Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

IHSG Ditutup Melemah, Rupiah Mampu Berbalik dan Ditutup Menguat

Editor :  Fadli Tara
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
IHSG Ditutup Melemah. Sumber foto: Bursa Efek Indonesia

Nusantaraterkini.co, Medan - Pada Kamis, 24 Oktober 2024, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 0,91% di level 7.716,549.

Setelah bergerak sideways di zona merah pada awal sesi perdagangan, IHSG mengalami tekanan yang semakin meningkat hingga sesi penutupan. 

Baca Juga : IHSG Melejit 1% ke 8.334, Sektor Basic Pimpin Penguatan – Intip Rekomendasi Saham Hari Ini

Kinerja IHSG yang terpuruk ini sejalan dengan memburuknya mayoritas kinerja pasar saham di Asia.

Baca Juga : IHSG Berpeluang Tembus 10.500 pada Akhir 2026, Ini Sektor yang Jadi Motor Penggerak

Dalam wawancara melalui WhatsApp, Gunawan Benjamin, seorang pengamat ekonomi, mengungkapkan bahwa emiten saham perbankan dengan kapitalisasi pasar besar biasanya menjadi penopang utama kinerja IHSG.

Namun, pada perdagangan hari ini, hanya saham Bank Central Asia (BBCA) yang terpantau mampu mengalami penguatan.

Baca Juga : IHSG Terus Mendekati 9.000, Investor Tetap Waspada di Tengah Gejolak Global

 "Meskipun IHSG mengalami penurunan, ada banyak saham lapis kedua yang justru diperdagangkan menguat," ujar Gunawan. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun indeks saham secara keseluruhan memburuk, tidak semua saham mengalami penurunan yang signifikan.

Baca Juga : Viral MBG Tercemar Ada Cacing dan Ulat, SMKN 1 Sei Rempah Desak Evaluasi SPPG

Sementara itu, kinerja mata uang Rupiah menunjukkan pergerakan yang berbeda. Setelah sempat melemah hingga mencapai level 15.640 per US Dolar, Rupiah berhasil berbalik dan ditutup menguat di level 15.583 per US Dolar pada sesi perdagangan sore.

Menurut Gunawan, tekanan yang terjadi pada mata uang Rupiah belakangan ini telah mendorong Bank Indonesia (BI) untuk lebih aktif di pasar. 

Baca Juga : Ditinggal Beli Takjil, Sepeda Motor Penjaga Toko Lenyap Digasak Maling

Meskipun Rupiah menunjukkan penguatan, Gunawan menekankan bahwa mata uang ini belum sepenuhnya bebas dari tekanan. 

"US Dolar masih menunjukkan tren penguatan, terutama akibat kenaikan imbal hasil US Treasury," jelasnya. Dalam konteks ini, US Dolar juga terpantau menguat terhadap sejumlah mata uang Asia lainnya.

Sebagai tambahan, harga emas juga menunjukkan penguatan dibandingkan perdagangan pagi ini, berada di level $2.738 per ons troy atau sekitar 1,38 juta per gram.

Hal ini mencerminkan adanya dinamika yang lebih kompleks di pasar keuangan global yang dapat mempengaruhi sentimen investor dan pergerakan mata uang di masa mendatang.

Dengan pergerakan IHSG yang melemah dan Rupiah yang menguat, investor diharapkan dapat lebih cermat dalam mengambil keputusan investasi di tengah ketidakpastian pasar yang ada saat ini. 

(Cw9/Nusantaraterkini.co)