Nusantaraterkini.co, Medan - Jong Batak's Arts Festival #11, festival seni budaya yang menggambarkan keindahan Sumatera Utara, resmi dibuka hari ini oleh Rumah Karya Indonesia.
Mengusung berbagai karya seni yang mengangkat nilai-nilai lokal, acara yang akan berlangsung selama tiga hari ini dibuka dengan pertunjukan teater berjudul Marcarito Sampuraga.
Baca Juga : Peringati Sumpah Pemuda, Pemko Medan Gelar Festival Kreativitas Pemuda dan UMKM
Kisah klasik yang menggambarkan seorang anak durhaka ini mengandung pesan moral yang dalam, berhasil memikat para penonton dalam dua sesi, yakni pukul 15.00 WIB dan 19.30 WIB mulai tanggal 26-28 Oktober 2024.
Baca Juga : Jelang Trail Of The King 2025, Para Peserta Racepack Collection di Tepi Danau Toba
Penonton, terutama generasi muda, terlihat sangat antusias menyaksikan pementasan Marcarito Sampuraga.
Alur cerita yang kuat dan penghayatan akting para pemain membuat kisah Sampuraga terasa hidup dan mampu membawa para penonton larut dalam emosi dan pesan yang disampaikan.
Baca Juga : Viral MBG Tercemar Ada Cacing dan Ulat, SMKN 1 Sei Rempah Desak Evaluasi SPPG
Pertunjukan teater ini menjadi salah satu daya tarik utama di hari pertama, membuka festival dengan atmosfer penuh makna dan keindahan.
Baca Juga : Ditinggal Beli Takjil, Sepeda Motor Penjaga Toko Lenyap Digasak Maling
Selain teater, Jong Batak's Arts Festival #11 juga menyuguhkan dua karya tari yang memukau.
Tarian Inoeng Ngoen Pukat oleh ISBI Aceh menampilkan gerakan yang harmonis dan simbolis, sementara Na Mauas Male oleh Sanggar Seni Jolo New Samosir berhasil mencuri perhatian penonton dengan gerak tubuh yang ekspresif dan penuh makna.
Setiap gerakan tari seakan menceritakan kisah tersendiri, menggambarkan keunikan budaya Aceh dan Batak dalam satu panggung yang memukau.
Jong Batak's Arts Festival tahun ini didedikasikan sebagai ruang apresiasi bagi karya seni dengan nilai artistik tinggi.
Rumah Karya Indonesia berharap, melalui festival ini, generasi muda dapat memahami dan menghargai seni budaya Sumatera Utara.
"Kami ingin menjadikan Jong Batak's Arts Festival sebagai wadah bagi seniman untuk berkreasi dan bagi masyarakat untuk mengapresiasi karya seni. Melalui festival ini, kami ingin menunjukkan bahwa seni dan budaya memiliki peran penting dalam kehidupan kita," ujar Audrin Manurung, Direktur Festival kepada Nusantaraterkini.co.
Jong Batak's Arts Festival bukan hanya tentang pertunjukan seni, tetapi juga menjadi ruang interaksi antara seniman dan masyarakat.
Ojax Manalu, Ketua Rumah Karya Indonesia, menjelaskan bahwa festival ini diharapkan menjadi endemisme bagi Sumatera Utara, yang mencerminkan kekhasan sejarah, lingkungan, serta nilai budaya yang diwariskan oleh masyarakat Batak.
"Dengan melestarikan seni budaya lokal ini, kita turut menjaga keberagaman dan memperkaya identitas bangsa,” ungkap Ojax.
Festival ini diharapkan mampu mempererat hubungan antara seniman dan masyarakat, mendorong apresiasi yang lebih tinggi terhadap karya seni lokal, sekaligus menguatkan identitas budaya Sumatera Utara di tingkat nasional dan internasional.
(Cw9/Nusantaraterkini.co)
