Nusantaraterkini.co, TAPTENG - Warga Kelurahan Hutanabolon, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatera Utara (Sumut) mengaku lebih memilih membangun hunian sementara (huntara) secara mandiri setelah menerima dana tunggu hunian (DTH) dari pemerintah.
Hal ini dikatakan salah seorang warga Kelurahan Hutanabolon, Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapteng, Erina Siregar, Senin (23/2/2026)
Baca Juga : TNI Kembali Bangun Jembatan Aramco Penghubung Hutanabolon - Sigiring-giring Tapteng
"Setelah dana dari pemerintah cair (DTH), kami langsung membelanjakan untuk membangun hunian sementara," katanya.
Baca Juga : Usai Bencana Susulan, Menteri PU Dorong Percepatan Pembangunan Sabo Dam untuk Atasi Banjir Tapteng
Dia mengaku lebih memilih membangun hunian sementara secara mandiri, karena dekat dengan sekolah dan lingkungan mereka yang saat ini masih dalam pemulihan.
Menurutnya, pemerintah sudah memberikan DTH selama satu bulan, sebesar Rp600 ribu per Kepala Keluarga (KK), dan uang tersebut dapat digunakan untuk mengontrak rumah.
Baca Juga : TNI AD Gotong Royong Bersihkan Ulang Lumpur Akibat Banjir di SDN Tapteng
Akan tetapi, rata-rata rumah yang dekat dengan lokasi bencana kini sudah tidak ada.
Baca Juga : Lerai Perkelahian di Lapo Tuak, Pria di Tapteng Tewas Dianiaya
"Kami membangun hunian sementara ini karena dekat dengan sekolah anak dan juga lingkungan tempat tinggal," ujarnya.
Erina pun mengakui, DTH dari pemerintah memang tidak cukup, sehingga dia terpaksa menggunakan sisa tabungannya untuk membangun hunian berukuran 3x4 meter persegi.
Baca Juga : Pengangkatan Timbul Panggabean Sebagai Sekretaris DPC PDIP Tapteng Dinilai Tidak Sesuai Ad/Art
"Huntara ini sudah kami bangun dua hari, dan sampai saat ini belum selesai. Kami kekurangan dana untuk menyelesaikan bangunan ini," ungkapnya.
Senada, Haposan Silaban juga mengaku memilih membangun huntara secara mandiri di dekat lokasi bencana yang dinilainya masih aman.
Haposan bersama kerabatnya membangun hunian di lahan warga agar pengeluarannya tidak terlalu besar, mengingat pemasukan belum stabil setelah bencana banjir bandang di daerah tersebut.
Sebelumnya, Gubernur Sumut Bobby Nasution pada 19 Februari 2026 lalu, mengatakan pihaknua menyiapkan bantuan Rp60 juta bagi penyintas bencana banjir bandang yang rumahnya rusak berat.
"Pemerintah sudah menyiapkan anggaran untuk rehabilitasi dan rekonstruksi hunian masyarakat. Jadi, bagi bapak/ibu yang rumahnya rusak berat, bantuannya Rp60 juta," katanya.
(Tim/nusantaraterkini.co)
