Percepatan Fiskal: Rico Waas Instruksikan Tancap Gas PBB demi Amankan Anggaran Pembangunan Medan
Rico Waas percepat distribusi SPPT PBB sejak Januari 2026 demi menjaga likuiditas anggaran dan mempercepat
Nusantaraterkini.co, MEDAN-Pemerintah Kota Medan melakukan manuver strategis di awal tahun 2026 dengan memajukan jadwal pendistribusian Surat Pemberitahuan Pajak Terhutang (SPPT) Pajak Bumi Bangunan (PBB) satu bulan lebih awal dari biasanya. Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, secara simbolis menyerahkan dokumen pajak tersebut di Balai Kota sebagai sinyal dimulainya percepatan pengumpulan modal pembangunan.
Langkah "tancap gas" ini diambil untuk menjamin likuiditas anggaran daerah sejak dini, sehingga proyek-proyek infrastruktur dan fasilitas publik di seluruh pelosok kota dapat dieksekusi tanpa hambatan pendanaan.
Baca Juga : Dugaan Intervensi Sekda di Parkir RSUD Djoelham Disorot LIRA, Dinilai Berisiko Gerus PAD Kota Binjai
Efisiensi menjadi isu sentral dalam kebijakan fiskal tahun ini, di mana Rico Waas menegaskan bahwa 2026 merupakan fase transisi menuju digitalisasi penuh.
"Biasanya penyerahaan PBB dilakukan pada bulan Februari atau Maret. Tahun ini kita mulai sejak Januari. Ini adalah semangat awal tahun untuk tancap gas. Semangat bersama untuk bekerja lebih baik," ujar Rico Waas, Rabu (21/1/2026).
Rico menambahkan bahwa tahun depan Medan akan sepenuhnya meninggalkan format dokumen fisik dan beralih ke sistem elektronik. "Kita akan menuju E-SPPT di tahun depan. Ini adalah langkah kita untuk lebih profesional, transparan, dan memudahkan masyarakat dalam memenuhi kewajibannya," lanjutnya.
Selain modernisasi sistem, integritas aparatur di lapangan menjadi perhatian serius bagi orang nomor satu di Medan tersebut. Rico memberikan peringatan keras kepada jajaran Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) hingga tingkat kelurahan untuk menghapus praktik pungutan liar atau perilaku oknum yang merusak kepercayaan publik. Menurutnya, kepatuhan warga dalam membayar pajak sangat bergantung pada sejauh mana pemerintah mampu menunjukkan wajah yang bersih dan profesional.
"Enggannya masyarakat membayar pajak seringkali karena bertemu oknum yang tidak bertanggung jawab. Saya minta Bapenda dan kewilayah harus bersih dari praktik oknum. Jika kita profesional, masyarakat pasti percaya dan sukarela membangun kotanya lewat pajak," tegas Rico.
Guna mendukung visi tersebut, Kepala Bapenda Kota Medan, M Agha Novrian, telah menyiapkan infrastruktur distribusi yang lebih ketat melalui penerapan Standar Operasional Prosedur (SOP) terbaru. Dengan target distribusi maksimal tiga bulan untuk lebih dari 540 ribu lembar SPPT, Bapenda optimistis mampu mengumpulkan potensi pajak senilai lebih dari Rp972 miliar.
Strategi jemput bola dan evaluasi hambatan tahun lalu menjadi landasan utama bagi Agha untuk mencapai target Pendapatan Asli Daerah (PAD) secara maksimal.
"Saya juga mengapresiasi kinerja Bapenda kota Medan yang langsung tancap gas di awal tahun. Saya optimis PAD kita di tahun 2026 dapat tercapai maksimal," ucap
Baca Juga : Target Penerimaan Pajak Sumsel Tahun 2026 Naik jadi Rp4,071 Triliun
Rico Waas menutup sambutannya sembari memberikan penghargaan bagi wilayah dengan kepatuhan pajak tertinggi.
(Emn/Nusantaraterkini.co)
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
SUMSELAtasi Kemacetan, Pemko Palembang Bakal Tertibkan Pasar Tradisional
Herman Saleh Harahap·5 menit yang lalu -
PERISTIWAKebakaran di Padangsidimpuan Hanguskan 9 Rumah, 1 Meninggal Dunia
Herman Saleh Harahap·15 menit yang lalu -
EKONOMIIHSG Hari Ini Berpotensi Lanjut Koreksi, Berikut Rekomendasikan 6 Saham Pilihan
hendra·28 menit yang lalu -
KRIMINALAnggota DPRD Sumut Dhody Thahir Terancam 7 Tahun Penjara
Herman Saleh Harahap·1 jam yang lalu -
PAPUA TERKINIDPD Dorong PPDS RSPPU Jadi Jalur Afirmasi Nyata bagi Dokter Papua
Herman Saleh Harahap·1 jam yang lalu -
-
-
-
-
Semua berita sudah ditampilkan