Irma Suryani Kritik Elite Politik Sibuk Berpolemik, Rakyat Terdampak Karhutla Butuh Bantuan
Irma Suryani Kritik Elite Politik Sibuk Berpolemik, Rakyat Terdampak Karhutla Butuh Bantuan
Nusantaraterkini.co, JAKARTA โ Anggota DPR Irma Suryani menyoroti sikap sejumlah politisi, akademisi, dan aktivis yang dinilai lebih sibuk memainkan politik praktis di ruang publik ketimbang memperjuangkan persoalan konkret yang dihadapi masyarakat.
Irma menyampaikan keprihatinannya terhadap kondisi masyarakat yang terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla), kesulitan memperoleh bahan bakar minyak (BBM), hingga melonjaknya harga kebutuhan pokok.
Menurut Irma, masyarakat terdampak karhutla masih membutuhkan perhatian serius, termasuk bantuan bagi warga yang kehilangan sumber penghidupan akibat kebun mereka terbakar.
โBanyak sekali masyarakat yang terdampak belum mendapatkan bantuan. Banyak juga kebun-kebun rakyat yang terbakar. Pertanyaannya, bagaimana mereka mendapatkan kembali penghasilan dari kebun yang sudah terbakar?โ ujar Irma dalam akun IG @irmasuryanioffical, Selasa (20/10/2026).
Ia juga menyoroti persoalan antrean BBM yang dialami para sopir truk dan masyarakat hingga berhari-hari. Kondisi tersebut dinilai mengganggu aktivitas ekonomi dan menambah beban masyarakat.
Selain itu, Irma mengaku menerima banyak keluhan dari masyarakat di daerah pemilihannya mengenai tingginya harga bahan pokok. Ia juga menyinggung kondisi Bali yang menurutnya memprihatinkan.
Irma menyayangkan munculnya polemik politik di tengah berbagai persoalan yang membutuhkan perhatian bersama. Ia menilai, sejumlah pihak yang kerap tampil di televisi, podcast, dan media sosial justru lebih banyak membicarakan politik praktis.
Menurutnya, persoalan karhutla dan polemik mengenai ijazah yang dipersoalkan keasliannya tidak seharusnya dipertentangkan atau dijadikan alasan untuk membenturkan kelompok masyarakat.
โSebetulnya itu tidak perlu dibenturkan dan tidak perlu diadu domba. Menurut saya, yang harus dilakukan para akademisi, aktivis, dan politisi adalah mendampingi masyarakat serta mengawal pemerintah,โ tegasnya.
Irma menekankan pentingnya kritik konstruktif agar pemerintah dapat memperbaiki kebijakan dan menyelesaikan berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.
Ia juga menilai kegaduhan politik yang terus-menerus dapat mengganggu konsentrasi pemerintah dalam menjalankan program pembangunan, termasuk upaya menarik investasi dan menciptakan lapangan kerja.
โBagaimana investor mau masuk dan penciptaan lapangan pekerjaan bisa dilakukan pemerintah kalau politiknya saja gaduh? Pemerintah tidak akan bisa bekerja dengan baik kalau terus-menerus diganggu kegaduhan politik,โ katanya.
Lebih lanjut, Irma mempertanyakan minimnya perhatian sejumlah pihak terhadap penderitaan masyarakat akibat karhutla. Ia menyinggung warga yang mengalami sesak napas, gangguan mata, infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), hingga diare.
Menurutnya, persoalan tersebut semestinya menjadi perhatian utama para politisi, akademisi, dan aktivis, alih-alih terus terlibat dalam perdebatan politik.
Ia juga menilai masyarakat membutuhkan pendampingan nyata, baik dalam memperoleh bantuan maupun dalam memastikan pemerintah mengambil langkah penanganan yang tepat.
Irma mengingatkan agar kritik terhadap pemerintah tidak semata-mata digunakan untuk kepentingan kelompok atau perebutan kekuasaan.
โJangan juga dikira rakyat tidak mengerti. Rakyat ini cerdas. Faktanya, masyarakat membutuhkan solusi atas persoalan yang mereka hadapi sehari-hari,โ ujarnya.
Ajak Masyarakat Kawal Pemerintah
Irma mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat kerja sama dalam mendukung upaya pemerintah meningkatkan kesejahteraan rakyat. Dukungan tersebut, menurutnya, tetap harus disertai kritik yang objektif dan membangun.
Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh polemik politik yang dinilainya hanya berputar pada kelompok dan tokoh yang sama.
โSaya turun ke daerah pemilihan dan bertemu masyarakat. Yang mereka keluhkan adalah persoalan nyata, mulai dari harga sembako, BBM, sampai dampak karhutla. Karena itu, mari kita bergandengan tangan, mendukung pemerintah sekaligus memberikan kritik konstruktif,โ kata Irma.
Ia berharap pemerintah dapat bekerja dengan tenang, fokus, dan maksimal dalam menyelesaikan berbagai persoalan nasional.
Menurut Irma, tujuan utama dari seluruh proses politik dan pengawasan pemerintahan seharusnya adalah memastikan masyarakat dapat hidup lebih sejahtera, memenuhi kebutuhan sehari-hari, dan menjalani kehidupan dengan aman dan nyaman.
(LS/Nusantaraterkini.co)
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
EKONOMIEkspor Produk Hilirisasi Diproyeksi Capai US$50 Miliar, Aluminium dan Lithium Jadi Motor Baru
Rozie Winata·3 jam yang lalu -
LIFESTYLELebih dari 13 Juta Warga Australia Andalkan AI dalam Kehidupan Sehari-hari
Rozie Winata·4 jam yang lalu -
SEPAKBOLATinggalkan Pemusatan Latihan, Cristiano Ronaldo Resmi Disanksi FPF
Rozie Winata·5 jam yang lalu -
NASIONALPemerintah Siapkan Strategi Fiskal Jaga Harga BBM Bersubsidi hingga Akhir Tahun
Rozie Winata·6 jam yang lalu -
KRIMINALPolisi Grebek dan Bakar Sarang Narkoba di Medan Polonia, 3 Pengguna Diringkus
Rozie Winata·7 jam yang lalu -
SUMUTPangdam I/BB Pimpin Penyambutan Satgas Yonif 123/Rajawali di Pelabuhan Belawan
Rozie Winata·7 jam yang lalu -
KRIMINALKaryawati SPPG Palembang Laporkan Kepala Dapur ke Polisi atas Dugaan Pelecehan Seksual
Rozie Winata·7 jam yang lalu -
RELIGIPicu Kontroversial, MUI Imbau Umat Islam Berhenti Hadiri Ceramah Habib Alwi bin Abdurrahman Assegaf
Rozie Winata·8 jam yang lalu -
NASIONALBNPB: Ratusan Hektar Karhutla Berangsur Padam, Inovasi OMC Dry Ice Efektif Urai Asap
Rozie Winata·8 jam yang lalu -
INTERNASIONALKuba Kecam Surat Perintah Penangkapan Raul Castro oleh AS
Rozie Winata·9 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan