Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Indonesia Buka Peluang Ekspor Beras Jika Cadangan Dalam Negeri Mencukupi

Pemerintah harus menyimpan setidaknya 1 juta ton beras sebagai cadangan stok

Para petani bekerja di sawah dekat Gunung Merapi di Desa Cangkringan di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada 3 Januari 2025. (Foto: Xinhua/Agung Supriyanto)
Para petani bekerja di sawah dekat Gunung Merapi di Desa Cangkringan di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada 3 Januari 2025. (Foto: Xinhua/Agung Supriyanto)
A A

, JAKARTA - Badan () mengatakan, Indonesia membuka peluang untuk mempertimbangkan jika kebutuhan dalam negeri sudah terpenuhi.

Kepala Bapanas mengatakan bahwa Indonesia dapat mengekspor beras selama cadangan pangan dalam negeri mencukupi dan produksinya melimpah.

“Kalau cadangan pangan kita siap dan produksi berlimpah, misalnya mencapai 32 juta ton, kenapa tidak?” kata Arief kepada awak media saat ditemui di Jakarta, Selasa (22/4/2025).

Baca Juga: 300 Ribu Ton Beras Impor Berkutu, Komisi IV: Bulog Harus Bertanggung Jawab

Untuk dianggap cukup, Arief mengatakan pemerintah harus menyimpan setidaknya 1 juta ton beras sebagai cadangan stok.

“Itu bergantung pada presiden, karena keputusan untuk ekspor atau impor harus datang dari presiden,” imbuhnya.

Baru-baru ini, Kementerian Pertanian RI melaporkan surplus produksi beras dalam negeri di tengah krisis pangan yang melanda beberapa negara.

Baca Juga: Komisi IV DPR Apresiasi Produksi Beras Tertinggi dalam 7 Tahun Terakhir

Menurut Wakil Menteri Pertanian RI Sudaryono, surplus beras diperkirakan akan mencapai sekitar 2,8 hingga 3 juta ton per April tahun ini.

Diskusi mengenai ini muncul sebagai respon terhadap rencana pemerintah Malaysia untuk mengimpor beras dari Indonesia.

(Zie/)

Sumber: Xinhua

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait

Berita Terbaru