Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Pastikan Data Valid, Pemerintah Verifikasi Ulang Rumah Rusak Terdampak Banjir Bandang Tapteng

Editor :  Rozie Winata
Reporter :  Redaksi
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Tim Satgas Penanggulangan Bencana Alam Tapteng melakukan pendataan rumah rusak di Kecamatan Tukka, Senin (23/2/2026) (Foto: dok nusantaraterkini.co)

Nusantaraterkini.co, TAPTENG - Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatera Utara, kembali melakukan verifikasi data rumah warga yang rusak akibat banjir bandang pada November 2025 lalu.

Satgas Tim Penanggulangan Bencana Alam Tapteng, Waluyo Manik mengatakan, verifikasi data kali ini untuk memastikan semua warga yang rumahnya rusak berat, sedang, maupun ringan terdata dengan tepat, sehingga tidak ada yang terlewatkan.

Baca Juga : Dekat dengan Sekolah Anak, Warga Hutanabolon Tapteng Gunakan Dana DTH untuk Bangun Huntara Mandiri

"Pendataan ini untuk memastikan rumah warga yang terdampak banjir bandang terdata semua," kata di Tapteng, Senin (24/2/2026).

Baca Juga : Aksi Kemanusiaan Brimob Polda Sumut Bersihkan Sisa Banjir Bandang di Tapanuli Tengah

Ia menyatakan, verifikasi data dilakukan mulai Minggu (22/2/2026) kemarin, dengan sasaran di dua kecamatan yaitu Kecamatan Tukka dan Kecamatan Badiri.

Dia juga menekankan, untuk di Kecamatan Tukka terdapat tiga tim yang mengumpulkan data, sehingga data yang dikirim ke Pemerintah Pusat sudah faktual.

"Benar ini pendataan ini sudah yang ketiga kalinya artinya sudah berulang-ulang dan kali ini kami melaksanakan kegiatan pendataan secara valid," ujarnya.

Waluyo menambahkan di Kecamatan Tukka, terdapat 100 lebih rumah yang rusak akibat banjir bandang dan saat ini data tersebut terus diverifikasi.

"Tadi kami menemukan 10 rumah yang belum masuk pada pendataan sebelumnya," katanya.

Sebelumnya, Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Bobby Nasution menyatakan, Pemerintah Provinsi menyiapkan bantuan Rp60 juta bagi penyintas bencana banjir bandang yang rumahnya rusak berat.

"Pemerintah sudah menyiapkan anggaran untuk rehabilitasi dan rekonstruksi hunian masyarakat. Jadi bagi bapak/ibu yang rumahnya rusak berat, bantuannya Rp60 juta," kata Bobby, Kamis (19/2/2026).

(Tim/nusantaraterkini.co)