Memanas! Iran Tutup Lagi Selat Hormuz Setelah Israel Gempur Lebanon
Iran kembali menutup Selat Hormuz usai serangan Israel di Lebanon. Ketegangan Timur Tengah meningkat dan mengancam jalur energi dunia.
Nusantaraterkini.co, JAKARTA - Iran kembali mengambil langkah tegas dengan menutup Selat Hormuz untuk seluruh aktivitas pelayaran internasional. Kebijakan tersebut diumumkan menyusul serangan Israel ke wilayah Lebanon yang terjadi pada Jumat (19/6/2026).
Komando Militer Pusat Khatam-al Anbiya menyatakan penutupan jalur strategis tersebut merupakan respons atas tindakan Israel yang dinilai melanggar kesepakatan damai yang sebelumnya difasilitasi Amerika Serikat (AS).
"Selat Hormuz kembali ditutup untuk seluruh pelayaran. Ini merupakan respons terhadap pelanggaran perjanjian damai. Jika serangan terus berlanjut, langkah berikutnya akan diambil hingga kesepakatan tersebut dihormati," demikian pernyataan militer Iran yang dikutip AFP, Minggu (21/6/2026).
Di sisi lain, Kementerian Kesehatan Lebanon melaporkan bahwa rangkaian serangan Israel sejak 2 Maret 2026 telah menewaskan sedikitnya 4.057 orang, termasuk 135 tenaga kesehatan. Ribuan warga lainnya juga mengalami luka-luka akibat konflik yang terus berkecamuk.
Pada serangan terbaru yang terjadi Jumat lalu, sedikitnya 83 orang dilaporkan meninggal dunia dan 141 lainnya mengalami cedera. Sebagian besar korban berada di wilayah selatan Lebanon yang menjadi salah satu titik terpanas dalam konflik tersebut.
Sementara itu, laporan Reuters menyebut Israel tengah melakukan pembicaraan dengan Amerika Serikat terkait kemungkinan mempertahankan keberadaan pasukannya di Lebanon selatan. Informasi tersebut diungkap dua pejabat Israel pada Kamis (18/6/2026).
Negosiasi itu berlangsung sehari setelah AS dan Iran menandatangani kesepakatan sementara yang menekankan pentingnya penghormatan terhadap kedaulatan dan integritas wilayah Lebanon.
Seorang pejabat senior Israel yang dekat dengan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menyebut pemerintah Israel belum memiliki rencana untuk menarik pasukan dari wilayah yang saat ini berada di bawah kendalinya.
Penutupan Selat Hormuz kembali memicu kekhawatiran global karena jalur tersebut merupakan salah satu rute utama distribusi minyak dunia. Langkah Iran berpotensi meningkatkan ketegangan geopolitik sekaligus memberi dampak terhadap stabilitas pasar energi internasional.
(Dra/nusantaraterkini.co)
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
HUKUM DAN KRIMINALDemi Sabu dan Judi Online, Pria Pengangguran Nekat Todong Penghuni Indekos
Rozie Winata·18 menit yang lalu -
SUMSELProgram Minggu Kasih, Kapolda Sumsel Serap Aspirasi Jemaat Gereja HKBP dan Serahkan Sarana Kontak Pengaduan
Rozie Winata·28 menit yang lalu -
SUMSELLRT Sumsel Sedot APBN Rp300 Miliar per Tahun, Gubernur Sebut ‘Wajar’
Rozie Winata·1 jam yang lalu -
INTERNASIONALDarurat Kemanusiaan, 70.000 Tenda Pengungsi di Gaza Terendam Banjir Ekstrem
Rozie Winata·1 jam yang lalu -
SUMUTKA Sribilah Utama Berhenti di Stasiun Lima Puluh dan Perbaungan Mulai 1 Desember 2026
Rozie Winata·2 jam yang lalu -
SUMSELIntegrasi Pelabuhan Tanjung Carat dan Boom Baru Jangan Saling Mematikan
Rozie Winata·3 jam yang lalu -
PERISTIWAHelikopter Water Bombing BNPB Jatuh di Sungai Barito, Seluruh Kru Selamat
Rozie Winata·4 jam yang lalu -
OLAHRAGAManchester City Telan Tiga Kekalahan Beruntun, Enzo Maresca Siapkan Evaluasi Menyeluruh
Rozie Winata·4 jam yang lalu -
-
INTERNASIONALPresiden Israel Tunjuk Saingan Netanyahu Bentuk Pemerintahan Baru
Herman Saleh Harahap·5 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan