Kala Kepala BNN Protes Gegara Pagu Anggaran Rp 1,015 T yang Disebut Tak Optimal Berantas Narkoba
Kepala BNN, Irjen Pol Marthinus Hukom angkat bicara dan berikan pendapat terkait pagu anggaran indikatif BNN sekitar Rp 1,015 triliun di tahun 2026.
nusantaraterkini.co, JAKARTA - Kepala BNN, Irjen Pol Marthinus Hukom angkat bicara dan berikan pendapat terkait pagu anggaran indikatif BNN sekitar Rp 1,015 triliun di tahun 2026.
Menurutnya, anggaran ini tak cukup untuk memberantas peredaran narkotika di Indonesia.
Hal itu ia ungkapkan saat rapat kerja bersama Komisi III DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta pada Kamis (10/7/2025). Ia menyebut bahwa pagu indikatif tersebut turun 58,62 % dari tahun 2025.
“Pada alokasi belanja operasional pegawai, pagu BNN hanya memperhitungkan jumlah pegawai existing dan belum memperhitungkan kebutuhan gaji dan tunjangan 29 orang PNS dan 1,188 orang P3K, hasil dari pengadaan pegawai tahun anggaran 2024,” ucapnya.
“Kondisi tersebut mengakibatkan BNN tidak dapat mengalokasikan belanja barang non-operasional untuk melaksanakan tugas-tugas P4GN,” tambah dia.
Ia lalu menjabarkan, mengapa anggaran tersebut ia rasa tak cukup. Pertama, pagu indikatif itu dialokasikan untuk belanja operasional seperti dukungan manajemen, belanja pegawai, menjalankan program Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN), serta operasional perkantoran.
“Pada alokasi belanja non-operasional hanya dapat untuk membelanjakan dukungan operasional peralatan khusus sebesar Rp 22,24 miliar dan belanja layanan publik atau PNBP sebesar Rp 16,42 miliar,” tambahnya.
“Sehingga alokasi untuk menunjang tugas fungsi seperti belanja layanan publik terkait rehabilitasi, uji narkotika, untuk belanja prioritas nasional, untuk belanja prioritas lembaga dan belanja kebutuhan reguler tidak dapat dipenuhi atau sebesar Rp 0,” lanjut dia.
Akhirnya ia berkesimpulan, bahwa pagu indikatif sebesar Rp 1,015 triliun itu belum mencukupi untuk membantu Presiden Prabowo Subianto mencapai prioritasnya, yakni pemberantasan narkoba.
“Berdasarkan rincian tersebut, mengindikasikan bahwa pagu indikatif BNN tahun 2026 tidak dapat mendukung pelaksanaan astacita dan program prioritas presiden pencegahan dan pemberantasan narkoba,” ungkapnya.
Marthinus pun mengusulkan tambahan anggaran pada tahun 2026 sebesar Rp 1,14 triliun.
“Pimpinan rapat dan anggota Dewan Komisi III DPR RI yang kami hormati, untuk mendukung pelaksanaan astacita dan program prioritas presiden pencegahan dan pemberantasan narkoba, BNN mengusulkan tambahan anggaran tahun 2026 sebesar Rp 1,14 triliun,” pintanya.
Atas usulan ini, DPR pun memberikan dukungan.
“Komisi III DPR RI dapat menerima penjelasan usulan program Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) sesuai dengan Pagu Indikatif Tahun Anggaran 2026 sebesar Rp1.015.832.652.000,- dan akan memperjuangkan usulan tambahan yang diajukan sebesar Rp1.140.833.494.000, sehingga menjadi sebesar Rp2.156.666.146.000,” demikian kesimpulan rapat tersebut, dibacakan oleh Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Dede Indra Permana Soediro.
“Komisi III DPR RI akan menyampaikan hasil rapat pembahasan pagu indikatif anggaran tahun 2026 kepada Badan Anggaran DPR RI guna disinkronisasi sesuai dengan mekanisme dan peraturan perundang undangan,” tambah kesimpulan itu.
(Dra/nusanataraterkini.co).
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
SUMSELPolres Muba Salurkan 7.000 Liter Air Bersih untuk Warga Lumpatan II Sekayu
Rozie Winata·18 menit yang lalu -
POLITIKDisharmoni Perda dengan Kewenangan Pusat, BULD DPD Soroti Keterbatasan Kajian dan Partisipasi Publik
Rozie Winata·36 menit yang lalu -
POLITIKUU P2SK Belum Genap 3 Tahun, Said Abdullah Tolak Wacana Omnibus Law Keuangan Baru
Rozie Winata·59 menit yang lalu -
KRIMINALPolres Asahan Tangkap Kurir Narkoba Asal Jatim di Silau Laut, 1,5 Kilo Sabu Gagal Dikirim ke Surabaya
Rozie Winata·1 jam yang lalu -
KRIMINALSidang Korupsi Waterfront City Samosir, Hakim Gali Detail Pemancangan dan Volume Pekerjaan
Rozie Winata·1 jam yang lalu -
PENDIDIKANPolemik Pemilihan Rektor UINSA, Kemenag Didesak Turun Tangan
Rozie Winata·2 jam yang lalu -
KRIMINALTiga Terduga Pengedar Narkoba Diciduk Polres Binjai, Sabu, Ekstasi dan Ganja Disita
hendra·2 jam yang lalu -
SEPAKBOLAKevin Diks Emban Ban Kapten Timnas Indonesia Gantikan Jay Idzes di FIFA ASEAN Cup 2026
Rozie Winata·2 jam yang lalu -
SUMSELPolda Sumsel Matangkan Kesiapan Operasi Sikat I Musi 2026, Sasar Curat, Curas, Curanmor hingga Premanisme
hendra·3 jam yang lalu -
Semua berita sudah ditampilkan