Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Realisasi Bantuan Pangan Macet, DPR Kritik Kinerja Bulog Terkait Lonjakan Harga Pokok

DPR kritik Bulog akibat realisasi bantuan pangan rendah yang memicu lonjakan harga minyak goreng dan beras

Alex Indra Lukman di sela-sela rapat Komisi IV DPR. (Foto: istimewa)
Alex Indra Lukman di sela-sela rapat Komisi IV DPR. (Foto: istimewa)
A A

Nusantaraterkini.co, JAKARTA — Wakil Ketua Alex Indra Lukman menyayangkan rendahnya realisasi penyaluran (Banpang) periode Februari–Maret 2026 yang hingga kini belum tuntas.

Ia mengungkapkan, dari total alokasi 664,8 ribu ton beras dan 132,9 ribu kiloliter minyak goreng untuk 33,2 juta keluarga penerima manfaat (KPM), realisasi distribusi oleh baru mencapai 23,46 persen hingga pekan keempat April 2026.

“Seharusnya daerah yang mengalami kenaikan harga tidak bertambah signifikan jika penyaluran bantuan ini bisa dituntaskan tepat waktu,” kata Alex, Selasa (28/4/2026).

Pernyataan tersebut merespons data Badan Pusat Statistik (BPS) yang disampaikan Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa, Ateng HHartono

BPS mencatat kenaikan (IPH) minyak goreng terjadi di 224 kabupaten/kota pada pekan keempat April 2026, meningkat dari 207 kabupaten/kota pada pekan sebelumnya.

Alex menilai, alasan kenaikan harga plastik kemasan akibat krisis global tidak dapat dijadikan pembenaran atas lambatnya distribusi bantuan. Menurutnya, proses pengadaan seharusnya telah dilakukan jauh sebelum periode penyaluran berakhir.

“Harga plastik baru melonjak dalam beberapa pekan terakhir. Sementara penyaluran untuk Februari dan Maret seharusnya sudah direncanakan sejak awal. Jadi tidak tepat jika kegagalan ini dibenarkan dengan alasan tersebut,” tegasnya.

Berdasarkan data BPS, rata-rata nasional naik 1,50 persen dari Rp19.358 per liter pada Maret menjadi Rp19.648 per liter pada pekan keempat April 2026. Kenaikan tertinggi terjadi pada minyak goreng curah yang melonjak 3,24 persen, dari Rp18.277 menjadi Rp18.870 per liter.

Sementara itu, minyak goreng kemasan premium naik 1,68 persen dari Rp22.276 menjadi Rp22.650 per liter. Adapun Minyakita relatif stabil dengan kenaikan tipis 0,02 persen, dari Rp16.353 menjadi Rp16.357 per liter. Kenaikan kini terjadi di 62,22 persen wilayah Indonesia.

Tidak hanya minyak goreng, harga gula pasir juga mengalami kenaikan sebesar 1,50 persen dari Rp18.488 per kilogram pada Maret menjadi Rp18.765 per kilogram pada akhir April. Tercatat, kenaikan terjadi di 185 kabupaten/kota.

Tekanan harga juga mulai terlihat pada komoditas beras. Jumlah daerah yang mengalami kenaikan IPH beras meningkat menjadi 109 kabupaten/kota, dibandingkan 72 kabupaten/kota pada Januari 2026.

Secara nasional, harga beras medium naik 0,47 persen dari Rp14.255 menjadi Rp14.321 per kilogram, sedangkan beras premium naik 0,34 persen menjadi Rp16.074 per kilogram.

Alex menegaskan, kenaikan harga sejumlah komoditas pokok tersebut harus menjadi peringatan serius bagi pemerintah.

“Naiknya harga beras, minyak goreng, dan gula adalah alarm bagi pemerintah untuk segera berbenah. Harus lebih cermat membaca kondisi di lapangan, bukan hanya mengandalkan laporan di atas meja,” pungkasnya.

(LS/Nusantaraterkini.co)

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait