Pembiayaan Tembus Rp1.948 Triliun, OJK Perkuat Kolaborasi Dukung UMKM Naik Kelas
OJK mencatat pembiayaan UMKM Rp1.948,72 triliun hingga Juni 2026 dan memperkuat kolaborasi agar UMKM semakin mudah naik kelas.
Nusantaraterkini.co, JAKARTA — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus memperkuat dukungannya terhadap pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui peningkatan kolaborasi bersama kementerian, lembaga, serta industri jasa keuangan terkait. Langkah ini dilakukan untuk menyinergikan seluruh program pemajuan UMKM guna memperkuat akses pembiayaan yang inklusif dan inovatif agar para pelaku usaha dapat tumbuh dan naik kelas.
βKomitmen tersebut mengemuka dalam pembukaan perhelatan UMKM Finance Summit 2026 bertema “Penguatan Akses Pembiayaan dan Ekosistem UMKM melalui Sinergi Kebijakan AntarPemangku Kepentingan untuk Mewujudkan Ketahanan Ekonomi Nasional” yang digelar OJK di Jakarta, Selasa (11/8/2026).
βKetua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi menegaskan, pengembangan ekosistem dan pembiayaan UMKM merupakan salah satu prioritas utama kebijakan OJK. Upaya perluasan akses pembiayaan ini terus didorong, salah satunya melalui implementasi POJK Nomor 19 Tahun 2025 (POJK UMKM) yang menyederhanakan proses pembiayaan kepada UMKM. Dalam waktu dekat, OJK juga akan menginisiasi pembentukan working group bersama Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian UMKM, kementerian/lembaga terkait, serta industri jasa keuangan guna mempercepat efektivitas penyaluran modal.
β“Pengembangan ekosistem dan umkm" class="article-tag-link" rel="tag">pembiayaan UMKM merupakan salah satu program utama OJK. Komitmen tersebut tidak hanya melibatkan sektor perbankan, tetapi juga seluruh sektor jasa keuangan untuk memberikan dukungan yang semakin luas bagi pengembangan UMKM Indonesia,” ujar Friderica Widyasari Dewi.
βUpaya keras ini tecermin dari realisasi total umkm" class="article-tag-link" rel="tag">pembiayaan UMKM lintas sektor hingga Juni 2026 yang berhasil menyentuh angka Rp1.948,72 triliun, atau tumbuh sebesar 2,18 persen secara tahunan (year on year). Berdasarkan kontribusinya, porsi pembiayaan masih didominasi oleh sektor perbankan sebesar 82,44 persen (mencapai Rp1.519,35 triliun dengan pertumbuhan 1,21 persen yoy), diikuti sektor Perusahaan Pembiayaan, Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan LJK Lainnya (PVML) sebesar 17,50 persen (tumbuh 7,03 persen yoy), serta sektor pasar modal sebesar 0,06 persen (tumbuh 12,25 persen yoy).
βMenteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyambut baik capaian tersebut dan mengharapkan peningkatan pembiayaan UMKM dapat mendorong pelaku usaha naik kelas dengan tetap menjaga kualitas kredit.
β“Pemerintah terus berkomitmen untuk mendukung segala upaya untuk mendorong UMKM naik kelas sehingga dapat meningkatkan taraf hidup rakyat,” ungkap Airlangga Hartarto.
βSementara itu, Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae menjelaskan bahwa OJK terus mendorong perbankan dan lembaga keuangan nonbank untuk menyediakan pembiayaan yang lebih cepat, mudah, dan fleksibel. Penilaian kredit diharapkan tidak lagi berfokus semata pada ketersediaan agunan tambahan, melainkan semakin memperhitungkan potensi usaha, arus kas, transaksi, serta integrasi supply chain financing. OJK juga tengah membangun ekosistem data melalui dashboard pembiayaan terintegrasi dan indeks pembiayaan UMKM.
MoU dengan Kemen UMKM
βSebagai wujud konkret penguatan sinergi, dalam ajang tersebut OJK dan Kementerian UMKM meresmikan penandatanganan Nota Kesepahaman yang dilakukan langsung oleh Friderica Widyasari Dewi bersama Menteri UMKM Maman Abdurrahman. Sinergi ini mencakup optimalisasi kredit program, integrasi pemberdayaan, digitalisasi, hilirisasi, hingga perluasan akses pasar.
β“Kalau kita mau melihat bagaimana pertumbuhan ekonomi di sektor UMKM, kita tidak bisa hanya melihat dari aspek pembiayaan. Kompleksitas untuk mendorong UMKM tumbuh harus dilihat dari seluruh aspek yang saling terkait, termasuk pasar,” kata Menteri UMKM Maman Abdurrahman.
βDukungan juga datang dari parlemen dan jajaran menteri. Wakil Ketua Komisi XI DPR RI Muhammad Hanif Dhakiri menekankan pentingnya perubahan paradigma agar sistem keuangan semakin UMKM-able dengan mengikuti aktivitas ekonomi riil. Pada saat yang sama, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait turut mengapresiasi kebijakan OJK yang berpihak pada rakyat kecil demi mendorong kesejahteraan masyarakat dan kemajuan UMKM nasional.
(Akb/Nusantaraterkini.co)
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
SUMSELPolda Sumsel dan Bhayangkari Gelar Bakti Sosial di Pulau Borang Banyuasin
Herman Saleh Harahap·1 menit yang lalu -
KOTA MEDANSakit Hati Ditalak, Istri Laporkan Suaminya ke Poldasu
Herman Saleh Harahap·7 menit yang lalu -
NEWS VIDEOTarget Semifinal FIFA ASEAN Series, Habib Syarief Soroti Regenerasi dan Strategi Timnas
Fadli Tara·31 menit yang lalu -
SUMSELDiselimuti Asap Karhutla, Kualitas Udara Palembang Kembali Masuk Zona Merah
Rozie Winata·34 menit yang lalu -
NASIONALNanan Desak Investigasi Dugaan Fasilitas Mewah di Lapas Cibinong Dibuka Transparan
Rozie Winata·56 menit yang lalu -
KRIMINALDirektur Reskrimum Ungkap Alasan Panggil Ketua DPRD Sumut Terkait Kasus Dhody Thahir
Rozie Winata·1 jam yang lalu -
-
SUMUTJaga Kondusifitas dan Keamanan, PN Sibolga Tunda Eksekusi Perkara Perdata
Rozie Winata·1 jam yang lalu -
SUMSELProgres Tol Betung-Jambi Seksi 1A Tembus 69 Persen, HKI Genjot Percepatan Konstruksi
Rozie Winata·1 jam yang lalu -
EKONOMIKasus Peretasan US$351,6 juta di Bitget, Pengamat Kripto: Alarm Serius Keamanan Bursa Aset Digital
Rozie Winata·3 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan