Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Oknum Polisi yang Viral Tendang ODGJ di Labuhanbatu Disebut Spontan karena Motornya Dibakar

Jadi ODGJ itu awalnya membakar sepeda motornya (Bripka J). Jadi ada bawa bensin wanita ODGJ itu, dan disiramkannya bensin itu lalu dibakarnyalah motor

Potongan video aksi oknum polisi menendang kepala seorang wanita ODGJ di Rantau Prapat. Disebut oknum polisi itu kesal karena motornya dibakar wanita tersebut. (Dok. Instagram @beritasumutterkini.co)
Potongan video aksi oknum polisi menendang kepala seorang wanita ODGJ di Rantau Prapat. Disebut oknum polisi itu kesal karena motornya dibakar wanita tersebut. (Dok. Instagram @beritasumutterkini.co)
A A

Nusantaraterkini.co, MEDAN - Kasus viral yang memperlihatkan aksi seorang polisi menendang orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) di Kabupaten Labuhanbatu, disebut tindakan spontan karena motornya dibakar.

Hal tersebut disampaikan oleh Kasubbid Penmas Polda Sumatera Utara (Sumut), Kompol Siti Rohani. Teridintifikasi jika polisi tersebut berinisial Bripka J, dan merupakan personel Polres Labuhanbatu.

"Benar, inisialnya Bripka J dan memang itu anggota Polres Labuhanbatu," ujar Siti saat dikonfirmasi, Jumat (7/3/2025).

"Jadi ODGJ itu awalnya membakar sepeda motornya (Bripka J). Jadi ada bawa bensin wanita ODGJ itu, dan disiramkannya bensin itu lalu dibakarnyalah motor itu. Jadi kan namanya motor terbakar, dia (Bripka J) spontan melakukan tindakan itu," sambung Siti.

Kemudian, Siti juga mengatakan jika saat ini Bripka J sedang menjalani pemeriksaan oleh Polres Labuhanbatu.

"Ya, sudah. Sedang menjalani proses. Nanti diinformasikan lagi, ya," tutur Siti.

Sebelumnya, Kejadian tersebut berlangsung di Jalan Imam Bonjol, Rantau Prapat, Kabupaten Labuhanbatu, pada Kamis (6/3/2025).

Nurhayati, selaku ibu korban, mengatakan jika anaknya bernama Elvi Yani. Saat diwawancarai Nurhayati mengaku telah mengetahui hal yang dialami anaknya lewat rekaman video.

"Saya sudah tahu kejadiannya. Minta tolonglah saya, kalau bisa janganlah sampai seperti itu (menganiaya). Itu anak saya yang nomor 2 itu," ujar Nurhayati sambil membendung tangis.

Nurhayati juga membenarkan, jika Elvi Yani mengalami gangguan kejiwaan. Kepada Kapolri dia meminta keadilan, saat bersamaan Nurhayati berharap kejadian itu tidak pernah terjadi.

"Itu anak saya dilahirkan ke dunia. Memang ada kurang-kurangnya (gangguan mental)," ujar Nurhayati.

Namun, Nurhayati, hanya mengharapkan sikap yang adil terkait kejadian yang dialami sang anak.

"Saya berharap sebagaimana baiknya. Kalau saya apala daya upaya saya, tinggalpun masing numpang," tutur Nurhayati.

(cw7/nusantaraterkini.co)

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait