Kembali Pimpin Fatayat NU Surabaya, Camelia Habiba Fokus Cetak Pemimpin Perempuan Muda
Camelia Habiba kembali memimpin Fatayat NU Surabaya periode 2025–2030 dengan fokus kaderisasi, pemberdayaan perempuan, dan mencetak pemimpin muda.
Nusantaraterkini.co, SURABAYA – Camelia Habiba kembali dipercaya memimpin Fatayat NU Surabaya untuk periode 2025–2030. Memasuki periode kedua, ia membawa fokus baru dengan memperkuat kaderisasi dan menyiapkan generasi penerus kepemimpinan.
Habiba ingin lima tahun kepengurusan mendatang tidak hanya diisi dengan pelaksanaan program organisasi, tetapi juga menjadi ruang bagi kader perempuan muda untuk berkembang dan memperoleh pengalaman kepemimpinan.
Menurutnya, keberhasilan seorang pemimpin tidak semata-mata diukur dari kemampuan menjalankan program, tetapi juga dari sejauh mana ia mampu menyiapkan penerus.
“Pemimpin yang berhasil bukan hanya yang mampu menjalankan program, tetapi juga yang mampu melahirkan pemimpin berikutnya,” kata Habiba saat diwawancarai, Kamis (24/9/2026).
Karena itu, kaderisasi akan menjadi salah satu agenda penting Fatayat NU Surabaya selama periode kepengurusan 2025–2030.
Fatayat NU dinilai memiliki posisi strategis dalam membentuk kapasitas perempuan muda NU agar dapat mengambil peran lebih luas di tengah masyarakat, baik dalam kehidupan keumatan, kebangsaan maupun pembangunan.
“Fatayat NU harus menjadi ruang tumbuh bagi perempuan muda NU agar memiliki kemampuan, wawasan, dan semangat pengabdian. Kaderisasi menjadi kunci agar organisasi terus berkembang dan mampu menjawab tantangan zaman,” ujarnya.
Selain penguatan kader, Fatayat NU Surabaya juga menyiapkan sejumlah program yang berorientasi pada pemberdayaan perempuan.
Salah satunya melalui pengembangan rumah UMKM atau inkubator usaha yang ditujukan untuk mendampingi perempuan yang sedang merintis maupun mengembangkan usaha.
Pendampingan tersebut tidak hanya berkaitan dengan akses permodalan. Program juga diarahkan untuk meningkatkan keterampilan pengelolaan usaha, kapasitas pelaku UMKM serta membangun mental kewirausahaan.
Di bidang pendidikan keagamaan, Fatayat NU Surabaya berencana menjalin kolaborasi dengan Kementerian Agama untuk turut mendorong pemberantasan buta aksara Al-Qur’an.
Kerja sama dengan perguruan tinggi dan berbagai mitra strategis juga akan diperluas sebagai bagian dari upaya memperkuat program organisasi.
Dengan berbagai agenda tersebut, Habiba berharap kepengurusan Fatayat NU Surabaya periode 2025–2030 tidak hanya menghasilkan capaian program, tetapi juga meninggalkan kader-kader perempuan muda yang memiliki kapasitas dan kesiapan untuk melanjutkan estafet kepemimpinan.
"Regenerasi tersebut diharapkan menjadi fondasi agar Fatayat NU Surabaya terus berkembang dan mampu merespons kebutuhan masyarakat yang semakin dinamis," tutupnya.
(Ton/Nusantaraterkini.co)
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
-
-
EKONOMITiga Perusahaan Otomotif Mengakui Dugaan Diskriminasi KPPU
Herman Saleh Harahap·4 jam yang lalu -
KESEHATANKampanye Germas Ceria, Kahiyang Ajak Siswa Hidup Sehat
Herman Saleh Harahap·4 jam yang lalu -
KRIMINALPolda Sumsel Tangkap Tersangka Pembobol Rumah Guru Agama
Herman Saleh Harahap·4 jam yang lalu -
-
KOTA MEDANPemko Medan Raih Penghargaan TP2DD Terbaik Se-Sumatera
Herman Saleh Harahap·5 jam yang lalu -
SUMUTPemprov Sumut Kebut Pembangunan Infrastruktur dan Realisasi APBD 2026
Herman Saleh Harahap·5 jam yang lalu -
KESEHATANRico Waas Tegaskan Pembangunan Puskesmas Tuntungan Harus Rampung Tepat Waktu
Herman Saleh Harahap·5 jam yang lalu -
KRIMINALKasus Penganiayaan Tokoh Pers di Sidimpuan: Polisi Reka 30 Adegan
Herman Saleh Harahap·6 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan