Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Memanas! Iran Tutup Lagi Selat Hormuz Setelah Israel Gempur Lebanon

Iran kembali menutup Selat Hormuz usai serangan Israel di Lebanon. Ketegangan Timur Tengah meningkat dan mengancam jalur energi dunia.

Bagikan:
Selat Hormuz Masih Ditutup, Harga Minyak Dunia Naik 11 Persen dalam Sepekan. (Foto: istimewa)
Selat Hormuz Masih Ditutup, Harga Minyak Dunia Naik 11 Persen dalam Sepekan. (Foto: istimewa)
A A

Nusantaraterkini.co, JAKARTA - kembali mengambil langkah tegas dengan menutup untuk seluruh aktivitas pelayaran internasional. Kebijakan tersebut diumumkan menyusul serangan Israel ke wilayah Lebanon yang terjadi pada Jumat (19/6/2026).

Komando Militer Pusat Khatam-al Anbiya menyatakan penutupan jalur strategis tersebut merupakan respons atas tindakan Israel yang dinilai melanggar kesepakatan damai yang sebelumnya difasilitasi (AS).

"Selat Hormuz kembali ditutup untuk seluruh pelayaran. Ini merupakan respons terhadap pelanggaran perjanjian damai. Jika serangan terus berlanjut, langkah berikutnya akan diambil hingga kesepakatan tersebut dihormati," demikian pernyataan militer Iran yang dikutip , Minggu (21/6/2026).

Di sisi lain, Kementerian Kesehatan Lebanon melaporkan bahwa rangkaian serangan Israel sejak 2 Maret 2026 telah menewaskan sedikitnya 4.057 orang, termasuk 135 tenaga kesehatan. Ribuan warga lainnya juga mengalami luka-luka akibat konflik yang terus berkecamuk.

Pada serangan terbaru yang terjadi Jumat lalu, sedikitnya 83 orang dilaporkan meninggal dunia dan 141 lainnya mengalami cedera. Sebagian besar korban berada di wilayah selatan Lebanon yang menjadi salah satu titik terpanas dalam konflik tersebut.

Sementara itu, laporan menyebut Israel tengah melakukan pembicaraan dengan Amerika Serikat terkait kemungkinan mempertahankan keberadaan pasukannya di Lebanon selatan. Informasi tersebut diungkap dua pejabat Israel pada Kamis (18/6/2026).

Negosiasi itu berlangsung sehari setelah AS dan menandatangani kesepakatan sementara yang menekankan pentingnya penghormatan terhadap kedaulatan dan integritas wilayah Lebanon.

Seorang pejabat senior Israel yang dekat dengan Perdana Menteri menyebut pemerintah Israel belum memiliki rencana untuk menarik pasukan dari wilayah yang saat ini berada di bawah kendalinya.

Penutupan kembali memicu kekhawatiran global karena jalur tersebut merupakan salah satu rute utama distribusi minyak dunia. Langkah Iran berpotensi meningkatkan ketegangan geopolitik sekaligus memberi dampak terhadap stabilitas pasar energi internasional.

(Dra/nusantaraterkini.co)

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait