turut memperburuk sentimen pasar global. Ledakan juga dilaporkan terjadi di dekat kapal tanker di lepas pantai Kuwait, berdasarkan laporan Operasi Perdagangan Maritim Inggris.
Selain faktor geopolitik, pasar juga merespons dinamika kebijakan moneter AS. Presiden Donald Trump secara resmi menominasikan Kevin Warsh sebagai Ketua Federal Reserve berikutnya. Langkah ini dinilai pasar berpotensi membuka ruang kebijakan suku bunga yang lebih longgar.
Sementara itu dari Asia, Tiongkok menetapkan target pertumbuhan ekonomi 2026 di kisaran 4,5% hingga 5%, sedikit lebih rendah dibandingkan capaian tahun lalu sekitar 5%. Kebijakan ini dinilai memberi ruang bagi pemerintah China untuk menata kembali struktur ekonominya, termasuk mengurangi kelebihan kapasitas industri.
Sentimen global tersebut membuat investor cenderung berhati-hati sehingga menekan mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.
(Dra/nusantaraterkini.co).
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
NASIONALKomisi IX DPR Pastikan Perlindungan Hukum Ojol Tanpa Ubah Status Kemitraan
Rozie Winata·4 menit yang lalu -
SUMSELAngin Berubah Arah, Kabut Asap Karhutla di Palembang Mulai Berkurang
Rozie Winata·48 menit yang lalu -
POLITIKKunker ke Papua, Yorrys Dorong Percepatan RUU Pelindungan Masyarakat Adat
Rozie Winata·1 jam yang lalu -
POLITIKHendri Satrio Sentil Gibran: Perjalanan Politik Anda Berbeda dengan Jokowi!
Rozie Winata·1 jam yang lalu -
EKONOMIAturan Saham Rp1 Berlaku, IHSG Melemah 1,51%, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini
hendra·1 jam yang lalu -
INTERNASIONALAleksandar Vucic Mundur dari Presiden Serbia, Siap Maju Jadi PM
Rozie Winata·2 jam yang lalu -
PENDIDIKANKapolri: Ruang Digital Butuh Pemuda yang Bijak dan Produktif
Rozie Winata·3 jam yang lalu -
INTERNASIONALHari Raya Yahudi Diwarnai Serbuan ke Al-Aqsa, Palestina Serukan Tindakan Internasional
Rozie Winata·4 jam yang lalu -
SEPAKBOLAKlasemen Piala ASEAN FIFA: Indonesia Tempati Posisi Kedua
Herman Saleh Harahap·10 jam yang lalu -
NEWSDirjen PAS Ungkap 13 Rumah Dinas di Lapas Cibinong Tak Tercatat sebagai Aset Negara
hendra·11 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan