Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

KPPU Uji Pasokan dan Pembentukan Harga Semen di Sumatera Utara

KPPU mendalami pasokan dan harga semen di Sumut untuk mengusut kelangkaan, biaya distribusi, dan dugaan praktik persaingan usaha.

Bagikan:
Ketua KPPU RI, Gopprera Panggabean, menegaskan, proses investigasi dilakukan dengan memverifikasi data di seluruh tingkatan rantai pasok, mulai dari produsen, distributor, toko bangunan, hingga pengelola Pelabuhan Belawan dan jasa angkutan, Rabu (26/8/2026).(foto: istimewa)
Ketua KPPU RI, Gopprera Panggabean, menegaskan, proses investigasi dilakukan dengan memverifikasi data di seluruh tingkatan rantai pasok, mulai dari produsen, distributor, toko bangunan, hingga pengelola Pelabuhan Belawan dan jasa angkutan, Rabu (26/8/2026).(foto: istimewa)
A A

Nusantaraterkini.co, -Komisi Pengawas () melalui Kantor Wilayah I memperluas pendalaman terhadap struktur pasar serta rantai distribusi semen di . Langkah ini diambil guna menelusuri penyebab masih tingginya harga eceran serta terjadinya kelangkaan sejumlah merek semen di beberapa wilayah Sumut sejak pertengahan tahun 2026.

​Ketua KPPU RI, , menegaskan, proses investigasi dilakukan dengan memverifikasi data di seluruh tingkatan rantai pasok, mulai dari produsen, distributor, toko bangunan, hingga pengelola dan jasa angkutan.

​" akan menguji apakah pergerakan harga berkorelasi dengan perubahan biaya, pasokan, permintaan, dan kondisi distribusi yang dapat diverifikasi. Apabila ditemukan kesepakatan antarpelaku usaha dalam penetapan harga atau pengaturan pasokan tanpa justifikasi objektif yang didukung alat bukti mencukupi, KPPU akan menindaklanjutinya sesuai mekanisme penanganan perkara," tegas Gopprera, Rabu (26/8/2026).

​Kepala Kanwil I KPPU, Ridho Pamungkas, menambahkan, pemeriksaan awal terhadap distributor di Kota menunjukkan adanya indikasi kekosongan stok merek tertentu, kenaikan biaya logistik (seperti ongkos angkut dan waktu tunggu kapal bersandar), serta perubahan harga beli dari produsen sepanjang periode Juni hingga Agustus 2026. 

"Data pengiriman semen di juga mencatatkan penurunan volume pada Mei 2026 sebelum kembali meningkat pada Juni," katanya.

​Untuk memastikan penyebab pasti ketimpangan harga dan pasokan tersebut, KPPU telah menjadwalkan pemanggilan serta pengumpulan dokumen transaksi, data alokasi produksi, hingga komponen biaya logistik dari sejumlah produsen dan distributor utama. 

"Proses saat ini masih berada dalam tahap kajian serta verifikasi data dan belum menyimpulkan adanya pelanggaran hukum ," pungkasnya.

(Emn/Nusantaraterkini.co)

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait