Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Polri Diharapkan Bergerak Cepat dan Serius Selidiki Pelaku Dibalik Teror Influencer dan Aktivis

DPR desak Polri selidiki teror terhadap Sherly Annavita & Zainal Arifin Mochtar. Negara tak boleh kalah intimidasi

Anggota Komisi III DPR, Abdullah. (Foto: istimewa)
Anggota Komisi III DPR, Abdullah. (Foto: istimewa)
A A

Nusantaraterkini.co, JAKARTA - Pihak Istana meminta Kepolisian Republik Indonesia () melakukan investigasi terhadap teror kepada sejumlah influencer dan aktivis usai menyampaikan kritik terhadap pemerintah.

Merespon hal itu, Anggota Abdullah berharap Polri bergerak cepat dan serius dalam melakukan penyelidikan guna mengungkap pelaku di balik teror tersebut.

“Langkah Istana sudah tepat. harus segera melakukan investigasi dan penyelidikan secara menyeluruh terhadap teror yang dialami para influencer. Negara tidak boleh kalah oleh praktik-praktik intimidasi,” kata Abdullah, Rabu (7/1/2026).

Baca Juga : Kritik Dibalas Teror, PDIP Soroti Runtuhnya Nilai Peradaban Politik Nasional

Ia menekankan bahwa masyarakat, termasuk influencer dan aktivis, memiliki hak konstitusional untuk menyampaikan kritik terhadap pemerintah. Kritik, kata dia, merupakan bagian penting dari kehidupan demokrasi selama disampaikan dengan cara yang baik dan beretika.

“Kritik itu sah dan dijamin undang-undang. Selama dilakukan dengan bahasa yang santun dan etika yang benar, tidak boleh ada pihak yang merasa berhak melakukan teror atau tekanan,” ujar politisi asal Dapil Jawa Tengah VI itu.

Abdullah juga mengingatkan pernyataan Presiden yang secara tegas menyatakan dirinya tidak antikritik. Presiden, menurut Abdullah, justru memandang kritik sebagai masukan penting bagi pemerintah.

“Presiden Prabowo sudah menegaskan bahwa beliau tidak antikritik. Kritik sangat dibutuhkan agar pemerintah mengetahui kekurangan dan kesalahan yang ada, sehingga bisa dilakukan perbaikan ke depan,” katanya.

Ia berharap kasus teror terhadap influencer ini dapat segera diungkap agar tidak menimbulkan ketakutan di tengah masyarakat dan tidak mencederai iklim demokrasi yang sehat di Indonesia.

Baca Juga : Terungkap, Ternyata Ini Motif Pria di Depok Teror Bom ke 10 Sekolah Melalui Pesan Email

“Penegakan hukum yang cepat dan transparan akan menjadi pesan kuat bahwa negara hadir melindungi warganya,” pungkasnya.

Sebelumnya, sejumlah influencer dan aktivis mendapat teror dari orang tidak dikenal. Di antaranya, teror dialami Guru besar Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (UGM) Prof . Dia diminta datang ke kantor polisi, jika tidak dia akan ditangkap.

Teror juga dialami influencer . Dia mendapat teror pesan ancaman, pelemparan telur busuk di rumahnya, dan vandalisme berupa coretan di mobilnya.

Influencer Ramond Dony Adam alias DJ Donny juga mendapat teror pelemparan bom molotov di rumahnya, dan pengiriman paket berisikan bangkai ayam yang disertai pesan ancaman.

(cw1/nusantaraterkini.co)

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait

Berita Terbaru