Nusantaraterkini.co, Medan - Harga bahan pangan di Pasar MMTC melonjak signifikan menjelang tahun baru, memicu keluhan dari pembeli dan mengurangi jumlah transaksi.
Menurut Purba salah satu pedagang bumbu di pasar MMTC kenaikan harga ini disebabkan oleh sedikitnya pasokan serta meningkatnya permintaan menjelang perayaan akhir tahun.
Baca Juga : Jelang Nataru, Sejumlah Harga Komoditi di Binjai Mulai Merangkak Naik
Harga kemiri, yang sebelumnya dijual seharga Rp 30.000 per kilogram, kini mencapai Rp 60.000 per kilogram. Bawang merah juga mengalami kenaikan, dari Rp 24.000 menjadi Rp 28.000 per kilogram.
Baca Juga : Pemprov Sumut Kembali Gelontorkan Cabai Merah, Hasilnya Sudah Mulai Kelihatan
Sementara itu, harga tomat yang sebelumnya hanya Rp 8.000 per kilogram kini melonjak menjadi Rp 15.000 per kilogram.
“Sekarang pembeli jadi makin sedikit. Biasanya yang beli dalam jumlah banyak sekarang cuma beli secukupnya. Ada juga yang lebih pilih nggak beli karena memang mahal sekali,” ujar Purba dengan nada prihatin.
Baca Juga : Sidak Pasar Sukamoro, Pemkab Banyuasin Temukan Mie Basah dan Kerupuk Mengandung Formalin
Kenaikan harga ini membuat pembeli mengurangi jumlah belanja mereka, dan beberapa bahkan memilih untuk tidak membeli sama sekali karena keberatan dengan harga tinggi.
Baca Juga : Satgas Saber Pangan Pasbar Pantau Harga dan Ketersediaan Bahan Pokok Jelang Ramadan
Ia mengungkapkan bahwa kondisi ini cukup menyulitkan para pedagang, terutama yang menggantungkan penghasilan harian dari jumlah pembeli yang stabil.
Dengan terus berkurangnya pembeli, para pedagang khawatir penghasilan mereka akan menurun.
Baca Juga : Penumpang Angkutan Umum Libur Nataru 2025 Tembus 10 Juta Orang, Naik 4,85 Persen
“Kami berharap pasokan bisa stabil lagi biar harga kembali normal dan pembeli nggak merasa keberatan untuk belanja,” tambahnya.
Baca Juga : Sudjatmiko Dorong Pembangunan Parkir Bertingkat di Stasiun Bekasi, Ini Alasannya
Hal yang sama juga dirasakan oleh pembeli, Vany yang sedang membeli BumBum dapur merasa resah karena kenaikan harga bumbu dapur.
"Saya membeli sedikit saja sesuai kebutuhan, biasanya saya selalu stok di rumah, tapi karena harganya mahal jadi beli sedikit saja" Ujar Vany.
Kendati kenaikan harga sering terjadi menjelang tahun baru, para pedagang tetap berharap harga bisa segera turun sehingga pembeli bisa kembali berbelanja tanpa terbebani biaya tinggi.
(CW9/Nusantaraterkini.co)
