Pemerintah Didesak Bongkar Mafia Pangan Pemicu Kenaikan Harga Minyak Goreng
DPR mendesak pemerintah bongkar mafia pangan yang diduga menjadi penyebab kenaikan harga minyak goreng di Indonesia.
Nusantaraterkini.co, JAKARTA—Anggota Komisi IV DPR Rina Saadah, meminta pemerintah mengusut tuntas dugaan praktik mafia pangan yang disebut menjadi penyebab kenaikan harga minyak goreng (Migor) di Indonesia.
Pernyataan itu disampaikan Rina menanggapi pernyataan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman yang mengungkap tata kelola minyak goreng sulit dikendalikan akibat ulah mafia pangan.
“Jika memang benar apa yang disampaikan Menteri Pertanian bahwa kenaikan harga minyak goreng disebabkan oleh ulah mafia pangan, maka hal ini tidak boleh dibiarkan. Pemerintah harus segera membongkar dalang di balik kenaikan harga minyak goreng. Siapa pun yang terlibat tidak boleh dilindungi,” ujar Rina, Kamis (21/5/2026).
Rina menegaskan minyak goreng merupakan kebutuhan pokok masyarakat yang digunakan hampir di seluruh rumah tangga, pelaku usaha kecil, hingga industri makanan. Karena itu, lonjakan harga minyak goreng dinilai berdampak langsung terhadap daya beli masyarakat dan memperberat beban ekonomi keluarga.
“Ketika harga minyak goreng naik tidak terkendali, yang paling merasakan dampaknya adalah masyarakat kecil. Ibu rumah tangga, pedagang gorengan, UMKM, hingga pelaku usaha makanan harus menanggung biaya produksi yang semakin tinggi. Negara harus hadir melindungi rakyat dengan memutus mata rantai mafia pangan yang mengganggu tata kelola distribusi dan harga minyak goreng,” kata anggota Banggar DPR ini.
Legislator asal Jawa Barat itu menilai keberadaan mafia pangan tidak hanya memicu kenaikan harga, tetapi juga merusak sistem distribusi pangan nasional. Praktik penimbunan, permainan distribusi, hingga manipulasi pasokan disebut dapat menciptakan kelangkaan buatan di tengah tingginya kebutuhan masyarakat.
Menurut Rina, apabila mafia pangan terus dibiarkan, dampaknya tidak hanya dirasakan pada komoditas minyak goreng, tetapi juga berpotensi mengancam stabilitas pangan nasional. Kondisi tersebut dinilai dapat memicu inflasi, menurunkan daya beli masyarakat, memperlebar kesenjangan ekonomi, serta menurunkan kepercayaan publik terhadap pemerintah dalam menjaga ketersediaan pangan.
“Karena itu pemerintah harus tegas. Jika memang ada mafia pangan yang bermain, maka usut tuntas hingga ke akar-akarnya. Jangan ada kompromi dan jangan ada pihak yang dilindungi. Proses hukum harus ditegakkan agar ada efek jera,” tegas bekas Tenaga Ahli Kemenpora ini.
Selain itu, Rina meminta pemerintah memperkuat pengawasan rantai distribusi minyak goreng dan memastikan pasokan tetap tersedia dengan harga terjangkau bagi masyarakat.
Ia menilai pemberantasan mafia pangan menjadi langkah penting dalam menjaga keadilan ekonomi dan ketahanan pangan nasional.
(LS/Nusantaraterkini.co)
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
KOTA MEDANFraksi PDIP Soroti Keterlambatan Ranperda Pajak dan Tingginya Biaya PBG Medan
hendra·7 menit yang lalu -
PENDIDIKAN5 Kepala SD Negeri di Tebingtinggi Dicopot, Diduga Terkait Dana Revitalisasi Sekolah
hendra·15 menit yang lalu -
KRIMINALGeger! Jasad Bayi Perempuan Ditemukan dalam Bungkusan Kain Merah di Tembung
hendra·1 jam yang lalu -
NEWSPastikan Pemenuhan Gizi Sesuai Standar, Kapolres Binjai Audit SPPG di Sendang Rejo
hendra·2 jam yang lalu -
POLITIKSoroti Ranperda Pajak, Fraksi PKS DPRD Medan Minta Pemko Jaga Daya Beli Warga
Rozie Winata·2 jam yang lalu -
PERISTIWADemo DPRD Sumut, KAMMI Soroti Seleksi KPID dan Alokasi Dana Reses
Rozie Winata·2 jam yang lalu -
POLITIKNusron Wahid Akui Mundur dari Kepengurusan Golkar, Alasan Diserahkan ke Bahlil
Rozie Winata·2 jam yang lalu -
-
KRIMINALCekcok Biaya Anak Berujung Maut, Istri di OKI Tusuk Suami PNS hingga Tewas
Rozie Winata·4 jam yang lalu -
SUMSELBPBD Sumsel Kerahkan Helikopter Water Bombing Padamkan Karhutla Puluhan Hektare di OKI dan Muara Enim
Rozie Winata·4 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan