Pendidikan dan Kesehatan Terabaikan, Ombudsman Desak Calon Gubernur Sumut Beri Solusi Nyata untuk Warga
Minimnya akses pendidikan inklusif bagi anak-anak berkebutuhan khusus di wilayah Sumatera Utara
Nusantaraterkini.co, MEDAN - Di tengah antusiasme publik terhadap isu pelayanan publik yang dibahas dalam debat pertama calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Utara, Ombudsman RI Perwakilan Sumatera Utara menyampaikan sejumlah catatan kritis terkait persoalan-persoalan mendesak yang dianggap masih belum mendapatkan perhatian serius. Sorotan mereka terutama tertuju pada sektor pelayanan dasar, khususnya pendidikan dan kesehatan, yang dinilai masih jauh dari memadai dan memerlukan komitmen serta solusi konkret dari para kandidat demi kesejahteraan masyarakat Sumatera Utara.
Penjabat Sementara (Pjs) Kepala Ombudsman RI Perwakilan Sumut, James Marihot Panggabean, menyoroti minimnya akses pendidikan inklusif bagi anak-anak berkebutuhan khusus di wilayah Sumatera Utara. Ia menilai bahwa pemerintah daerah belum memberikan perhatian serius terhadap hak-hak pendidikan inklusif ini, sehingga banyak anak dengan kebutuhan khusus yang terabaikan.
“Pendidikan inklusif bagi anak-anak berkebutuhan khusus masih sangat minim di Sumatera Utara. Ini menunjukkan bahwa pemerintah daerah belum serius dalam menjamin hak-hak pendidikan bagi semua anak, termasuk mereka yang memiliki kebutuhan khusus,” tegas James.
Permasalahan akses pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus hanyalah satu dari banyak tantangan yang menurut James perlu menjadi perhatian utama bagi para kandidat kepala daerah. Ia mengingatkan bahwa komitmen untuk memperbaiki sektor pendidikan bukan hanya soal janji politik, tetapi harus diwujudkan dalam langkah nyata.
“Kami berharap bahwa para kandidat tidak hanya bicara soal janji populis. Diperlukan solusi nyata yang benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat di sektor pendidikan,” tambahnya.
Selain itu, James juga menyoroti pentingnya peningkatan layanan kesehatan, terutama di wilayah terpencil yang masih kekurangan fasilitas dan tenaga medis. Menurutnya, akses layanan kesehatan yang merata dan terjangkau menjadi tantangan besar yang harus segera diatasi oleh pemerintah daerah.
"Banyak masyarakat di daerah terpencil di Sumatera Utara kesulitan mendapatkan layanan medis yang memadai. Fasilitas dan tenaga kesehatan yang terbatas seringkali mengakibatkan mereka harus menempuh jarak yang jauh hanya untuk mendapat perawatan," ujarnya.
James menilai hal ini sebagai salah satu indikasi bahwa pembangunan layanan publik di Sumatera Utara masih perlu diperkuat.
James berharap agar dalam debat-debat selanjutnya, para kandidat kepala daerah memberikan perhatian khusus pada isu-isu fundamental ini.
"Kami ingin mendengar komitmen yang konkret dari para kandidat, terutama dalam hal meningkatkan kualitas layanan pendidikan dan kesehatan. Masyarakat membutuhkan bukti, bukan sekadar janji," tutup James.
(cw9/nusantaraterkini.co)
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
NEWS VIDEOSidang Dugaan Korupsi Proyek DEK Padangsidimpuan, Saksi Azril Dicecar Hakim Mengenai Alur Pencairan Dana
Fadli Tara·6 menit yang lalu -
SUMSELPolda Sumsel Ungkap 18 Kasus 3C dan Tindak 40 Pelaku Premanisme Selama Operasi Sikat I Musi 2026
hendra·22 menit yang lalu -
-
NEWSArizal Azis Desak Pejabat Lapas Cibinong Dicopot: Soroti Jual Beli Kamar
hendra·44 menit yang lalu -
KRIMINALSidang Korupsi Proyek DEK Padangsidimpuan, Hakim Dalami Dugaan Fee 25 Persen
hendra·1 jam yang lalu -
SUMSELHeboh di Medsos, Penampakan Satwa Diduga Beruang Hitam Gegerkan Warga Sungai Rambang Muara Enim
hendra·1 jam yang lalu -
NEWSFrederik Kalalembang Sentil Dirjen Pas soal Lapas Mewah: Kejadian Luar Biasa Kok Utus Staf?
hendra·2 jam yang lalu -
-
NEWSMahasiswa Poltekpel Aceh Meninggal Saat Ospek, Keluarga Soroti Lebam di Tubuh
hendra·3 jam yang lalu -
NEWS VIDEOPolda Sumsel Musnahkan Ribuan Gram Sabu dan Ekstasi Hasil Tangkapan September 2026
Fadli Tara·3 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan