Nusantaraterkini.co, TEGAL-Kekecewaan mendalam menyelimuti skuat PSMS Medan setelah dipastikan pulang dengan tangan hampa dari lawatan mereka ke markas Persekat Tegal. Dalam laga lanjutan babak Championship yang berlangsung di Stadion Tri Sanja, Sabtu (21/2/2026), tim berjuluk Ayam Kinantan tersebut harus mengakui keunggulan tuan rumah dengan skor telak 2-0.
Kekalahan ini menjadi pukulan telak bagi PSMS yang sejak awal menargetkan poin penuh demi memperbaiki posisi di klasemen sementara. Namun, justru terjebak dalam dominasi permainan yang diterapkan oleh Laskar Ki Gede Sebayu.
Sejak peluit babak pertama dibunyikan, PSMS sebenarnya mencoba mengambil inisiatif serangan. Namun, koordinasi lini tengah yang kurang solid membuat aliran bola sering terputus sebelum mencapai barisan depan.
Baca Juga : Hajar Sumsel United 3-1, Eko Purdjianto Puji Penampilan Spartan Para Pemain PSMS
Petaka bagi tim tamu dimulai pada menit ke-26 ketika Atieda S berhasil memecah kebuntuan. Memanfaatkan umpan matang dari Serra Matos, penyerang Persekat tersebut melepaskan tembakan yang gagal dihalau penjaga gawang PSMS. Gol tersebut seolah meruntuhkan mental bertanding para pemain Medan, yang sebelumnya sudah tertekan setelah Rama menerima kartu kuning cepat di menit ke-7.
Memasuki babak kedua, PSMS Medan mencoba melakukan penyegaran dengan memasukkan beberapa tenaga baru untuk meningkatkan intensitas serangan. Namun, dewi fortuna tampaknya enggan berpihak pada mereka.
Baca Juga : Duel Sengit di Tegal, Gol Persiraja Dianulir Saat Hadapi Persekat
Meskipun penguasaan bola tercatat mencapai 44 persen, PSMS kesulitan menciptakan peluang yang benar-benar mengancam gawang lawan. Tercatat hanya ada tiga tembakan tepat sasaran sepanjang laga, sebuah statistik yang menunjukkan tumpulnya lini serang Ayam Kinantan di hadapan publik Tegal.
Upaya untuk menyamakan kedudukan justru berbuah pahit ketika pada menit ke-77, Yusgiantoro A. yang masuk sebagai pemain pengganti berhasil menggandakan keunggulan Persekat menjadi 2-0 setelah menerima asis dari Saputro R.
Ketegangan di lapangan semakin meningkat menjelang akhir pertandingan, yang ditandai dengan banjir kartu kuning bagi kedua tim. Di kubu PSMS, frustrasi para pemain terlihat jelas saat Clayton, Wijianto S dan Alim Z berturut-turut menerima kartu kuning dalam rentang waktu yang singkat di babak kedua.
Ketidakmampuan untuk mengontrol emosi di menit-menit krusial ini semakin menyulitkan PSMS untuk membangun serangan yang terstruktur. Hingga wasit meniup peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan, skor 2-0 tetap bertahan untuk keunggulan tuan rumah.
Hasil negatif ini memperpanjang catatan buruk PSMS Medan dalam laga tandang musim ini. Kekalahan di Stadion Tri Sanja bukan sekadar kehilangan tiga poin, melainkan juga menjadi bahan evaluasi besar bagi manajemen dan tim pelatih mengenai efektivitas strategi saat bermain di bawah tekanan suporter lawan.
Dengan hanya mengandalkan lima total tembakan sepanjang pertandingan, PSMS dituntut untuk segera membenahi ketajaman lini depan dan kedisiplinan lini belakang jika masih ingin menjaga asa di kompetisi ini. Para pendukung setia di Medan kini berharap tim kesayangan mereka mampu bangkit di laga kandang berikutnya untuk menebus kegagalan menyakitkan di tanah Jawa Tengah ini.
(Emn/Nusantaraterkini.co)
