Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Keracunan MBG, Pelajar Karo Dirujuk ke Medan Bertambah Jadi Dua

Sebanyak 354 pelajar Karo diduga keracunan MBG, dua siswa dirujuk ke rumah sakit di Medan dan kasusnya kini diselidiki Polres Karo.

Siswi SMA Negeri 1 Berastagi dari Rumah Sakit Efarina Etahanam dirujuk ke Rumah Sakit Haji karena mengalami sesak nafas diduga akibat keracunan MBG, Jumat (14/8/2026).(foto: tony/nusantaraterkini.co)
Siswi SMA Negeri 1 Berastagi dari Rumah Sakit Efarina Etahanam dirujuk ke Rumah Sakit Haji karena mengalami sesak nafas diduga akibat keracunan MBG, Jumat (14/8/2026).(foto: tony/nusantaraterkini.co)
A A

Nusantaraterkini.coKARO - Penanganan korban keracunan massal usai menyantap (MBG) di meluas hingga ke . Setelah sebelumnya satu orang dirujuk ke Rumah Sakit Haji, kini satu lagi harus dilarikan ke Rumah Sakit Bina Kasih.

Dua siswa yang dirujuk yakni Inka Kristi Br Ginting ke Medan dengan indikasi atau riwayat epilepsi. Satu lainnya, Krismas Dayanti Br Sihite, dari Rumah Sakit Efarina dirujuk ke karena mengalami sakit perut dan mual.

Data rekapitulasi Tim Satgas dan Dinas Kesehatan Kabupaten Karo mencatat 354 murid mengalami keracunan. Ratusan siswa itu berasal dari SMA Negeri 1 dan SMA Swasta Bersama.

Berdasarkan data per Jumat (14/8/2026) pukul 16.00 WIB, pasien terbanyak tercatat di RS Amanda Raya dengan 212 orang. Sebanyak 46 siswa masih menjalani rawat inap, sedangkan 166 lainnya sudah diperbolehkan pulang.

Kemudian, RS Efarina Etaham menangani 101 pasien. Sebanyak 61 siswa masih dirawat, sementara 39 lainnya telah diperbolehkan pulang. Di RSU Kabanjahe terdapat 35 pasien. Dua di antaranya masih menjalani perawatan, sedangkan 32 lainnya sudah bisa kembali ke rumah.

Adapun 5 pasien yang ditangani RS Mina Kabanjahe semuanya sudah lepas pengawasan dokter. Sedangkan satu pasien di RS Yoreskitha masih menjalani rawat inap.

Bupati Karo bersama Wakil Bupati Karo dan jajaran Forkopimda sebelumnya turun langsung meninjau penanganan para siswa di RS Efarina Etaham, Jumat (14/8/2026). Pemerintah daerah memastikan biaya dan penanganan medis para korban ditangani fasilitas kesehatan.

"Kami hadir untuk memastikan seluruh anak-anak kita mendapatkan perawatan medis yang terbaik dan intensif. Pemerintah bersama Forkopimda dan tim medis terus berkoordinasi 24 jam untuk memantau perkembangan kesehatan para korban," kata Bupati Karo.

Kasus ini tengah diselidiki . Pemkab Karo, khususnya Dinas Kesehatan, juga masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium terhadap sampel makanan.

(Ton/)

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait

Berita Terbaru