Penjaga Toko 19 Tahun Tewas Ditikam di Balikpapan Utara, Polisi Bantah Isu Perampokan
Polisi selidiki kasus penikaman penjaga toko (19) di Balikpapan. Motif perampokan dibantah, saksi diperiksa
Nusantaraterkini.co, BALIKPAPAN – Kepolisian menyelidiki kasus penikaman yang menewaskan seorang penjaga toko di RT 08, Kelurahan Gunung Samarinda Baru (GSB), Kecamatan Balikpapan Utara, Senin (26/1/2026) siang.
Kapolsek Balikpapan Utara AKP Agus Fitriadi mengatakan, pihaknya menerima laporan warga sekitar pukul 11.40 Wita. Petugas yang tiba di lokasi langsung mengamankan tempat kejadian perkara (TKP) dan melakukan olah TKP.
“Korban meninggal dunia akibat luka tusukan. Saat ini kami masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku dan motifnya,” kata AKP Agus.
Korban diketahui berinisial VS (19), warga Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), yang sehari-hari bekerja sebagai penjaga toko di lokasi kejadian. Korban sempat dievakuasi ke Rumah Sakit Kanudjoso Djatiwibowo (RSKD) Balikpapan, namun nyawanya tidak tertolong.
Menanggapi informasi yang berkembang di masyarakat, AKP Agus menegaskan peristiwa tersebut bukan perampokan.
“Isu perampokan maupun perebutan warisan tidak benar. Peristiwa ini murni penikaman,” tegasnya.
Terkait sejumlah orang yang diamankan di sekitar lokasi, AKP Agus menyebut seluruhnya masih berstatus saksi. Mereka merupakan tetangga korban yang memiliki usaha toko bersebelahan dan hanya dipisahkan oleh tembok bangunan.
“Yang diamankan masih saksi untuk pendalaman,” ujarnya.
Dalam proses penyelidikan, polisi telah memeriksa sedikitnya empat orang saksi dan mengamankan sejumlah barang bukti berupa pakaian korban, rekaman CCTV, serta topi.
Ketua RT 08 Gunung Samarinda Baru Bambang Sriwaluyo mengatakan, informasi awal yang diterimanya berasal dari Karang Taruna setempat yang menyebut adanya dugaan perampokan.
“Saya sedang di luar untuk urusan kerja. Ditelepon Karang Taruna katanya ada perampokan. Saat saya sampai, korban sudah meninggal dunia,” katanya.
Namun Bambang menyebut, berdasarkan kondisi awal di lokasi, tidak ditemukan barang-barang korban yang hilang.
“Kalau dilihat di lokasi, tidak ada barang yang dibawa. Soal motifnya tentu kewenangan kepolisian,” ujarnya.
Salah seorang saksi, Yasin, mengaku mendengar keributan dari arah toko sebelum mengetahui adanya korban.
“Pas saya datang, korban sudah tergeletak di dalam toko. Awalnya dikira kesetrum, tapi ternyata ada luka tusuk di bagian perut,” katanya.
(Ahmad/nusantaraterkini.co)
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
SUMSELSinergi Polri dan Pers, Kapolda Sumsel Ajak Jurnalis Jaga Kondusifitas Wilayah
Rozie Winata·3 jam yang lalu -
SUMSELTinjau Karhutla di OKI, Kapolda Sumsel Tekankan Keselamatan Tim Satgas Lapangan
Rozie Winata·4 jam yang lalu -
KRIMINALPerluas Penyidikan, Polda Sumsel Tambah 4 Perusahaan Baru dalam Kasus Karhutla
Rozie Winata·4 jam yang lalu -
SUMSELKapolda Sumsel Tegaskan Penegakan Hukum Karhutla Tanpa Tebang Pilih
Rozie Winata·5 jam yang lalu -
KRIMINALPolda Sumut Tangkap 6 Orang Terkait Penembakan Wadan Koti Pemuda Pancasila Deliserdang
Rozie Winata·5 jam yang lalu -
KRIMINALGeger! Pria Tanpa Identitas Ditemukan Membusuk di Klinik Kenten Palembang
Rozie Winata·5 jam yang lalu -
SUMUTPemkab Deliserdang, BBWS dan LPM Matangkan Rencana Pemanfaatan Lahan Lau Simeme
Rozie Winata·6 jam yang lalu -
NASIONALPrabowo Perintahkan Kepolisian hingga Intelijen Usut Tuntas Karhutla: Sikat Pelaku Tanpa Kompromi!
Rozie Winata·6 jam yang lalu -
KRIMINALIjazah Tertahan, Mahasiswa S2 Darma Agung Laporkan Yayasan ke Polda Sumut
Rozie Winata·7 jam yang lalu -
KOTA MEDANWujudkan Rumah Impian Pekerja, BPJS Ketenagakerjaan Kampanyekan MLT Perumahan dengan Pembiayaan Terjangkau
7 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan