Kuasai 22% Ekonomi Nasional, Pemprov Sumut Ajak Provinsi se-Sumatera Bersatu Bangun Ekosistem Regional
Pemprov Sumut mengajak provinsi se-Sumatera memperkuat kolaborasi dan membangun ekosistem regional demi meningkatkan daya saing ekonomi.
Nusantaraterkini.co, MEDAN — Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) menyerukan pentingnya konsolidasi dan sinergi lintas wilayah antarprovinsi di seluruh Pulau Sumatera. Langkah strategis ini dinilai sangat krusial untuk mengakselerasi pertumbuhan kawasan sekaligus memperkokoh daya saing ekonomi regional di kancah nasional maupun internasional.
Pesan penguatan kolaborasi tersebut disampaikan oleh Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Sumut, Sulaiman Harahap, saat mewakili Gubernur Sumut Bobby Nasution dalam pembukaan Rapat Koordinasi (Rakor) Kerja Sama Antar Daerah se-Sumatera bertema "Memperkuat Kolaborasi dan Mendorong Pertumbuhan Kawasan" di Hotel Santika Dyandra, Medan, Rabu (12/8/2026).
Dalam sambutannya, Sulaiman membeberkan data resmi bahwa Pulau Sumatera merupakan salah satu tulang punggung utama ekonomi nasional. Pada tahun 2025, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Sumatera menembus Rp5.251 triliun atau menyumbang 22,05 persen terhadap PDB Indonesia dengan laju pertumbuhan mencapai 4,81 persen (yoy). Tren positif tersebut berlanjut pada Semester I 2026 dengan angka pertumbuhan menyentuh 5,10 persen (c-to-c) dan nilai PDRB mencapai Rp2.812,6 triliun.
“Kekuatan itu akan jauh lebih besar ketika kita mampu menghubungkannya. Sentra produksi, kawasan industri, sumber daya energi, pelabuhan, destinasi wisata, perdagangan dan pasar harus kita lihat sebagai bagian dari satu ekosistem pertumbuhan. Berbagai aktivitas tersebut tidak berjalan dalam batas administrasi provinsi,” ujar Sulaiman.
Sulaiman menegaskan, integrasi wilayah menjadi keharusan mutlak karena rantai pasok industri, arus investasi, dan jaringan pariwisata tidak mengenal garis batas wilayah administrasi. Karakter isu pembangunan di Sumatera, mulai dari konektivitas, komoditas unggulan, digitalisasi, lingkungan hidup, hingga kualitas sumber daya manusia, sangat membutuhkan pendekatan lintas daerah yang solid.
Pertemuan ini juga merupakan tindak lanjut nyata dari Konsultasi Regional PDRB pada Oktober 2025 yang melahirkan Mufakat Tanah Deli. Terlebih lagi, Provinsi Sumut telah dipercaya dan ditunjuk oleh Kemenko Perekonomian RI sebagai koordinator daerah dalam kerja sama sub-regional Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle (IMT-GT).
“Saya berharap pertemuan ini menghasilkan kesepakatan untuk membangun forum koordinasi antarpemerintah daerah se-Sumatera, kesepakatan sektor dan isu prioritas yang membutuhkan kolaborasi lintas provinsi, serta tersusunnya proyek-proyek prioritas regional yang dapat kita kawal bersama,” tambah Sulaiman.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Sumut, Dikky Anugerah, menekankan bahwa pemetaan potensi unggulan dari tiap-tiap provinsi harus dijadikan pijakan utama selama rapat koordinasi.
"Hal ini penting agar sinergi antarprovinsi tidak sekadar berakhir sebagai wacana, melainkan menjelma menjadi skema kerja konkret demi pembangunan Pulau Sumatera yang berkelanjutan," ujarnya.
(Emn/Nusantaraterkini.co)
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
KRIMINALAnggota DPRD Sumut Dhody Thahir Terancam 7 Tahun Penjara
Herman Saleh Harahap·34 menit yang lalu -
PAPUA TERKINIDPD Dorong PPDS RSPPU Jadi Jalur Afirmasi Nyata bagi Dokter Papua
Herman Saleh Harahap·47 menit yang lalu -
EKONOMIDPR Minta Aturan Pajak Marketplace Tak Bebani UMKM
Herman Saleh Harahap·56 menit yang lalu -
-
-
-
-
-
EKONOMITiga Perusahaan Otomotif Mengakui Dugaan Diskriminasi KPPU
Herman Saleh Harahap·10 jam yang lalu -
KESEHATANKampanye Germas Ceria, Kahiyang Ajak Siswa Hidup Sehat
Herman Saleh Harahap·10 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan