Kondisi Pascabanjir di Pasar Bawah Serbelawan: Warga Lakukan Pembersihan dan Harapkan Bantuan Berkelanjutan
Kondisi Pascabanjir di Pasar Bawah Serbelawan: Warga Lakukan Pembersihan dan Harapkan Bantuan Berkelanjutan
Nusantaraterkini.co, SIMALUNGUN — Sehari pasca-hantaman banjir bandang yang melanda kawasan Pasar Bawah, Jalan Arsiha, Kelurahan Serbelawan, Kecamatan Dolok Batu Nanggar, Kabupaten Simalungun, situasi di lokasi berangsur mulai terlihat terang pada Senin (3/8/2026).
Air yang sebelumnya sempat merendam rumah-rumah warga dengan ketinggian mencapai satu meter lebih kini telah surut. Kendati demikian, duka dan keletihan jelas terpancar dari wajah para korban.
Pantauan di lapangan, warga tampak sibuk berjibaku membersihkan endapan lumpur tebal yang merangsek masuk ke dalam rumah. Berbagai perabotan rumah tangga mulai dari lemari, pakaian, hingga peralatan dapur tampak berserakan dan rusak parah akibat tersapu air bah.
Sejumlah warga menuturkan, banjir kali ini merupakan salah satu yang terparah dan datang begitu cepat tanpa adanya tanda-tanda peringatan dini. Meluapnya aliran Sungai Sikkam di hulu membuat permukiman padat penduduk ini seketika berubah menjadi lautan lumpur.
Bantuan Sempat Datang, Namun Belum Merata
Di tengah beratnya beban pemulihan pascabencana, warga menyayangkan distribusi bantuan sosial yang dinilai tidak merata dan terhenti terlalu cepat. Warga mengaku bantuan logistik tahap awal hanya dirasakan oleh sebagian kecil orang dalam beberapa hari pertama, sementara sebagian besar lainnya luput dan memerlukan pasokan pangan serta air bersih.
"Bantuan umum memang sempat ada, tapi itu pun hanya sebagian kecil warga yang dapat, cuma beberapa orang saja. Setelah itu stop, dua hari ini sudah tidak ada lagi bantuan yang turun ke sini padahal kami sangat butuh," ungkap Ibu Ani (48), salah seorang warga Pasar Bawah.
Keluhan serupa disampaikan oleh Ibu Eko, Ibu Sulastri, hingga Bapak Eko dan Muhammad Reza. Mereka mengungkapkan bahwa kerugian material yang diderita cukup besar, meliputi hancurnya alat-alat rumah tangga serta terhentinya aktivitas harian akibat musibah tersebut.
"Semua lemari dan pakaian sudah bungkus dan hanyut. Kompor dan alat masak rusak total karena terendam lumpur dari dapur sampai atas. Yang paling mendesak sekarang itu kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, gula, dan susu anak," tutur Ibu Eko dan Ibu Sulastri.
Harapan Jangka Panjang: Normalisasi Sungai dan Perhatian Pemerintah
Bagi warga Pasar Bawah, ancaman banjir bandang akibat luapan Sungai Sikkam merupakan peristiwa yang kerap berulang setiap tahunnya. Warga menilai penanganan jangka panjang sangat dibutuhkan untuk mengantisipasi kejadian serupa di masa mendatang.
Melalui momentum pascabencana ini, warga mengharapkan perhatian dan langkah konkret dari Pemerintah Kabupaten Simalungun maupun instansi terkait, khususnya melalui normalisasi aliran sungai dan perbaikan infrastruktur penahan air, agar kawasan tersebut memiliki perlindungan yang memadai dari ancaman banjir.
(cv3/nusantaraterkini.co)
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
EKONOMIEkspor Naik, Neraca Perdagangan Sumut Surplus US$731 Juta
Herman Saleh Harahap·8 menit yang lalu -
SUMUTDinsos Sumut Salurkan Bantuan Pascabencana ke 13.702 Keluarga
Herman Saleh Harahap·31 menit yang lalu -
NEWS VIDEOKejagung Bongkar Dugaan Korupsi Pengadaan Motor MBG Rp1,2 Triliun
Fadli Tara·37 menit yang lalu -
EKONOMIOJK Luncurkan RP3I 2026-2030 untuk Perkuat Resiliensi Perbankan
Herman Saleh Harahap·50 menit yang lalu -
KRIMINALPolda Sumut Bongkar Modus Narkoba Gunakan Fitur 'Share Location'
Herman Saleh Harahap·1 jam yang lalu -
-
PERISTIWA5 Ekor Lembu Warga Simalungun Mati Bersamaan di Areal Perkebunan Dolok Ilir, Diduga Keracunan
hendra·1 jam yang lalu -
NASIONALPrabowo Lantik 26 Anggota Wantimpres: Dari Rocky Gerung hingga Jusuf Hamka Resmi Bergabung ke Istana Negara
Rozie Winata·1 jam yang lalu -
KRIMINALDua Terduga Pelaku Curat Toko di Binjai Ditangkap, Kerugian Capai Rp157 Juta
hendra·2 jam yang lalu -
Semua berita sudah ditampilkan