Merajut Kembali Silsilah di Bonjol, Rano Karno Perkuat Ikatan Lewat Tradisi Makan Bajamba
Rano Karno telusuri silsilah di Bonjol lewat tradisi Makan Bajamba, perkuat ikatan budaya Pasaman
Nusantaraterkini.co, PASAMAN– Di bawah atap rumah kayu sederhana peninggalan sang ayah, aktor legendaris Soekarno M Noer, Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno kembali meneguhkan jati dirinya sebagai putra asli Pasaman. Melalui tradisi Makan Bajamba (makan bersama dalam satu talam), sosok yang dikenal sebagai "Si Doel" ini melakukan diplomasi kebudayaan sekaligus menunaikan wasiat leluhur di Kampung Jambak, Selasa (14/4/2026).
Prosesi makan bersama Bupati Pasaman Welly Suhery dan para pemuka adat ini menjadi puncak dari perjalanan spiritual Rano dalam menelusuri silsilah keluarganya. Bagi Rano, kunjungan ini bukan sekadar agenda protokoler pejabat negara, melainkan upaya menjaga agar akar sejarahnya tidak tercerabut meski telah lama menetap di ibu kota.
"Ini adalah bagian dari sejarah yang tidak ingin saya putuskan. Walau sederhana, rumah pusako ini adalah bukti silsilah kami. Saya datang untuk mencari semua garis keturunan agar anak cucu saya nanti tahu bahwa orang tua mereka punya kampung di Bonjol," ujar Rano Karno di sela-sela kegiatan adat tersebut.
Rano mengungkapkan bahwa kepulangannya kali ini membawa amanah mendalam dari almarhumah ibundanya. Sejak akhir 2015, terdapat keinginan kuat dari keluarga besar untuk memperbaiki rumah peninggalan keluarga di Bonjol sebagai simbol bertautnya kembali hubungan kekeluargaan yang sempat renggang oleh jarak dan waktu.
Kehadiran Rano di rumah peninggalan ayahnya itu pun menjadi magnet bagi kerabatnya dari luar daerah, termasuk dari Sumatera Utara, untuk berkumpul kembali. Silsilah keluarga yang sempat terfragmentasi kini perlahan tersambung kembali melalui dialog-dialog hangat di meja makan tradisi Minangkabau tersebut.
Bupati Pasaman, Welly Suhery, yang turut mendampingi prosesi tersebut, menilai bahwa kekuatan silsilah dan ikatan batin Rano Karno terhadap Pasaman adalah modal berharga bagi daerah. Menurutnya, kesediaan seorang tokoh nasional untuk mengakui dan merawat akar budayanya memberikan motivasi besar bagi masyarakat lokal.
"Kami sangat mengapresiasi cara beliau merawat sejarah keluarga. Ini bukan sekadar makan bersama, tapi pengakuan tulus bahwa Pasaman adalah rumah. Hubungan emosional yang kuat seperti inilah yang kami harapkan menjadi pintu masuk bagi kemajuan bersama di masa depan," pungkas Bupati Welly.
(Emn/Nusantaraterkini.co)
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
POLITIKKunker ke Papua, Yorrys Dorong Percepatan RUU Pelindungan Masyarakat Adat
Rozie Winata·35 menit yang lalu -
POLITIKHendri Satrio Sentil Gibran: Perjalanan Politik Anda Berbeda dengan Jokowi!
Rozie Winata·48 menit yang lalu -
EKONOMIAturan Saham Rp1 Berlaku, IHSG Melemah 1,51%, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini
hendra·1 jam yang lalu -
INTERNASIONALAleksandar Vucic Mundur dari Presiden Serbia, Siap Maju Jadi PM
Rozie Winata·1 jam yang lalu -
PENDIDIKANKapolri: Ruang Digital Butuh Pemuda yang Bijak dan Produktif
Rozie Winata·2 jam yang lalu -
INTERNASIONALHari Raya Yahudi Diwarnai Serbuan ke Al-Aqsa, Palestina Serukan Tindakan Internasional
Rozie Winata·3 jam yang lalu -
SEPAKBOLAKlasemen Piala ASEAN FIFA: Indonesia Tempati Posisi Kedua
Herman Saleh Harahap·10 jam yang lalu -
NEWSDirjen PAS Ungkap 13 Rumah Dinas di Lapas Cibinong Tak Tercatat sebagai Aset Negara
hendra·10 jam yang lalu -
KESEHATANRico Waas: Dukungan Suami Kunci Lahirkan Generasi Unggul
Herman Saleh Harahap·10 jam yang lalu -
SEPAKBOLAIndonesia Imbang Lawan Malaysia, Kartu Merah Haye Jadi Sorotan
Herman Saleh Harahap·10 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan