Konten Kreator Asal Lampung Pergoki Dua Bocah Ngelem di Kawasan Jembatan Ampera
Konten kreator asal Lampung menemukan dua bocah ngelem di kawasan Jembatan Ampera dan mendesak Pemkot Palembang bertindak.
Nusantaraterkini.co, PALEMBANG — Pemilik akun media sosial @abangtaun menemukan dua anak di bawah umur sedang menyalahgunakan zat adiktif jenis lem di sekitar kawasan Jembatan Ampera, Kota Palembang saat dirinya tengah mampir di wilayah tersebut.
Pria yang merupakan konten kreator asal Lampung tersebut langsung mendesak Pemerintah Kota Palembang, khususnya Dinas Sosial untuk segera mengamankan, serta memberikan pembinaan yang layak. Fakta lainnya, kedua bocah itu tinggal bersama neneknya karena kondisi ekonomi keluarga yang memprihatinkan.
“Buat pemerintah yang ada di Palembang, lihat dua anak ini. Mereka kedapatan sedang ngelem. Tolong diamankan dan dibina. Tidak boleh ngelem seperti itu,” ujar pemilik akun media sosial @abangtaun yang dikutip, Kamis (28/5/2026).
Dalam video berdurasi 1.14 detik tersebut percakapan pemilik akun dan dua bocah tersebut mengenai keberadaan orang tua mereka, keduanya memberikan pengakuan awal yang menyatakan bahwa ayah dan ibu mereka sudah tiada.
Pemilik akun sangat menyayangkan aktivitas menyimpang tersebut. Menurutnya, anak-anak itu merupakan aset berharga negara yang masih memiliki kesempatan besar untuk dibimbing ke arah yang lebih baik jika mendapat penanganan instansi yang tepat.
“Saya sedang mampir di Palembang dan menemukan dua anak ini sedang ngelem di sekitar kawasan Jembatan Ampera. Karena itu saya meminta perhatian Pemerintah Kota Palembang, terutama Dinas Sosial, agar anak-anak ini bisa diamankan dan dibina dan mendapatkan perhatian yang lebih baik. Mereka ini generasi penerus bangsa dan siapa tahu masih bisa diselamatkan. Menurut pengakuan mereka, kondisi tersebut terjadi karena kedua orang tua mereka sudah meninggal dunia,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia menaruh harapan besar agar pihak otoritas yang berwenang segera turun ke lapangan guna mengevakuasi sekaligus memberikan jaminan sosial masa depan yang lebih terstruktur bagi kedua anak tersebut.
Ia pun berharap agar para anak jalanan ini bersikap kooperatif dan mau menerima uluran tangan bantuan pengasuhan dari pihak birokrasi pemerintahan daerah.
“Kalau nanti ada pihak pemerintah yang datang untuk menjemput kalian bersedia ya untuk dibina dan mendapatkan perhatian yang lebih baik,” tuturnya kepada dua anak tersebut.
Saat diinterogasi lebih mendalam di lokasi yang sama, dua anak yang kedapatan sedang menghirup lem perekat tersebut memberikan pernyataan yang sedikit berbeda mengenai status kelangsungan hidup sang ibu.
Mereka menceritakan jika tulang punggung keluarga saat ini bertumpu pada ibu kandung mereka. Ibu mereka harus bekerja keras menyusuri jalanan sebagai pencari barang bekas (rongsok) demi menyambung hidup mereka di rumah sang nenek.
”Ayah sudah meninggal, ibu nyari rongsok, tinggal sama nenek,” aku dua anak yang ngelem tersebut.
( Tia/Nusantaraterkini.co)
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
NEWS VIDEOMartin Hutabarat: Perubahan UUD Penting Dipahami untuk Menentukan Arah Bernegara
Fadli Tara·2 jam yang lalu -
-
KRIMINALViral Video Dugaan Bullying Siswi SMPN 12 Pematangsiantar, Polisi Langsung Turun Tangan
hendra·3 jam yang lalu -
BADMINTONDua Ganda Putra Indonesia Tembus Semifinal Asian Games 2026, Leo/Daniel Tantang Pasangan Nomor 1 Dunia
hendra·4 jam yang lalu -
INTERNASIONALTrump Tolak Proposal Iran, Teheran Masih Tunggu Jawaban Resmi soal Pembukaan Selat Hormuz
hendra·4 jam yang lalu -
-
EKONOMIKemiskinan Argentina Naik Jadi 32,3 Persen, Harga Kebutuhan Pokok Melonjak
hendra·5 jam yang lalu -
PERISTIWAMarkas OPM Egianus Kogoya di Nduga Diserang dari Udara? Ini Kata TNI
hendra·5 jam yang lalu -
SUMSELHerman Deru Beberkan Strategi Program Sultan Muda Tekan Angka Pengangguran di Sumsel
hendra·6 jam yang lalu -
INTERNASIONALSurvei Ungkap 52 Persen Warga Filipina Merasa Tak Berdaya Hadapi Korupsi
Rozie Winata·6 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan